Janda Dibawah Umur

Janda Dibawah Umur
Eps 17. Kecewa


__ADS_3

Sudah hampir seminggu imah tidak saling mengabari dengan Tandri dan kini pun imah sudah balik ke rumah mamahnya


Tandri terus muncul dalam pikiran imah


"kenapa ya selalu terbayang-bayang wajahnya"


"Huh apa aku merindukannya"


imah berbicara sendiri di teras atas..


"Sudah lebih dari seminggu dia tidak menghubungiku apa hpnya rusak ya"


Imah melamun memikirkan Tandri


Tiba-tiba saja ia nekat untuk mendatangi kost Tandri ..


"Aku harus nemuin dia, aku gak sanggup di abaikan seperti ini"


imah pun bersiap-siap untuk berjalan kaki ke kost Tandri karena imah sudah terbiasa berjalan kaki melewati kos Tandri


Saat imah sudah di depan pagar Eli dan fahri datang


"Mau kemana mah? tanya eli


"Emm anu mau ke rumah temen"


"Sendiri mah, apa mau di anterin ? tanya fahri


" Eh gak deh makasih duluan yah.."


"Apaan sih ayang genit banget" eli cemburu


"Hah aku niat baik beb.. jangan marah dong"


"Huhh.." eli turun dari motor meninggalkan fahr


"Tuh kan mulai deh bebeb ngambekan"


"Udah ah kamu pulang aja sana"


"Jangan marah dong beb,, sini-sini peluk"


"Gak mau aku marah"


"Dihh marah ko bilang, mwahh"


"Aa ayang"


"Gimana masih marah lagi gak?


"Masih dikit banget"


"Mwah mwah mwahh" fahri mencium jidat eli


Di perjalanan imah berselisih dengan marina karena terburu-buru jadi imah tak melihatnya


"Ehh mah mau kemana" tanya marina


"Loh mar darimana kamu"

__ADS_1


"Aku dari kompi (Tempat tinggal tentara) tempat tante aku, kamu kemana ko sendirian"


"Anu mah aku mau datengin Tandri sudah seminggu lebih dia gak ngabarin aku"


"Oh gitu, sebaiknya kamu jangan terlalu berharap deh mah takutnya malah sakit hati"


"Loh maksud kamu apa mar"


"Em gak papa ko mah aku duluan ya"


Marina pun pergi meninggalkan imah yang berjalan berlawanan arah..


sebenarnya marina sudah tahu bahwa Tandri sudah tidak lagi ngekost. karena ia takut imah sakit hati jika ia yang memberitahukannya jadi ia biarkan untuk imah mengetahui kebenarannya sendiri


Tok tok tok...


Permisi..


tok tok...


Pintu nampak terkunci dari luar


"Sepertinya dia gak ada di kost, apa dia keluar cari makan siang ya" gumam imah


sambil terus mencoba menghubungi Tandri namun nomornya sudah tidak aktif lagi


"Cari siapa dek? " tanya seorang ibu-ibu yang badannya lumayan besar


"Emm anu bu, cari Tandri yang ngekost disini " ujar imah menunjuk ke pintu kost


"Ohh kamu temannya, emangnya Tandri gak ada pamitan ya sama kamu dek?"


"Begini dek jadi ceritanya bapaknya Tandri sedang sakit keras, jadi ia di suruh balik kampung untuk mengurus kebun cengkeh yang ber hektar-hektar" jelas ibu kost,, ternyata yang berbicara dengan imah adalah ibu kost


"Hah seriusan bu, pulang kampung kemana ya ko saya gak tau" imah nampak bingung tapi raut wajahnya bapak sangat kecewa


"Ke sulawesi dek, sebaiknya kamu telpon saja dia"


"iya bu dari kemarin nomornya gabisa di hubungin makanya saya cariin dia kesini"


"Oh gitu ya apa kamu mau nomor telpon orang tuanya?"


"emm gak usah bu makasih. saya permisi ya"


Imah pun segera pulang setelah mengetahui Tandri tak lagi di sana..


"Mana janji mu.. mana yang katamu gak bakal tinggalin aku.. b*jingan br*ngsek" (Dalam hati imah)


Di jalan pun ia mempercepat langkah kakinya di iringin dengan deraian air mata


Sesampainya di rumah imah langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya...


Ia keluarkan baju-baju couple nya bersama Tandri sepatu tas dan barang-barang yang diberikan oleh Tandri selama ini


"B*jingan......." teriak imah sambil menggunting-gunting baju


Eli yang melihat imah pun terkejut.


"Ya allah mah. istigfar... ada apa mah ada apa??" tanya eli sambil memeluk imah untuk menenangkannya

__ADS_1


"Tandri el.. Tandri b*rengsek... dia ninggalin aku" air mata imah terus mengalir deras


"Tinggalin kamu gimana maksudnya mah, coba deh kamu tenang dulu baru cerita pelan-pelan"


imah pun menarik nafas panjang lalu ia bercerita


"Jadi gini pas aku pulang kerumah mama ku aku udah gak pernah kontakan sama dia pas aku balik sini dia masih gak ada ngabarin aku, jadi aku datangin dia ke kost nya ternyata dia udah balik kampung... Huaaa " tangis imah pun pecah lagi


"Usttt sayang- sayang... tenang dulu yaa coba kamu hubungin dia dulu minta penjelasan"


"nomornya gak bisa di hubungin"


"Facebook instagram whatsapp hubungin semua media sosial yang dia pake"


"Eh iya kenapa aku gak kepikiran dari kemaren ya"


imah pun mencoba menghubungi Tandri melalui media sosialnya namun hasilnya pun nihil... sama sesakali tidak bisa di hubungi..


"Ehh masih ada satu mah"


"Apaan" tanya imah


"Telegram"


Dan... ternyata Tandri sedang online di telegramnya


Imah pun menelponnya melalui aplikasi itu


"Gak di angkat" dengan wajah kecewanya menatap eli


"Cobain aja terus mah sampe dia angkat"


Sudah 5kali imah menelpon dan akhirnya di angkat oleh Tandri


"Hallo mah"


"Tandri Huaaa" imah pun menangis lagi


"Maafin aku ya mah" dengan suara yang sangat halus


"Tandri aku salah apa tan hik hik"


"Mana janji kamu sama aku"


"Katanya kamu gak bakal tinggalin aku hik hik "


imah pun menangis sampai cegukan


Tandri tak tega mendengar wanita yang ia sayangi menangis ia pun mematikan telponnya


melihat telponnya di matikan oleh Tandri pun imah makin menangis sejadi-jadinya


Makin erat pula pelukan eli kepada imah,


"Sabar mah tenangin dulu pikiran kamu baru hubungin dia lagi"


"Kamu itu gak ngerti el, kamu gak tau gimana di posisi aku"


"aku ngerti mah, aku paham karena aku pernah di posisi kamu"

__ADS_1


"Udah nangisnya aku jadi ikutan nangis nih gegara kamu"


__ADS_2