Jangan Menangis

Jangan Menangis
Terbawa perasaan


__ADS_3

Darius menungguku di parkiran. Kebetulan tadi ada tugas tambahan dari pak guru jadi Marisa pulang agak telat.


Marisa mempercepat langkahnya ke parkiran karena melihat kelas Darius sudah kosong.


" Duh.... Darius sudah gak ada, smoga Darius menungguku di parkiran." Bathin Marisa.


"Ris... kok lari sih... tunggu aku Ris... Pulang bareng aku aja." Teriak Arman sambilengejar Marisa.


Marisa menoleh sesaat kemudian melanjutkan langkahnya.


"Ris... Pulang bareng aku yaa.." Arman mengulang ajaknnya.


" Sorry Ar.... Aku dah janjian ma Darius. Udah dulu yaa..." Marisa melanjutkan langkahnya sedikit berlari ke parkiran.


Benar saja Darius sedang duduk di bangku pojok, tali ditemani Dinda.


Marisa menarik nafas kesal. " Kok ada dia sih.." Kata Marisa dalam hati.


Darius melihat kedatangan Marisa dari jauh. Darius berdiri, diikuti dengan Dinda juga berdiri kemudian meninggalkan Darius dan menuju motornya.


Darius menghampiriku.


" Akhirnya kamu pulang juga yaa... Tadi pak Budi kasi tugas tambahan yaa.." Darius berkata sambil tertawa kecil.


Marisa tersenyum dipaksakan.


" Iyaa."


"Kok cemberut sih... Ris ...Please deh gak usah cemburu. iyaa... Aku sayangnya ma kamu aja kok..."


"Ngapain sih dia ikut nungguin di sini. Aku sebel ngeliatnya Dar. "


"Nah kalo itu aku gak tahu... Tadi aku lagi nungguin kamu ttus Dinda nyamperin aku. Udah ah, gak usah buat aku gak mood juga ah..." Darius menggandeng tangan Marisa.


Darius iemudian mengambil motornya dan motorpun melaju dengan pelan.


" Ris.... Udah dong... Peluk aku dong.." Darius meraih tangan Marisa untuk memeluknya.


Akhirnya Marisa pun memeluk Darius.


" Nah gitu dong...Aku sayang ma kamu Ris... Sanyang banget...."

__ADS_1


"Dar... maafin aku yaa.. aku tadi tu cemburu liat kamu ngobrol ma Dinda."


" Udah gak usah cemburu. Please tolong jangan bahas Dinda lagi yaa... Aku ma Dinda gak ada hubungan apa-apa. Okey...."


" Iyaa... Taoi kamu janji yaa , kamu gak ada hubungan aoa-apa ma Dinda. Yaa Dar..."


" Iyaa sayangku... Ris...Kita mampir ke tempatnya Bayu bentar yaa... "


" Mau ngapain Dar?"


" Aku mau ambil jaketku. Ke sana bentar yaa..."


Marisa mengangguk dan memeluk erat Darius.


Bayu adalah teman Darius lebih tepatnya sahabat Darius.


Sampailah Darius dan Marisa di depan pintu gerbang rumah Bayu.


Darius menelpon Bayu dan telponpun langsung diterima.


" Ada apa Dar..." Kata Bayu di seberang telpon.


" Aku mau ambil jaketku.Kamu ada di rumah kan?"


Tak berapa lama pintu gerbang dibuka dan pak Satpam menghampiri mereka.


"Silahkan masuk Nak Darius.... Sudah ditunggu ma Den Bayu..." Kata Pak Satpam.


" Baik Pa...Makasih. Sehat Pak..." Darius memasukkan motornya dan parkir di bawah pohon mangga.


"Alhamdulillah sehat nak..."


Darius dan Marisa disambut Bayu.


" Woi... Kamu berdua pasti lapar kan .. Kita makan bareng yuk .."


"Wah rezeki Ri... Iyaa Siap Bay .. Aku juga dah lapar banhet nih." Darius menggandeng tangan Marisa mengikuti langkah Bayu.


Bayu menganjak Darius dan Marisa ke meja makan yang tampak tertata hidangan makanan yang sangat lezat menggugah selera.


" Dar ..Udah makan dah.. Ris.. Yuk... Gak usah malu...Sikatt.." Kata Bayu mempersilahkan.

__ADS_1


Kamipun makan siang bertiga.


" Bapak ma ibu mana Bay..." Tanya Darius.


" Lagi pergi ke Solo, kunjungi abangku yang kuliah di sana."


"Ooh gitu .. Iyaa yaa...Berarti hidangan ini boleh dihabisin yaa..." Kata Darius sambil tertawa dan mengambil sepotong ayam goreng lagi.


Bayu mengangguk. " Habisin dah...Biar kamu kenyang. " Bayu tertawa.


"Iih kok kamu gitu sih... Emang tadi gak sarapan yaa?" Kata Marisa.


Darius mengangguk.


" Bibi gak masuk karena anaknya lagi sakit trus mamahku cepet-cepetan mau ke kantor jadi yaa gitu lah gak sempat buat sarapan. Cuma minum coklat hangat aja." Kata Darius sambil makan dengan lahapnya.


" Ris, aku ma Darius dah biasa gitu. Kita dah sahabatan sejak kecil. Maklum papah kami teman dekat dulunya. Jadi yaa seperti saudara. Iya kan Dar..." Kata Bayu.


"Iyaa begitulah..."


Selesai makan siang, Bayu mengajak Darius dan Marisa ke kamarnya. Luas banget dah kamarnya.


"Dar... Aku ke bawah dulu yaa, ambil camilan." Kata Bayu. Darius mengangguk.


Darius duduk di dekat Marisa kemudian merangkulnya..


" Ris... Hmmm aku suka banget harum rambutmu." Darius mencium rambut Marisa.


Marisa tersenyum. " Oh iyaa?"


Darius menatap Marisa, dagu Marisa diangkat dan mata mereka bertemu.


Marisa merasakan getar-getar indah dalam hatinya, begitu juga dengan Darius.


"Ris....I love you...." Darius mencium bibir Marisa. Marisa hanya menerima sentuhan bibir Darius.


Ciuman Darius berpindah ke mata Marisa, hidung dan turun lagi kembali ke bibir. Marisa memejamkan matanya.


Marisa refleks membuka mulutnya, Darius tak mau melewatkan kesempatan. Darius mengulum bibir Marisa lembut, Marisa mulai mengimbangi. Bibir mereka semakin lincah beradu lembut.


" Ris... Kamu cantik banget..Aku hanya mencintaimu.." Kata Darius saat melepas ciumannya.

__ADS_1


Marisa terbawa perasaan dan manis kata-kata Darius membuatnya melambung.


__ADS_2