
Keesokan harinya Darius menjemput Marisa. Meraka berangkat ke sokolah dengan wajah ceria. Meraka bahagia.
" Ris... ngomong-ngomong besok setamat sekolah ini kamu beneran mau ngelanjutin kuliah di sini?" Tanya Darius.
" Iyaa..."
" Trus kita gimana dong? Papaku nyuruh aku kuliah di Bandung. Kamu ke Bandung juga lah... Yaa..."
" Gak bisa Dar... Ortuku gak ngijinin aku kuliah di luar. "
" Berarti kita LDR an dong... Hmmm..." Darius menarik nafas panjang.
Marisa tak tahu akan menjawab apa.
" Ris... Aku inhin kamu kuliah di Bandung juga baeeng aku "
" Iyaa Dar... Aku juga pinginnya begitu. Tapi papa gak ngijinin. Gimana kalau kamu aja yang kuliah di sini?"
" Ooh gitu yaa... Coba nanti aku minta ke Papaku, smoga dikasi. Tapi kayaknya gak bakal dikasi Ris, soalnya Papaku inginnya aku kuliah di Bandung karena masih ana nenekku di sana. Jadi biar sekalian nemenin nenek."
" Ooh gitu... Iyaa udah mau gimana lagi... Terpaksa kita memnag harus LDR an... "
Darius tak menjawab.
" Dar... Aku berharap kamu bisa menjaga hatimu di sana yaaa...."
Darius menggenggam tangan Marisa, kemudian diciumnya.
" Ris.... Aku sayang banget ma kamu...Kamu harus percaya itu."
"Iyaa Dar... Aku juga sayang banget ma kamu."
__ADS_1
Marisa merasa senang mendengar ungkapan hati Darius. Dia merasa lebih tenang.
Tak terasa mereka sampai di pintu gerbang sekolah. Darius memarkir motornya. Kemudian jalan bareng Marisa berdampingan.
" Hai... " Dinda menyapa dan berjalan beriringan, Darius di tengah.
"Hai juga..." Darius menyapa balik.
Marisa menghela nafas. Ada perasaan cemburu. Darius menggenggam dltangan Marisa, Marisapun agak lebih tenang.
Mereka berpisah di depan kelas Marisa.
"Ris, nanti pulang tunggu aku yaa..." Kata Darius dan melanjutkan langkahnya setelah Marisa mengangguk.
Darius berjalan berdua sengan Dinda karena mereka satu kelas.
Marisa mengintip dari jendela kelasnya... Hmmm ... Marisa masuh cemburu.
Tanpa Marisa sadari ada yang sedang memperhatikannya. Arman, teman sekelas Marisa yang sering memberi perhatian ke Marisa.
" Kamu jangan deket-deketan ma Dinda yaa...Please...Aku cemburu." Isi pesan Marisa.
Darius langsung membalas..." Siap ratu hatiku..."
Marisa tersenyum.
" Wah...ada yang sedang senyum-senyum sendiri nih... Lagi bahagia yaa .." Arman mengagetkan Marisa.
Marisa tersenyum.
" Ris... Aku nanti pinjam catatan Matematika mu yaa... Aku gak sempat catat kemarin."
__ADS_1
" Iyaa Ar... siap... Nanti bisa kamu bawa pulang."
Bel tanda pelajaran dimulai pun berbunyi.
Pelajaran berlangsung tenang....
Tak terasa jam pupangpun berbunyi.
" Ris, tu cowok pujaanmu dah nungguin. " Kata Nina.
Marisa tersenyum bahagia dan melihat ke jendela. Ternyata benar ada Darius sedang berdiri dekat jendela.
Marisa melambai, Dariuspun tersenyum.
Marisa bergegas.
" Nin... Aku duluan yaa..."
" Iyaa Ris... Hati-hati di jalan yaah... Pegangan, peluk Darius ntar lepas lho..." Nina menggoda Marisa.
Marisa tersenyum bahagia..." Siapp..." Kata Marisa.
Marisa menghampiri Darius, hatinya berbunga-bunga. Darius menggandeng tangan Marisa menuju parkiran motor.
Belum sampai parkiran, ada yang memanggil Darius.
" Dar, tunggu." Suara perempuan yang sudah tidak asing di telinga Marisa. Marisa menghela nafas. " Dia lagi dia lagi.... Batin Marisa.
" Ooh kamu Din..." Darius melanjutkan langkahnya sambil terus menggandeng tanganku.
" Nih... Thanks yaa...." Dinda menyodorkan polpun pada Darius.
__ADS_1
" Ooh iyaa Din..." Pulen itu diambil Darius.
Akhirnya mereka berjalan bertiga lagi. Marisa tampak merasa kesal lagi. Darius seolah tahu apa yang berkecamuk dalam hati Mairisa, Darius mempererat genggaman tangannya.