
Tandri membawa imah ke arah ruang latihan dengan tergesa-gesa imah berlari kecil untuk mengikuti langkah Tandri
"aww uh" imah melirih kesakitan
Tandri terbakar hawa cemburu ia tidak suka wanitanya di kagumi lelaki lain,
Saat hendak menaiki tangga imah tak sanggup menaikan kakinya hingga ia terjatuh
"Eh mah kamu kenapa"
"perih banget uhh"
"astaga mah perban kamu berdarah, apa kamu kesandung ya di pentas tadi"
"emm enggk, kayanya karna jalan terlalu cepet tadi jadi berdarah lagi kan belum kering lukanya"
"Maaf ya mah, aku gak suka kamu di kasih bunga sama cowok lain"
"Emm iyah gapapa ko"
Tandri langsung menggendong imah ke UKS untuk mengganti dan mengobati lukanya
"Eh tan malu, turunin di liatin kaka kelas tuh"
"Udah gak apa-apa kaki kamu kan sakit "
"Ah malu" imah menyembunyikan wajahnya dalam dekapan Tandri
Banyak yang melihat Tandri dan imah sampai ada yang merasa sangat iri dengan hubungan mereka
"Huffhh akhirnya sampai juga, lumayan berat juga yah kamu" Tandri menurunkan imah di ranjang UKS
"Jadi kamu ngatain aku gendut nih" imah cemberut
"Ehh gak gitu maksudnya,, baperan banget dihh"
"Huuh" dengan ciri khas imah kalo ngambek melipat kedua tangannya di dada lalu memanyunkan bibir
"Udah gak usah manyun, mau di obatin apa gak"
"Hmm" jawab imah
Tandri melepas perban nya dan membersihkannya dengan tisu basah, di oleskan nya obat merah dengan perlahan
"Aw ikhlas gak sih ngobatinnya"
"Eh maaf, udah pelan ko galak bener"
"Perih tau"
Tandri meniup-niup luka imah lalu di perbanyak kembali .
"Cepet sembuh yak, soalnya gak sanggup ngegendong mulu, bisa-bisa encok nih pinggang"
"Ihh apaan sih, siapa juga yang minta gendong"
"Yakin?"
"Iyalah, aku bisa jalan sendiri ko" imah pun turun dari ranjang dan tak sengaja terjatuh,
Tandri langsung menangkap imah
Tiba-tiba kepala sekolah membuka pintu UKS
"Apa-apaan kalian ini, tidak pantas begini di sekolah, keluar!!" dengan mata melotot Pak hendrik menunjuk ke arah pintu
"Maaf sebelumnya pak, apa yang bapak lihat tidak seperti apa yang bapak pikirkan" jelas Tandri
"tidak seperti yang saya pikirkan, apa maksudnya jelas-jelas sama melihat dengan mata kepala saya kalian berpelukan"
__ADS_1
"Tidak pak saya tidak....."
"Cukup!!! teriak imah
"Tandri hanya membantu mengobati luka saya pak, kalo tidak percaya lihat itu perban bekas luka saya berdarah saat tampil di panggung tadi" jelas imah
Pak hendrik melirik ke arah kotak P3K di sampignya ada bekas perban berdarah, gunting dan obat merah
"Sebaiknya kalian panggil Anak PMI untuk mengobati luka imah, tidak baik jika kalian berduaan seperti ini, karena sudah banyak rumor yang beredar di sekolah ini tentang kalian"
"Tadi Tandri terlalu khawatir melihat melihat kaki saya berdarah hingga tak terpikir olehnya untuk mencari anak PMI ia segera membawa saya ke ruang ini lalu mengobatinya" ungkap imah
"Yasudah jika sudah selesai kalian kembali ke lapangan, acara belum selesai"
"Ya pak kami permisi"
"Tunggu Tandri,, tolong bawakan kotak P3K ini ke belakang panggung untuk berjaga-jaga jika ada yang terluka"
"Baik pak" Tandri pun membawa kotak itu ke belakang panggung di iringin dengan imah
Kali ini ia berjalan sedikit pelan karena takut kaki imah berdarah lagi...
Sudah jam 3 sore acara telah selesai beres-beres pun sudah selesai kini semua anak drama menunggu pak pelatih di ruang pensi
"Selamat atas kerja keras kalian untuk memeriahkan acara perpisahan sekolah kita"
"Yey makan-makan"
"Teriak seluruh anak pensi"
"Ayo kita ke depan gerbang sekolah untuk mengopi dan bersantai melepas lelah hari ini"
"Ayo....."
Semua berjalan kaki untuk menuju cafe tersebut..
Sesampainya di cafe mereka menggabungkan meja-meja menjadi satu hingga bisa berkumpul semua
"Wahh bisa kenyang gabisa bangun lagi nih" ucap wely
"Kita coba semua menu di cafe ini, hayo pesan masing-masing apa yang kalian inginkan" ucap pak pelatih
Cafe ini memang menyediakan menu yang gak nguras kantong anak pelajar hingga uang segitu sangat cukup untuk mereka berlima belas..
mereka memesan menu pembuka minuman makan berat hingga yang terakhir makanan penutup
"Eh mah cobain deh ini enak banget loh" Tandri menyuapi imah dengan puding coklat
"Emhh iya enak banget manis nya pas gak berlebihan"
Semua melirik ke arah imah dan Tandri
"Ciyee....."
"Bikin yang jomblo baper"
"Aw sosweet" jar mely
"Sudah-sudah jangan bermesraan disini bikin bapak iri aja" jar pak pelatih
"Haa emang bapak tidak punya istri? " Tanya imah
"Jangankan istri pacar aja gak punya hahahaa" jelas pak pelatih sambil tertawa
"Ya ampun ternyata bapak jomblo hahahaha " ledek mely
"Udah-udah abisin gih makannya abis itu langsung pulang yah" tegas pak pelatih
"Oke pak"
__ADS_1
Semua sudah selesai makan satu persatu pamitan pulang,
"Mah ke kost aku dulu ya"
"Ngapain ??" tanya imah
"Lohh katanya kamu ngajak main ke rumah kamu tadi, biar gak bolak balik jadi kamu tungguin aku mandi abis itu ke rumah kamu gimana mau gak"
"Ohh iya, yaudah deh yuk"
Sesampainya di kost imah melihat kali ini kost Tandri sangat rapi
"Wihh tumben rapi"
"Iyalah, takut di omelin nyonya kalo berantakan"
"Ha nyonya siapa?"
"Ya kamu, pasti kemaren pas beres-beres kost aku kamu sambil ngomel ya"
"dihh manada hahaha,, udah sana mandi"
"Oke tunggu bentar ya, rebahan aja kalo capek"
Tandri pun pergi ke kamar mandi, beberapa saat kemudian sudah selesai mandi ternyata ia lupa membawa handuk
"Sayang,," panggil Tandri
"yang.."
"Imah " teriak Tandri agak keras karena tidak menyahut jua
"Eh iya tan kenapa??"
"Tolong dong.." dengan muka melas
"Ha tolong apa? kamu sudah selesai mandi??"
"Iya udah selesai tapi lupa bawa handuk" hihiii Tandri tertawa mempamerkan giginya
"Dimana handuknya?
"Itu tergantung di samping lemari"
Imah pun pergi mengambilkan handuk untuk Tandri, dengan menutup mata imah memberikan handuknya
"Nih buruan pake handuk"
Bukannya mengambil handuk Tandri malah menarik imah masuk
"Aaa..
Tandri langsung meng*mut bib*r imah
"Umh emm imah mendorong Tandri dan memukul-mukul dada Tandri
"Ust jangan ribut sayang nanti kedengeran ibu kost"
Tandri memeluk imah sambil menc*umi leher imah
Sambil berc*uman Tandri menggiring imah ke tempat tidur
Tandri mendorong imah ke tempat tidur disusul dengan badannya
"Aku gak berani...." belum selesai berbicara Tandri menutup mulut imah dengan bibirnya
"Tenang sayang gak bakal sakit ko, kita pela-pelan"
Tandri melanjutkan aksinya dari menc*umi b*bir turun keleher, ke dada hingga ke area sensitif imah
__ADS_1
Sempat imah tepis tangan Tandri dari tempat itu tapi Tandri tetap melanjutkan aksinya