Jangan Menangis

Jangan Menangis
Salah Paham


__ADS_3

Pulang sekolah aku langsung tidur. Kepalaku terasa berat.


"Sayang, kamu kenapa kok gak makan siang dulu." Kata mama. Mama duduk di pinggir kasurku dan mengusap dahiku.


" Aku lagi gak enak badan Ma... pusing banget Ma. Ris tidur dulu yaa Ma..."


"Iyaa yaa... Mama ambilkan obat dulu yaa..."


"Gak usah Ma, ntar kalo dah dipake tidur bentar paling gak pusing lagi." Kataku.


"Kalau gitu, sini mama olesi kepalamu pakai minyak oles ini yaa." Mama langsung mengoleskan minyak angin di kepalaku.


" Mama tinggal dulu yaa...."


Aku hanya mengangguk.


Aku mencoba memejamkan mataku namun tak bisa, akupun mengambil hp ku di dalam tas.


Kupikir Darius akan kirim pesan padaku tapi ternyata tidak. Aku kecewa.


Tiba-tiba Mama mengetuk pintu kamarku.


"Ris... ada Nak Darius ne di teras belakang." Kata Mama.


Rasanya sakit kepalaku langsung hilang.


" Iyaa Mah... Suruh tunggu bentar Ma."


Langkah kaki mama menjauh dari kamarku.


Aku cuci muka dulu trus mengoles pemerah bibir sedikit supaya tak tampak pucat. Aku menuju teras belakang.


Aku melihat Darius sedang bermain dengan Snowy kucing putihku.


" Hai..." Sapaku.


Darius menoleh ke arahku dan mengeryitkan dahinya.

__ADS_1


Hmmmm.... Senyum kek sedikit, bathinku.


" Aku buatin minuman dulu yaa...Mau teh hangat atau es jeruk?" Tanyaku.


" Gak perlu, aku lagi gak haus." Jawab Darius Datar.


Aku kemudian duduk di di dekat kolam. Darius kemudian duduk di dekatku. Aku menoleh.


" Dar.. Ada apa sebenarnya? Kok pesanku cuma kamu baca aja, gak dibalas."


" Hmmm ...."


"Jawabin aku dong...Aku pusing lho kalo kamu seperti ini."


Darius menatapku. " Bukannya kamu senang. Kan banyak cowok-cowok nemenin kamu terus. Ketawa ketiwi terus kerjaanmu."


Aku menatap Darius.


" Kok ngomong gitu? Serius aku sakit lho kalau kam7 cuekin seperti itu." Kemufian aku menunduk lesu.


Darius mengangkat daguku.


Aku mengangguk.


"Liat aku dong." Kata Darius dengan suara gak galak lagi.


Aku mendongakkan wajahku. Darius tersenyum. "Aku sayang kamu Ris. Tapi kamu suka cuekin aku palagi kalau dah bareng Arman tu. Hmmm... Kamu sepertinya happy banget."


Aku tersenyum. " Hmmmm berarti kamu tu ceritanya lagi cemburu nih..."


Darius senyum dan tatapan sejuknya membuat jantungku deg deg ser.


Tiba-tiba Darius mengecup keningku. Ada perasaan indah dalam hatiku, berbunga-bunga.


" Aku sayang kamu Ris."


"Aku juga sayang kamu. Tapi ngapain sih kamu sering ngobrol ma Dinda? Bikin aku bete aja tahu. Ke kantin berdua lagi. Hmmmm ..." Aku memanyunkan mulutku

__ADS_1


Darius tertawa.


"Iiih bukannya jelasin tapi malah ngetawain. Kamu tu gimana sih!"


Darius kemudian memelukku, namun karena aku masih kesal aku memukul dadanya pelan.


Darius mencium rambutku.


"Kamu cemburu yaa?" Tatapan mata Darius sangat dekat.


Tiba-tiba, Darius mengecup bibirku. Aku merasa seperti melayang-layang.


" Iih kamu...Awas dilihat mama lho."


Darius melotot... " Oowh...."


Aku tertawa melihat tingkahnya.


"Ris... keluar yuk... Kita jalan-jalan. Yuk..." Pinta Darius. Darius melepas pelukannya dan duduk di depanku.


"Ah panas... Diam di sini aja dah."


" Ayolah, aku kangen banget ma kamu. Iyaa Ris. Please..." Darius menggenggam tanganku.


Aku tersenyum, aku mengangguk.


"Aku ijin ma Mamah dulu yaa... " Kataku dan Darius mengangguk.


Aku kemudian mencari mama di kamar untuk minta ijin. Mamah mengijinkan namun sebelumnya meledekku.


"Hmmm yang sudah baikan... Iyaa nanti pulangnya jangan terlalu sore yaa Ris."


"Iya mah..." Aku kemudian mengganti baju fan bersioa pergi.


Darius pamit ke mamah.


Aku bahagia sekali ternyata Darius lagi cemburu makanya bersikap cuek.

__ADS_1


Kupeluk erat Darius dari belakang. Dan kubisikkan di telinganya. " Aku sayang banget ma kamu...."


__ADS_2