Jangan Menangis

Jangan Menangis
Ciuman Lembut


__ADS_3

Darius mengajakku pergi ke pantai tempat kami dulu jadian.


"Ris... Aku gak tahu kenapa aku suka sekali ke sini. Tenang suasananya... Cuma ada terdengar debur ombak aja." Kata Darius saat kami sudah duduk di bawah pohon.


Aku tersenyum sambil melihat pemandangan pantai yang begitu indah. Walaupun siang hari tapi tak terasa panas karena banyak pohon-pohon di sekitarnya.


Ada bapak pedagang asongan menjajakan kacang dan pisang rebus. Darius membeli 2 bungkus kacang.


Kemudian 1 kelapa muda utuh.


" Ris... nih minum dulu. Airnya seger dan manis lho."


Aku meminumnya. " Wah, airnya enak banget yaa..."


Kemudian kami menikmati kelapa muda dan kacang rebus sambil ngobrol-ngobrol.


" Ris... Aku sayang ma kamu, jangan buat aku cemburu lagi yaa..."


Aku mencubit hidung Darius.


" Iyaaa sayangku... Aku juga jangan dibuat cemburu yaah... Aku sayang banget ma kamu. Aku maunya kamu tu gak usah manis-manis ke cewek lain. Aku gak suka."


Darius mengambil tanganku dan menciumnya.


" Iyaaa.... Aku janji gak akan manis-manis ma cewek lain, tapi deket-deket bolehlah... Iya kan..."


"Iiih.... Tu kan.. Mulai.. Katanya sayang tapi kamu mulai lagi..Hmmm..."


Darius mencubit kedua pipiku. "Aku becanda sayangku... Aku sayang ma kamu. Maaf yaa..."


"Aku serius Dar. "

__ADS_1


"Iyaa aku juga serius." Darius berusaha meyakinkanku.


Darius mengecup keningku secara tiba-tiba membuat hatiku deg-degan.


"Hush... Gak enak dilihat orang Dar."


Darius hanya tersenyum, dan menoleh ke sekeliling.


" Gak ada yang liat Ris...He he...." Darius tertawa.


" Iihh... udahlah... Kita pulang yuk..." Ajakku.


" Kita main air dulu yuk..." Darius meraih tanganku dan mengajakku bermain air.


Kami berjalan-jalan di pinggir pantai. Darius mengukir namaku dan namanya di pasir. Kami asyik bermain pasir.


" Tu kan, celanaku basah Dar. Aku gak suka." Kataku dan berlari menjauh dari pantai agar tak kena air deburan ombak.


Darius malah berlari sambil menyiramiku dengan air. Aku terus berlari namun Darius berhasil menangkapku.


" Iih turunin Dar...Awas aku jatuh. " Aku mengalungkan tanganku di leher Darius.


Wajahku begitu dekat dengan wajah Darius. Darius menatapku. Jantungku sungguh berdebar-debar. Entah dorongan apa, Darius semakin mendekatkan wajahnya dan akupun memejamkan mataku.


Darius mencium bibirku, lembut....Ooh....Aku merasa seperti melayang..Akupun membalas ciumannya. Ada perasaan indah yang membuatku melayang.


Keresahan dan kesedihan yang kurasakan kemarin sirna, berganti perasaan cinta yang membahagiakan. Yang membuat perasaanku seperti melambung tinggi.


Aku menatap Darius. Aku tersadar dan langsung turun dari gendongan Darius.


Darius menggenggam tanganku dan berusaha memelukku.

__ADS_1


"Udah ah... Aku mau pulang Dar. Ini dah mulai sore lho. Takutnya ntar mamah marah."


"Hmmm... Aku masih ingin peluk kamu Ris."


"Hmmm... Udah cukup. Gak boleh lama-lama. Sekarang kita pulang. Yuk..."Kataku agak memaksa.


Darius akhirnya mengikuti keinginanku.Kami bergandengan tangan.


Sampai di parkiran, Darius mengambil motornya dan segera menghidupkan motornya.


Kami pulang dengan perasaan bahagia. Hilang kesedihan, kekesalan dan kecemburuan yang kemarin. Yang ada hanya rasa bahagia.


"Ris...Cium aku." Pinta Darius.


" Apa?? Kamu jangan aneh-aneh Dar. Udah kamu perhatikan jalan dengan baik. Awas salah jalur lho."


" Aku serius Ris, cium pipiku biar aku semangat. "


Akupun mecium pipi Darius sekilas.


" Makasi yaa..." Kata Darius.


Aku tertawa dan memeluk Darius dari belakang.


" Ris... Mampir ke rumah Agus bentar yaa..."


" Lain kali aja Dar... Kita pulang aja dah. yaa."


" Bentar aja Ris. Aku masih pingin peluk kamu. Aku masih kangen."


" Udah ah... besok aja yaa...Aku takut mamah marah. Iyaa Dar..."

__ADS_1


"Baiklah.... Darius menggengam tanganku yang kiri kemudian diciumnya.


Kami melanjutkan pulang ke rumahku.


__ADS_2