
Darius mencoba menelpon Marisa namun tak juga tersembung. Marisa sengaja tak mengangkatnya karena masih kesal.
Dariuspun mengirim pesan, meminta maaf dan menjelaskan siapa Ria.
Marisa tak mau membaca pesan Darius. Marisa berusaha menghibur hatinya dengan pergi ke perpustakaan.
2 hari berlalu dan Marisa tetap tak mau menerima teepon dari Darius, begitu juga dengan beberapa pesan yang dikirim Darius, tak satupun dibacanya.
Darius merasa tak tenang dengan sikap Marisa.
Darius duduk di teras rumah neneknya. Darius tidak tinggal di kos-kosan tapi Darius tinggal berasama neneknya yang ditemani oleh tantenyaa.
" Kenapa cucu nenek nih... Kok gak bersemangat sih. Uring-uringan dah beberapa hari ini nenek perhatiin." Kata Nenek.
" Nek... Darius lagi salah ni Nek ma kekasih Darius. Darius dah buat dia cemburu. Sekarang dia gak mau angkat telpon Darius dan juga gak balas pesan Darius. Dibaca aja gak palagi dibalas Nek. " Darius mengacak-acak rambutnya.
Darius hubungannya dekat dengan neneknya.
Nenek tersenyum.
" Sudah... Kasi dia waktu, namanya juga lagi marah dan cemburu. Ntar juga pasti dia mau kok terima telpon Darius. Sekarang mandi sanah... Rambutmu kusut kayak gitu. Dah sana... "
" Tapi nek, Darius gak tenang Nek... Darius pingin pulang dulu. Pingin ketemu Marisa Nek."
__ADS_1
" Iyaa kalau cucu nenek mau pulang boleh... Tapi tunggu dulu, kamu kan masih ujian semester. Selesai ujian pulanglah... Tapi dengan catatan nilai ujiannya harus bagus. Yaaa."
Ujian semester lagi 2 hari selesa, pikir Darius
" Baik Nek... Darius sekarang mau mandi dulu, trus belajar. "
Marisa sedang belajar untuk persiapan ujian semester. Marisa sengaja tidak mau menerima telpon dari Darius karena lagi konsentrasi ujian. Apapun yang berhubungan dengan Darius dikesampingkan dulu oeleh Marisa.
Marisa tak ingin mengecewakan harapan kedua orang tuanya. Marisa tak ingin hubungannya dengan Darius menghambat kuliahnya.
Awalnya Marisa merasa berat untuk menghindari Darius karena Marisa sangat mencintai Darius namun setelah menyibukkan diri belajar, Marisa bisa menenangkan diri dan hatinyanyang sakit kaeena cemburu.
Hari berlalu, ujian semesterpun selesai sudah. Darius minta ijin ke neneknya untuk pulang. Nenekpun menyetujui.
" Iyaa Nek... Darius akan berusaha nek..Sekarang Darius berangkat dulu yaa..." Darius kemudian berpamitan pada nenek dan bibinya.
Kepulangan Darius kali ini tanpa sepengetahuan kedua orangtua nya. Marisa juga tak diberitahu. Kaeena sampai saat ini Marisa tak bisa dihubungi.
2 jam perjalanan di pesawat akhirnya Darius tiba di bandara X, di kampung halamannya.
Darius pulang menggunakan taksi online dan langsung menuju rumah Marisa.
Sekitar setengah jam Darius sampai di rumah Marisa.
__ADS_1
Kedatangan Darius disambut mama Marisa.
" Selamat siang tante... Marisa ada?"
" Oowh nak Darius... selamat siang Nak... Ayo masuk dulu... Kok Marisa gak ngabari tante yaa kalau nak Darius mau mudik."
" iyaa tante... Darius memang gak ngabari ke Marisa juga. Surprise tante." Darius tersenyum.
" Ooh gitu... iyaa yaa.. Pasti Marisa seneng sekali. Marisa lagi gak di rumah Tunggu aja dah yaa... Lagian Marisanya pergi dari jam 9 pagi. Biasanya jam segini dah pulang. "
"Ooh iyaa tante... Darius tunggu."
"Iyaa Nak..mama buatin minum dulu yaa.."
"Gak usah repot-repot tante... Oh iyaa, ini ada oleh-oleh kue dari Bandung. " Darius memberikan 2 kotak kue bolu Lembang khas Bandung.
" Wah... Makasi yaa Nak..Tunggu yaa..." Mama Marisapun masuk. Dan tak lama mama datang membawa segelas es teh dan kue camilan.
" Makasi tante."
Mama Marisa kemudian masuk lagi karena sedang masak untuk santap siang.
Darius senyum-senyum sendiri tak sabar untuk bertemu dengan Marisa.
__ADS_1