
Imah yang mulai kelelahan mulai kehilangan kesadarannya
Dan datang seorang bidan yang membawa bayi dan meletakannya di atas dada imah agar mendapat kehangatan dari ibunya
"Selamat ya imah telah lahir putra mu di jam 7.35 pagi ini"
Tangisan bayi menyadarkan imah dan meningkatkan semangatnya untuk membuka mata dan memeluk lalu tersenyum kepada bayinya
Sedangkan teddy di saat imah ingin melahirkan tadi di suruh ibu nya keluar
Setelah bayinya di bersihkan lalu ibu imah memanggil teddy untuk mengadzan kan anaknya yang baru lahir itu
ternyata teddy tertidur pules di sofa ruang tunggu
"Ya ampun,, anak ini.. di dalam istri berjuang setengah mati untuk melahirkan anaknya sedangkan dia tertidur pules di sini" kata ibu dalam hati
"Ted, teddy.. bangun.. anak kamu sudah lahir"
teddy terbangun dari tidurnya
"Hah kenapa bu, sudah boleh pulang??" tanya nya dengan bingung
"Kamu ini.. istri kamu saja masih merasakan sakit bekas melahirkan kamu sudah ingin pulang!!!"
"Cepat ambil wudhu lalu pergi adzankan anak kamu"
"Adzanin gimana bu, teddy gak ngerti?"
"Ya ampun ted, kamu adzanin aja anak kamu seperti kamu adzan biasanya,, apa jangan-jangan kamu gak pernah solat jadi gak tau gimana adzan"
"Emm. gak bu.. tau,, tau kok"
Setelah mengadzankan anaknya teddy di ajak ibu imah pulang untuk mengubur plasenta anaknya
Dan juga datang beberapa tetangga imah yang tak lain sepupu tirinya dan teman sebayanya
Mereka mencoba untuk menghibur imah, dan menanyakan bagaimana pengalaman imah saat melahirkan
"Rasanya.. wahh luarbiasa" kata imah
"Apalagi saat di jahit umh bikin nagih" canda imah sambil tertawa kecil
Saat sedang asik berbincang mertua imah datang menengoknya
"sudah makan mah? " tanya mertua nya
"Iya sudah bu"
"Uluhh.. uluhh gantengnya cucu ibu..."
mertuanya langsung menggendong bayi imah
"Kita pulang hari ini ya mah"
__ADS_1
"Yang bener bu??
"Iyaa ibu urus administrasi dulu abis itu kita pulang"
"Pake apa bu.. imah kan baru aja lahiran" dalam bayangan imah dia akan di bonceng pake sepeda motor,, lalu melawati jalan berlubang dan jahitan ku... "Arhhhh""
"Kenapa mah, apa yang sakit??
"Gak kebayang bu.. imah pulang hari ini takut dijalan"
"Kita pulang pake mobil mah. pelan-pelan aja"
"Iya mah, sudah banyak yang nunggu kamu di rumah, gak sabar mau lihat bayi kamu yang gemes itu" kata sepupu imah
"emm yaudah deh" pasrah imah..
"Sesampainya di rumah banyak keluarga dan tetangga yang menyambut kepulangan imah
(Note** karena rumah sakit jauh.. dan imah sudah tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan sejauh itu jadi imah di bawa ibunya ke klinik bersalin di dekat rumahnya)
Dengan perlahan dan hati-hati imah di bantu ibunya turun dari mobil, dan bayi imah di bawa oleh mertuanya
"Ted, kamu pulang aja dulu adik kamu aldi sendirian di rumah" kata ibu kepada teddy
Teddy yang di suruh pulang dengan ibunya sangat bersemangat dan langsung menyalakan motornya
Selama beberapa hari imah yang belum berpengalaman mengurus bayi di bantu oleh ibunya bayi imah terus menangis jika dengan imah, Sedangkan teddy tidak muncul-muncul sejak kelahiran putranya
Satu minggu kemudian ibu teddy datang membawakan pakaian bayi bak mandi dan lain sebagainya untuk perlengkapan cucu nya
"Loh bu, teddy mana kenapa gak ikut"
"Tau tu mah.. dia di ajak kesini gak mau ikut,, tadi aja ibu ajakin dia bilang lagi sakit perut"
imah yang mendengar jawaban ibu mertuanya hanya terdiam, hatinya terasa sakit
"Ya ampun.. gak kepikiran anaknya apa.. kasian tuh imah tiap malan begadang sendirian gak ada yang temenin" kata ibu Imah
"Ya gitu lah bu.. namanya anak-anak pikirannya masih belum sampe sana" jawab ibu teddy
"Lah anak-anak kok bisa bikin anak" jawab ibu imah
imah yang melihat situasi semakin panas pun mengalihkan pembicaraan
"Oh iya imah mau kasih nama anak imah pake nama pilihan sendiri bu"
"Ibu aja deh yang pilihan" jawab mertuanya
"siapa mah namanya?? " tanya ibu imah
"Adrian Putra Ramadan, karena dia lahir di bulan ramadan dan seorang lelaki yang kelak berakal dan perkasa"
"Kepanjangan mah, kata orang tua dulu mah gak boleh nama anak kepanjangan ntar melawan orang tuanya" jawab ibunya
__ADS_1
"Emm yang benar bu??
"Iya imah" jawab mertua
"Gimana di ganti Muhammad Adrian saja?"
"emm boleh sih.. boleh"
Jadi anak imah di beri nama oleh ibunya dimana ibunya lah yang selalu mengurus anaknya dari memandikan, menggondognya mendiamkannya jika menangis imah hanya kebagian sebagai pemberi asi saja kepada anaknya
Bahkan selama 40hari imah benar-benar di jaga oleh ibunya.. makan selalu di sediakan, di bantu memakai korset/kemben di sediakan makanan bahkan di carikan jamu buatan ibu nya sendiri
Imah yang baru pertama kali memiliki anak belajar banyak dari ibunya
(Sungguh besar luka yang ku gores di hatinya,, namun sungguh besar rasa sayang dan pedulinya kepadaku,, ibu maafkan imah.. imah sangat menyesal telah menyakiti mu)
Air mata imah menetes menatap ibunya yang sedang sibuk membujuk adrian yang menangis
Akhirnya teddy datang ke rumah imah,, dan imah mencari banyak alasan agar teddy datang menemui anaknya
"Enak yah kamu, masih bisa sekolah, ngumpul bareng teman jalan sana sini ketawa ketiwi.. aku disini setengah mati berjuang sendirian mengurus anak selain ibuku ternyata tidak ada yang jauh lebih peduli kepada ku"
"Maaf mah. aku belum bisa nerima kenyataan ini, aku masih gak nyangka di usia semuda ini aku sudah memiliki seorang anak"
"Aku stres mah,, aku masih mau menggapai cita-cita, membahagiakan orang tua"
"Ehh jangan egois ya kamu.. aku rela melepaskan semua... sembunyi dari dunia demi menyelamatkan melahirkan anak kita .. kamu jangan seenaknya berkata!!!"
"Kamu pikir aku gak punya cita-cita,, kamu pikir aku gak mau bahagiain orang tua aku, membuat mereka bangga kepadaku,,, sumpah kamu egois banget ted"
"Kenapa kamu berbuat jika memang kamu tidak mau menerima resikonya... kenapa?? berengs*k kamu ted
Plakk...
Satu tamparan mendarat di pipi teddy
"maaf mah.. tolong beri aku waktu untu menerima semua ini"
saat sedang asik bertengkar bayi mereka menangis
"angkat!! gendong anak kamu" kata imah
"Aku gak bisa mah!!"
"Belajar!! awalnya aku juga gak bisa ted. tapi aku mikir kalo aku gak bisa gendong bayi aku sendiri sampe kapan dia baru bisa aku gendong nunggu dia bisa jalan? mimpi kamu
"Mah plis jangan suruh aku seperti ini tolong gendong anak kita diamkan dia"
"Aku gak bisa mah, aku gak punya cukup keberanian untuk mengangkat badan kecil dan lemah itu"
"Memang kamu ted, sedikit pun tidak merasa orang tua bayi ini.. bahkan menggendongnya saja kamu tidak bisa. "
"Mah aku rela kamu suruh apa aja tapi aku gak berani menggendong anak kita untuk saat ini"
__ADS_1