
Beberapa hari kemudian Ria akhirnya bisa kembali kuliah. Anton meminta Darius yang mengawasi Ria, karena Anton khawatir keadaan Ria.
Darius menjemput Ria ke rumahnya.
" Dar.. Masuk... Ria masih siap-siap tu. Kamu sudah sarapan belum?"
" Sy sudah sarapan kak. Lanjut Kak.." Kata Darius sambil duduk di teras kemudian ngobrol dengan Mang Arif, sopir pribadi papah Ria.
Tak berapa lama Ria pun keluar dan memyapa Darius dan mang Arif.
" Dah siap Ri?" Tanya Darius.
" Sudah Dar.. Kita jalan sekarang? "tanya Ria.
Darius memgangguk.. " Ayo..."
Mereka berpamitan dulu baru berangkat ke kampus. Mereka ke kampus menggunakan mobil Ria, motor Darius ditinggal di rumah Ria.
Darius membawa menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang. Karena kuliah akan dimulai satu jam lagi.
" Ri... Kamu gak pusing kan?" Tanya Darius sambil menoleh sekilas ke Ria.
" Gak Dar... Aku merasa badanku seger."
__ADS_1
"Syukurlah.."
Mereka ngobrol-ngobrol seadanya dan tak rerasa sudah sampai di kampus.
Darius membantu Ria turun dari mobil.
" Makasi Dar..." Kata Ria dna tersenyum.
Mereka berjalan berdampingan, Ria menggandeng lengan Darius.
Teman-teman mereka menyambut Ria dan menyalaminnya.
Kuliah pun dimulai, sekitar satu jam setengah kuliahpun usai. Darius mengajak Ria untuk langsung pulang karena Ria tampak agak kelelahan.
" Dar... Maaf yaa kamu jadi repot mengurusi aku. " Saat Ria sudah di dalam mobil menuju rumahnya.
Sampai di rumah Mang Arif langsung membukakan pintu untuk non Ria nya.
" Makasi Mang." kata Darius sambil tersenyum.
Darius membantu Ria turun dari mobil.
" Dar... Tolong bantu aku ke kamar yaa... Aku agak lemes." Kata Ria dan Dariuspun mengangguk.
__ADS_1
Kamar Ria yang semula di lantai 2 sekarang pindah ke lantai 1 jadi posisinya dekat dengan ruang tamu. Kamar Ria sengaja dipindah supaya Ria tak terlalu capek untuk turun naik tangga.
Sesampai di kamar Ria, Darius membantu Ria untuk ke tempat tidurnya. Namun karena Ria langsung merebahkan badannya, tiba-tiba Darius oleng dan jatuh tepat posisinya dengan wajahnya berdekatan dengan wajah Ria.
Ria dan Darius kaget karena posisinya wajah mereka sangat dekat, mata mereka bertemu. Ria menatap Darius dengan penuh cinta karena jantungnya berdetak cepat dan terasa indah.
Darius sesaat terdiam, tiba-tiba Ria memajukan bibirnya dan mencium bibir Darius. Darius awalnya diam, Ria pun mencium bibir bawah dan atas Darius bergantian.
Darius yang awalnya tak bereaksi, akhirnya tergoda dan perlahan membalas ciuman Ria. Bibir mereka saling pagut, Ria lebih agresif mencium dan ******* bibir Darius. Dariuspun membalasnya dengan ******* bibir Ria. Mereka saling menikmatinya.
Ria memeluk Darius... Darius merasakan getaran aneh yang membuatnya bernafsu. Ria kembali ******* bibir Darius, namun Dariuspun tersadar.
Darius langsung menghentikan aktivitasnya. Darius berdiri dan menjambak rambutnya.
" Maafkan aku Ri... Maafkan aku. Aku khilaf."
" Gak pa-pa Dar. Aku yang salah, kamu gak salah Dar. Aku yang salah Dar... " Ria menunduk.
" Aku minta maaf Ri... Aku pulang dulu.." Darius langsung keluar dari kamar Ria.
Kebetulan di rumah Ria sepi, Darius langsung keluar menuju pos jaga. Mang Arif menyapanya.
" Lho kok Den Darius cepet pulang.. Gak ngopi dulu ne.." kata mang Arif.
__ADS_1
" Gak mang... Makasi. Saya lagi buru-buru Mang... Lain kali yaa..." Darius langsung menjalankan motornya.
Darius merasa bersalah pada Marisa, Darius mengendari motornya dengan kencang. Terbayang wajah Marisa. " Maafkan aku Ris, maafkan aku... Maafkan aku Ris..." Darius teriak dalam hati.