Jangan Menangis

Jangan Menangis
Darius diwisuda


__ADS_3

Hari-hari berlalu... Darius seperti biasa menemani Ria ke kampus. Cuma Darius menjaga jarak. Darius tak ingin kejadian lalu terulang lagi. Ria pun menyadari itu, Ri menghormati sikap Darius.


Hari ini Darius sangat senang karena akhirnya ia berhasil melewati sidang tugas akhirnya dan mendapat nilai bagus.


" Selamat yaa Dar... Akhirnya kamu lulus yaa.. Aku maaih deg-degan Dar. Aku besok kalau sidang seperti apa? Hmmm...." Ria membuang nafas kasar.


Darius tersenyum. " Aku yakin kamu juga pasti bisa melewatinya Ris. Aku juga tadi dibantai ma dosen, tapi yaaa syukurlah akhirnya kulewati. Kamu oasti bisa. Semangat yaah..." Darius menyemangati Ria.


Handphone Darius bergetar di saku celananya. Darius mengeluarkannya. Ternyata panggilan dari Marisa. Dariuspun menerima panggilan Marisa.


" Halloo Ris..." Darius menyapa duluan


" Iyaa hallo sayangku... Gimana tadi sidangnya? " Tanya Marisa dari seberang sana.


Darius merubah ke panggilan video, dan tersambung.


Marisa melihat ada Ria di samping Darius.


" Wah ada mbak Ria yaa...pa kabar mbak? "


Ria tersenyum dan melambaikan tangannya kemudian menjawab pertanyaan Marisa.


" Aku baik-baik saja Ris. Aku sehat."


" Syukurlah... Senang melihat mbak, seger banget wajahnya.." Kata Marisa.


" Kamu bisa aja ..Ini aku tadi nemenin Darius sidang. Gak pa-pa kan...?


" Gak pa-pa dong mbak, aku malah bersyukur Darius ada yang nemenin di sana ." Marisa tersenyum.


" Oh iyaa Ris... Aku dah lulus jadi aku akan menepati janjiku." Kata Darius.

__ADS_1


Marisa tampak senang. " Iyaa bicara itu nanti aja yaa Dar... " Kata Marisa, sambil mengedipkan matanya sebelah memberikan kode.


Dariuspun tersenyum dan mengerti.


Namun Ria mendengarnya, kemudian tersenyum tipis.


Kemudian mereka lanjut ngobrol-ngobrol bertiga lewat VC.


Sekitar setengah jam, panggilan diakhiri. Kemudian Darius mengantar Ria pulang. Sebelumnya Darius mentraktir Ria makan bakso di kantin kampus.


Darius menrasa senang karena hari ini perjuangannya selama hampir 4 tahun kuliah akhirnya berhasil lulus. Tinggal nunggu wisuda aja , bathin Darius.


Sesampainya di rumah Ria, ada kak Anton. Anton menyapa Darius.


Ria menceritakan kakaknya kalau Darius sudah berhasil dengan sidangnya. Kak Anton pun memberi ucapan selamat.


Saat Darius akan pulang, Ria memanggilnya dan memberikan hadiah coklat pada Darius.


" Makasi Ri...aku pamit pulang dulu yaa..."


Ria mengangguk sangat pelan, karena merasa agak lelah.


Darius mengendarai motornya meninggalkan rumah Ria.


Darius senang, karena sudah lulus. Darius ingin cepat-cepat wisuda trus segera menikahi Marisa.


Hari-hari pun berlalu...


Hari ini Darius di wisuda, mama dan papa Darius datang menghadirinya. Ria pun ikut menemani.


Ria memperbaiki posisi dasi Darius, kemudian tersenyum senang.

__ADS_1


"Dah cakep Dar... Dah rapi." Kata Ria.


Mama dan papa Darius tersenyum melihat perhatian Ria pada Darius.


Acara demi acara wisuda berlalu dengan meriah.


Mama dan Papa Darius tampak senang dan bahagia melihat putranya akhirnya berhasil lulus dengan nilai memuaskan.


Mama dan papah merayakan kelulusan Darius di sebuah restauran, Ria pun ikut serta.


Ria baru kenal dengan keluarga Darius namun ia merasa sudah benar-benar dekat.


" Nak Ria, kapan rencana nyusul Wisuda nih??


" Secepatnya tante. Ria juga dah bosen kuliah tan. Doain yaa tante."


Mama Darius mengangguk dan tersenyum.


Handphone Darius berbunyi, Darius pun langsung mengangkatnya karena tahu yang menelpon Marisa.


" Ris... Aku dah diwisuda. Tadi pagi." kata Darius.


" Selamat yaa Dar... " Darius langsung mengubah panggulan ke panggilan


video.


" Wah ada Tante sama Om juga..." Kata Marisa tertunduk malu.


Mama dan Papa Darius melambai menyapa Marisa. Ria pun ikutan nongol.


Sekitar setengah jam an Marisa dan Darius telponan, akhirnya diakhiri. Karena makanan ynag dipesan sudah datang

__ADS_1


Mereka menyantap makan siang mereka.


__ADS_2