
Marisa mrrasa kasihan pada papah Ria. Dia mendengar suara papah Ria yang minta tolong pada Darius untuk pulang. Sudah pasti dikaeenakan keadaan Ria.
Darius hanya diam dengan tatapan lurus ke depan.
" Dar .. sebaiknya nanti sore kamu balik ke Bandung. Kasian Ria, dan kasihan juga kedua orang tua Ria. Pasti mereka sedang sangat khawatir dengan keadaan anaknya."
Darius menoleh dan mengelus pipi Marisa.
" Aku sayang kamu Ris. Aku bingung Ris."
Marisa menggenggam tangan Darius dan tersenyum.
" Apa yang kamu bingungin Dar?"
"Aku tak ingin semua nantinya menjadi rumit Ris. Aku tak ingin Ria berharap padaku. Kamu bisa ngertikan arah pembicaraanku." Darius mengecup tangan Marisa
Marisa menatap wajah Darius. Tatapan mata mereka bertemu. Marisa melihat ketulusan cinta dan kesetiaan Darius.
Sejak menjadi kekasih Darius, baru kali inilah Marisa merasa sangat percaya akan cinta dan kesetiaan Darius padanya.
" Dar .. Aku sayang ma kamu, sangat sayang. Jujur Dar, baru kali ini aku merasa sangat bahagia. Aku bahagia karena bisa merasakan ketulusa cinta dan kesetiaan mu padaku."
Darius ingin mengecup kening Marisa.
" Hus... Kita lagi di gelanggang olahraga ne Dar. Kamu gak liat apa?" Marisa tersenyum.
Darius yang tersadar langsung mentoel pipi Marisa.
" Aku sayang kamu Ris. Kamu harus percaya kalau aku tu sayang banget ma kamu. "
__ADS_1
Marisa mengangguk.
" Ris, pulang yuk...Hari dah mulai panas." Ajak Darius.
" Iyaa Dar ... Tapi aku mohon baliklah ke Bandung. Yaa...Aku tak ingin Ria kenapa-kenapa. Please....Aku percaya ma kamu."
"Iyaa Ris, tapi kamu janji untuk tetap sayang dan setia ma aku yaaa... Aku ingin cepat-cepat meminangnyamu jadi istriku."
" He he... Beneran mau meminangku? Aku kan gak cantik Dar..."
" Kamu oarang tercantik yang paling aku sayang Ris. Aku janji untuk segera selesein kuliahku, kerja trus kita nikah yaa..."
Marisa mengangguk.
Krmudian Darius dan Marisa pulang dari gelanggang. Dan mereka sepakat Darius pulang nanti sore.
Sesampainya di rumah Marisa, Marisa mengajak Darius duduk di halaman belakang karena lebih adem.
Darius langsung meminum es jeruknya. " Segerrrr ..Makasi yaa Ris."
Marisa meneguk es jeruknya. Kemudian Darius memakan rujaknya, sepotong mangga diambilnya dan Darius menyuapi Marisa. Marisa tersenyum dna memakannya.
Mama Marisa yang melihat kemesraan anaknya tampak senang.
Darius yang sadar ada Mama Marisa langsung memberi hormat.
" Maaf tante... Ini rujaknya enak Tan... Tante mau cicip?"
Mama tersenyum. " Hmmm sepertinya enak, Tante cicio yaa... " Mama mencicip rujaknya.
__ADS_1
Setelah itu mereka ngobrol bersama.
" Nak Darius japan balik ke Bandung?" Tanya mama.
" Hmm... belum tahu ni Tan...Maunya sih lama-lama di sini, masih kangen ma ne Tan.." Darius melirik ke Marisa.
Mama Marisa tersenyum. Dan Marisapun tersenyum bahagia menatap Darius.
" Kayaknya Darius balik nanti sore ma..."
" Lho kok cepet sekali." Mama mengarahkan pandangannya ke Darius.
Darius tak menjawab, ia meminum es jeruknya.
" Darius lagi ada yang harus diurus di sana Mah..." Marisa membantu Darius menjawab pertanyaan mamahnya.
" Ooh ... Iyaa yaa... Mama doakan smoga urusannya cepet kelar yaa..."
Darius menganggguk dan mengaminkannya.
Meraka bertiga lanjut ngobrol tentang banyak hal. Tentang kuliah, kuliner Bandung dan sebagainya.
Sekitar satu jam berlalu, Darius pamit pulang akan siap-siap untuk balik ke Bandung.
Sebelum pulang, Darius minta ijin ke mama Marisa untuk mengajak Marisa mengantarnya ke bandara. Dan mamapun menyetujuinya.
Sorepun tiba, Darius dan Marisa sudah ada di bandara. Pak Sopirnya Darius menunggu di mobil.
" Ris... Sebentar lagi aku berangkat, kamu baik-baik yaa di sini. Jangan gak angkat telponku! Dan percayalah padaku. Aku sayang banget ma kamu. " Darius berdiri di hadapan Marisa.
__ADS_1
" Iyaa Dar... Kamu juga baik-baik di sana yaa... Aku sayang ma kamu dan aku juga percaya ma kamu. Pergilah..." Marisa mencium tangan Darius dan Dariuspun memeluk Marisa dengan sayang. Kemudian mencium keningnya.