Jangan Menangis

Jangan Menangis
Baikan


__ADS_3

Hampir 1 jam Darius menunggu namun Marisa tak kunjung pulang.


" Maaf Nak... Marisa handphone nya gak aktif, tadi mama telpon tapi gak aktif. Nak Darius gak janjian mau ketemu?"


" Darius mau kasi surprise maa... Jadi Marisa gak tahu kalau Darius mau pulang."


Mama Marisa mengangguk kemudina menemani Darius ngobrol-ngobrol karena mamah sudah selesai masak.


Sekitar setengah jam berlalu, seorang ojek online berhenti di depan pintu gerbang. Marisa datang.


Darius langsung tampak senang.


Marisa kaget melihat keberadaan Darius yang tak memberinya kabar kalau dia akan pulang.


Marisa memberi salam dan tersenyum. Mama Marisa meninggalkan mereka berdua.


" Ris, aku seneng akhirnya bisa liat kamu."


Marisa tersemyum namun tak mengeluarkan kata sepatah pun.


" Maafin aku yaa Ris... Aku mungkin sudah membuatmu kesal. Tolong jangan diem terus dong."


Marisa menarik nafas panjang.


" Aku gak apa-apa kok Dar. Aku harus membiasakan diri untuk itu." Kata Marisa dingin.


Kemudian Darius menjelaskan permasalahannya sebenarnya. Darius menceritakan siapa itu Ria dan bagaimana hubungannya dengan Ria. Bahwa dia tak ada hubungan apa-apa dengan Ria kecuali sebatas teman.

__ADS_1


" Tapi kamu yakin Ria gak ada menaruh perasaan apa-apa padamu? Aku ngerasa dia dekat kok ma kamu, manja lagi. Hmmm."


Darius berusaha meluruskan permasalahan lagi, karena dia tahu Marisa sedang cemburu. Akhirnya Marisa bisa mengerti dan tersenyum.


Kemudian mamah Marisa mengajak Darius dan Marisa makan siang bersama. Selesai makan Darius ijin untuk pulang dulu karena belum pulang ke rumah.


Mamah tahu mereka sedang ada masalah yang perlu diluruskan. Jadi mamah mengerti kalau Darius yang setelah makan siang pamit mau pulang tapi tak kunjung pulang.


Marisa dan Darius masih ngobrol di teras.


"Katanya mau pulang, dah buruan pulang dulu sanah... Kamu juga perlu istirahat. Capek lho perjalanan jauh dari Bandung."


" Hmmm... ini ngusir yaa...? Kamu gak kangen apa?" Darius merajuk.


" Bukan gitu sayangku.... Aku juga kangen banget tahu... Cuma.."


Mariaa terdiam dan kaget.


" Udah.... Aku sekarang mau pulang dulu yaa... Aku sayang banget ma kamu Ris... " Darius melepas pelukannya.


Marisa tampak senang dan berbunga-bunga.


" Ris... nanti malam kita jalan-jalan yaa.. Aku rindu pantai. Di Bandung aku gak pernah liat pantai."


Marisa mengangguk.


Saat Darius akan pergi, Marisa memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Darius menggenggam tangan Marisa krmudian berbalik dan mengecup kening Marisa.


" I love you Ris...."


" I love you too.... Kutunggu nanti malam yaa... Hati-hati di jalan yaa..."


Darius mengangguk dan tersenyum.


Tak berapa lama ojek yang dipesan Darius datang.


" Udah yaa... aku pulang dulu. Sampai nanti." Kata Darius dan Marisa mengangguk.


Marisa senang karena semua rasa curiganya sudah terjawab. Darius sudah menjelaskan semuanya.


Sekitar jam 7 malam, Darius datang menjemput Marisa. Setelah ijin ke mama Mariaa, mereka berangkat.


Darius mengendarai motornya dengan pelan. Marisa memelek erat kekasihnya. Mereka sebela7m ke pantai melewati sekolah mereka dulu.


Mereka mengenang perjalanan mereka sebelumnya sambil terus bercerita tentang masa-masa sebelumnya.


Sebelum sampai di pantai mereka mampir ke warung bakso langganan mereka dulu.Abang bakso yang sudah kenal banget dengan mereka langsung menyambut mereka dengan senang.


" Wah kapan pulangnya nih mas? Lama banget ngilangnya." Kata abang tukang bakso.


" Nyampe tadi pagi bang.... Nih aku kangen ma cewekku ni bang." Kata Darius yang memang sudah akrab dengan abang bakso..


Darius karena orangnya luwes jadi cepet akrab dengan siapapun.

__ADS_1


Marisa memandang Darius dari tempat duduknya. Melihat tingkah kekasihnya. Marisa sadar kalau kekasihnya ganteng dan pandai bergaul. Jadi gak bisa dipungkiri kalau di Bandung kekasihnya bakal punya banyak penggemar.


__ADS_2