
Hari demi hari berlalu. Tak terasa sudah 5 bulan Marisa dan Darius menjalani hubungan jarak jauh. Darius rutin setiap hari menelpon Marisa walaupun waktunya tak tentu. Saat Darius lagi longgar waktunya pasti Darius menyempatkan diri menelpon Marisa.
" Ris... Aku kangen ma kamu. Kamu kangen gak?" Tanya Darius.
" Yaa kangen lah... Tapi mo bilang apa, yaa beginilah... wkwkwk..." Marisa tertawa.
Darius tertawa, kemudian mengalihkan telponnya ke panggilan video. Marisa tak langsung menerimanya, tapi pergi mencari tempat untuk duduk.
" Kok kamu gak mau VC ma aku sih? Kamu lagi ngapain!!!" Darius kesal.
" Ntar dulu, aku cari tempat untuk duduk dulu. Sabar pa..."
Setelah mendapat tempat teduh, barulah Marisa menerima VC Darius.
Darius tampak kesal namun Marisa membujuknya.
" Dah ah.... jangan ngambek dong. Katanya kangen...."
Darius akhirnya tersenyum. Saat lagi VC an, tiba-tiba ada seorang wanita duduk dekat Darius dan menoleh ke layar Hp Darius.
" Lagi telponan ma siapa sih?" Kata wanita itu.
"Hus..." Darius langsung menutup layar HP nya.
Marisa terdiam, ada rasa curiga, siapa wanita itu kok duduk sedekat itu dengan Darius.
Terdengar suara Darius sedang berbicara dengan wanita itu.
__ADS_1
" Aku dari tadi cariin kamu eeh malah di sini. Ntar kita ngebakso di kantin yaa..." Terdengar ajakan wanita itu.
"Ntar dulu ah...." Kata Darius pada wanita itu.
" Dar, udah dulu yaa... kamu lanjut dulu dah ma cewek tu." Marisa langsung memutus panggilan videonya.
Darius duduk lemas, menghela nafas.
Wanita itu adalah Ria, teman kampus Darius yang selalu memberikan perhatian ke Darius sejak pertama kali bertemu.
Ria anak Bandung dari kalangan orang berada. Ria mendapatkan fasilitas mobil dari orang tuanya. Jadi kalau ke kampus selalu memakai mobil.
Pesona Darius membuat Ria tak mau jauh dari Darius. Darius sebenarnya bisa merasakan perhatian Ria, tapi Darius tak dapat menolak kalau Ria sudah meminta.
"Ri... Aku tadi lagi telponan, kok kamu ganggu sih..."
" Aah... telponannya nanti aja." Kata Ria sambil menggandeng tangan Darius menuju kantin.
Sampai kantin Ria langsung memesan 2 mangkok bakso dan 2 es cendol.
Darius diam saja tak bersemangat karena kepikiran akan Marisa.
Ria cuek aja. " Udah ah... Makan dulu tu baksonya. ntar dingin gak enak lho."
Darius tak nafsu makan.
"Aku masih kenyang.Hmmm...." Darius memegang hp mya dan melihat foto profil Marisa.
__ADS_1
Ria yang duduk di hadapan Darius terus saja memakan baksonya.
" Dar... maafin aku dah... yaaa... lain kali kalau kamu lagi telponan aku gak ganggu dah. Tapi tadi aku gak tahu kalau kamu lagi telponan. Maafin aku please ...." Ria memohon.
" Bener yaa...Janji." Kata Darius.
Ria mengangguk dan tersenyum senang karena akhirnya Darius sudah gak marah lagi.
Darius menyantap bakso dan es cendolnya, karena memang Darius tadi buru-buru jadi gak sempat sarapan. Takut terlambat masuk kuliah.
Setelah selesai makan, Ria mengajak Darius pergi ke mall. Di mall, Ria menggandeng lengan Darius. Darius berusaha menghindarinya tapi Ria slalu mencari kesempatan untuk selalu manja di Darius.
Sementara itu, Marisa tak konsentrasi mengikuti kuliahnya Pikirannya bercabang ke Darius. Di hatinya bertanya-tanya, siapa cewek tu. Apa hubungannya dengan Darius.
Setelah kuliah pertama selesai, Marisa pulang dan tidak mengikuti kuliah kedua. Marisa dah ijin karena lagi sakit kepala.
" Ris... Aku anter pulangnyaa yaa.." Alfin menawarkan diri.
"Makasi Al... Aku bisa pulang sendiri kok. Kamu ikut kuliah aja dah, biar besok aku pinjam catatan di kamu...Yaa...."
" Bener kamu gak pa-pa pulang sendiri?" Tanya Alfin.
Marisa berkeras ingin pulang sendiri...Akhirnya Alfin mengangguk dan tersenyum.
" Iyaa udah... Hati-hati di jalan yaa...."
Marisa pun pulang, sesampainya di rumah Marisa langsung tidur. Tidur dengan pikiran yang tak tenang.
__ADS_1