
"Aku gak larang kamu.. kalau mau pulang ya silahkan"
"Gak mah.. udah dong jangan marah masaiya baru ketemu udah marahan"
"Aku gak marah. kalo mau pulang ya pulang aja tapi nanti tunggu anak tidur dulu"
"Emm gimana kita ajak dia jalan-jalan biasanya bayi kan kalo di ajak motoran pasti tidur"
"Gila kamu ya tuh liat udah jam berapa. mau anak masuk angin apa udah malam banget juga!!!"
"Iya udah deh.. yaudah sana kasih asi biar cepat tidur"
Imah pun segera menidurkan bayinya
Tiba-tiba teddy memeluknya dari belakang
"Dede.. enak yah n*n*n nya.. ihh dede dulu ith punya ayah lohh kita bagi yah satu-satu"
sambil menatap anaknya yang tengah Mengasi
"Ihh apaan sih ted!! sana sana jauh"
"Sayang.. aku kangen... "
"Apaan sih ted.. aku lagi ngeAsiin anak nih"
"Yaudah aku tunggu ya"
"tunggu apaan gak jelas"
Saat sedang menidurkan anaknya karena kelelahan imah pun ikut tertidur juga
Teddy yang sudah mulai ***** melihat imah menyus*i anaknya sudah tidak tahan lagi
Dia mulai meniup-niup telinga imah.. dan mencium pipinya
Akhirnya teddy mengec*p bibir imah.. tanpa sadar sepenuhnya imah yang sudah lama tidak mendapat belaian kasih sayang pun membalas ci*man teddy
Dan terjadilah hal yang sama-sama di inginkan
Saat sudah ingin keluar..
imah memperingati teddy
"Eh jangan di dalam.. gak mau kan hal yang sama terjadi kembali"
"Umh iyaa sayang iya.."
Akhirnya mereka sama-sama melepaskan hasrat mereka selama ini..
di saat ini lah kesempatan imah membujuk teddy
"Tolong ya.. di saat kamu libur jenguk anak kita.. dia juga butuh kasih sayang seorang ayah untuk pertumbuhannya"
"Iya mah.. tapi aku gak janji ya.. soalnya aku juga sering ada kerja kelompok di sekolah"
"Yaa gak masalah yang penting kamu tidak melupakan kami"
"Maafin aku ya mah"
__ADS_1
"Hmm. jangan ngilang lagi ya ted"
"iyaa emuahh" teddy pun mencium dahi imah
Besoknya sebelum hari mulai terang teddy sudah izin kepada imah untuk pulang,, karena semalaman dia tidak bisa tidur
"Apa sebenarnya niat kamu untuk datang, datang untuk menemui anak kita atau hanya melampiaskan ***** mu saja" kata imah dalam hati sambil melamun melihat teddy yang perlahan menghilang terhalang jalan
Entah apa yang aku rasakan saat ini, aku senang melihatnya datang menemui kami, tapi aku kecewa dia pergi begitu saja belum sempat ada waktu untuk bermain bersama rian, hal apa yang dia takutkan hingga pulang sepagi ini
"Mah ngapain? tanya ibu menepuk bahu imah yang sedang melamun di pintu
"Eh ibu"
"Teddy pulang ya,,"
"Iyaa bu barusan aja pergi, ibu abis solat subuh ya"
"Iya nak, ibu selalu berdoa untuk kebahagian kamu sama rian,, sabar ya sayang.. ini akan indah pada waktunya"
imah langsung memeluk ibunya
"Makasih ya bu"
"Iyaa yaudah sana masuk"
***
Di suatu sore telpon imah berbunyi
Dan saat itu ibu berada di kamar imah menjaga rian
"Iya bu angkat aja siapa tau penting" jawab imah sambil mengangkat jemuran di samping rumah
"Assalamualaikum... halo.."
"Halo bu,, ini saya ayah teddy"
"Ohh iya pak ada apa???"
"Imah ada di rumah??"
"Iya pak, imah ada di rumah kenapa ya pak?"
"Oh begini bu, kami mau ajak imah keluar sekalian menginap dirumah kami malam ini apa boleh??"
"Iya iyaa pak silahkan,, tapi imah gak ada yang anter kesana eh pak"
"Oh tenang saja bu, kamu nanti jemput imah ke rumah"
"Oh iya baik pak kalo begitu"
"Tolong bilangin imah untuk siapin perlengkapan rian ya bu"
"iyaa pak iyaa"
"Siapa bu" tanya imah sambil meletakkan keranjang pakaian
"Bapak mertua kamu mah"
__ADS_1
"Hah serius bu, ada apa???" imah sangat kaget karena selama ini ayah teddy selalu menentang hubungan mereka karena bikin malu keluarga
"Mereka mau ajak kamu sama rian jalan-jalan abis itu pulangnya nginap di rumah mereka"
"Apa jangan-jangan rian mau di ambil bu, ihh imah gak mau bu, imah gak mau di jemput"
"Imah gak boleh berprasangka buruk terhadap orang, Toh mereka juga kakek neneknya apa salah mau ajak rian jalan-jalan"
"Tapi imah takut kalo nanti rian di ambil terus imah di pulangin sendirian"
"Ya gak mungkin lah ibu membiarkan itu terjadi.. cepat sana beres-beres"
"Iyaa deh bu"
Setelah beberapa saat menunggu datang sebuah mobil putih tinggi yang datang di depan rumah
"Mah apa itu mertua kamu,,"
"Emm gak tau bu, biarin aja dulu tunggu orangnya keluar baru liat"
Imah pun mengintip di balik gorden jendela kamar bersama ibunya
ternyata benar yang turun adalah ibunya teddy
"Ohh ternyata mertua kamu punya mobil ya mah"
"Ya mana imah tau bu itu mobil mereka apa bukan "
"Yaudah sana keluar "
Ternyata mobil itu adalah mobil baru keluarga teddy untuk meresmikannya mereka pun membawa keluarga kecil mereka untuk berjalan-jalan makan-makan bermain main permainan di mall
"Akhirnya ya allah aku merasakan bahagia lengkapnya keluarga itu bagaimana,, " kata imah melihat teddy yang bermain motor-motoran bersama rian
Imah sangat bahagia hari ini yang dulunya selalu memendam perasaan berubah jadi pendiam akhirnya senyum imah yang indah di lengkapi lesung pipinya kiri dan kanan itu terlihat lagi
Saat pulang ke rumah teddy imah di larang untuk keluar rumah,,
"Imah maaf ya, karena ini kompleks perumahan jadi tidak bisa ribut, jika rian menangis tolong segera di diamkan"
Dreggg
Hati imah terasa di hempaskan
imah hanya terdiam
"Apa maksud dari perkataan ibu, bagaimana aku bisa menenangkan bayi dalam sekejap apalagi rian yang suka menangis kencang, dan aku pun di larang untuk keluar rumah, apa aku sengaja di sembunyikan di rumah ini?? jika memang begitu untuk apa membawa aku pulang ke rumah ini" kata imah dalan hati
Setelah mertuanya keluar kamar
air mata imah tidak terbendung lagi
Imah menangis tanpa suara..
sambil menatap anaknya yang tertidur lelap
Sedangkan teddy sedang asik memainkan gamenya di komputer dan menggunakan headset
dan tidak mendengar apa yang di ucapkan ibunya kepada imah
__ADS_1
teddy pun tidak menyadari bahwa imah menangis sesegukan di tempat tidur padahal mereka satu ruangan