Jangan Menangis

Jangan Menangis
Tak tahu harus berkata apa


__ADS_3

Setibanya di Bandung, Darius langsung menelpon Marisa. Kebetulan Marisa juga sedang inline jadi panggilanpun tersambung.


" Ris... Aku baru nyampe Bandung nih... Kamu lagi di mana?"


" Syukurlah... Aku dah di rumah kok. Ni aku lagi di kamar. Aku lagi urus skripsiku. Nambah drafnya dikit mumpung lagi mood." Marisa tertawa kecil


" Syukurlah... Semangat yaa.. Aku akan semangat juga urus skripsiku, karena aku ingin cepet kerja dan langsung menikahimu."


Mereka telponan sekitar setengah jam, telponnya terhenti karena ada telpon papah Ria masuk. Marisa menyuruh Darius untuk menerimanya dulu. Dan Marisa janji malamnya akan telpon Darius.


" Iyaa Om.. ini sy baru nyampe Bandung Om. Gimana keadaan Ria?"


" Nak... Bisa tolong langsung ke rumah sakit sekarang Nak?"


Papah Ria memberi tahu juga alamat rumah sakit, ternyata sekarang Ria sedang di ruang ICU.


Darius bergegas ke rumah sakit. Sekitar 20 menit akhirnya Darius sampai.


Kakak Ria, Anton sudah menunggu Darius di pintu masuk rumah sakit.

__ADS_1


Anton menyapa Darius kemudian mengajak Darius langsung ke ruang ICU.


" Makasi yaa Dar... Kamu mau segera balik ke Bandung."


" Iya kak " Darius merasa khawatir juga.


Sesampainya di ruang ICU, Darius langsung masuk. Darius kasihan melihat Ria yang tampak tak berdaya. Ada bermacam-macam alat sedang terpasang di badannya.


Darius mendekat dan menggenggam tangan Ria...


" Ri... Aku dah di sini. Ayo semangatlah untuk sembuh. Katanya kamu pingin cerita-cerita ma aku. Ri...Kuatlah...."


Ria perlahan membuka matanya, dan membalas genggaman tangan Darius.. Darius mengusap kepala Ria.


Darius pun sudah memberi tahu Ria kalau dia sebenarnya sudah punya kekasih namun saat Darius mengatakan itu, Ria langsung drop. Akhirnya Darius tak pernah membahas tentang kekasihnya lagi pada Ria.


Mama Ria hanya menangis, duduk di bangku di depan Ria.


Darius kemudian menceritakan tentang pengalamannya saat pulang ke kotanya. Walaupun Ria terpejam matanya, Darius tetap bercerita. Karena dia yakin Ria mendengarnya.

__ADS_1


Setelah hampir 1 jam Darius di dalam ruang ICU, mama menyuruh Darius untuk istirahat di luar.Karena mamah Ria tahu kalau Darius pasti masih lelah baru datang di Bandung.


Darius keluar dan duduk di sofa di dekat Anton yang aedang main game di HP nya.


" Dar . Kita cari makan yuk di kantin. Pasti kamu lapar." Ajak Anton.


Darius diam, kemudian mengangguk. Mereka pamit dulu ke papah Ria.


Di kantin, Anton langsung memesankan Darius nasi padang dan jus alpukat seperti yang diminta Darius. Pesananya sama. Tak lama pesananpun datang.


Sambil menikmati makannya, mereka sambil ngobrol.


Anton kemudian menceritakan penyebab Ria drop hingga masuk rumah sakit. Darius mendengarkan cerita Anton.


Setelah makanannya habis, Anton menyinggung soal perasaan Ria ke Darius. Darius diam karena tak tahu harus berkata apa.


" Bagitulah Dar... Adikku sangat sayang ma kamu. Aku tahu dari Ria kalau kamu sudah punya kekasih, jadi aku tak berharap kamu mau menerima adikku untuk menjadi kekasihmu. Tapi cukuplah kamu menemani dia, hibur Ria adikku. Aku hanya mempunyai seorang adik Dar. " Anton menghela nafas.


" Kak... Aku minta maaf, Ria jadi sakit karena aku. Tapi aku tak berniat untuk memyakiti Ria. "

__ADS_1


" Aku tahu kamu Dar. Kamu laki-laki baik, dan aku tahu kamu gak berniat menyakiti adikku. Namun seperti itulah keadaan adikku. Yang begitu lemah.... "


" Iya kak. Aku akan menemani Ria, aku akan berusaha untuk slalu menghiburnya.


__ADS_2