Jangan Menangis

Jangan Menangis
Janji menikahi Marisa


__ADS_3

Ria menelpon Darius namun tak juga tersambung. 3 kali panggilan namun tetap tak tersambung. Ria merasa gelisah, dadanya terasa sesak. Ria mengatur nafas dan detak jantungnya.


Tak berapa lama, masuk panggilan dari Darius. Ria langsung menerimanya.


" Hallo Ri... Ada apa? Tadi aku lagi di kamar mandi." Kata Darius mulai pembicaraan.


" Dar, aku hanya ingin minta maaf atas kejadian tadi. Maafin aku yaaa..."


" Aku yang minta maaf Ri... Cuma aku merasa bersalah pada Marisa. Sudahlah... Gak usah bahas itu lagi yaa... Aku gak mau merusak kepercayaan yang sudah Marisa berikan padaku."


Ria mendengarkan kata-kata Darius.


" Ri... Maafin aku yaa...Aku khilaf. Sekali lagi maafkan aku ."


" Akub6ang minta maaf Dar. Aku yang memulai nya. Kamu gak salah."


" Hush .. Sudahlah... Please tolong jangan bahas itu lagi yaa... Kamu sekarang istirahat yaa...Aku mau tidur Ri. Kepalaku cenat cenut nih. Udahan dulu yaa.."


" Iyaa Dar... Tidur dah yaa, mat istirahat." Ria kemudian mengakhiri panggilan.


Darius sebenarnya tidak mau mengangkat telepon Ria, Darius hajya beralasan saja mengatakan dirinya sednag di kamar mandi. Namun Darius kepikiran kalau yelponnya tak diangkat ntar Ria kambuh lagi sakit jantungnya.


Darius menelpon Marisa, Marisa menerima panggilan teleponnya.

__ADS_1


" Hai sayang... Aku kangen..." Darius mengawali menyapa.


" Aku juga, kangen banget ma kamu Dar. Aku kepiran dari tadi pagi." Kata Marisa.


"Oh iyaa? Kepikiran kenapa?" Tanya Darius


" Semalam aku mimpiin kamu. Kami ninggalin aku. Aku nangis sejadi-jadinya... Aku gak mau kehilangan kamu, aku sayang ma kamu Dar."


Darius langsung mengubah ke panggilan video, Marisa menerimanya.


Benar juga, Darius melihat Marisa menangis.


" Lho kok beneran nangis? Ris..."


Marisa menangis sesegukan.


Marisa menghapus air matanya, kemudian menatap Darius.


" Dar... jawab jujur yaa... Kamu setia ma aku kan..."


Darius tersentak dengar pertanyaan Marisa.


" Iyaa sayang... Aku setia ma kamu, aku hanya menyayangi kamu."

__ADS_1


" Bener yaa Dar... Aku bisa pegang kata-kata mu kan...."


Darius mengangguk." Percayalah, dan pegang kata-kata ku. Pokoknya aku tamat kuliah, aku langsung nikahin kamu. Titik. Walaupun aku belum dapat kerja, aku tetap akan langsung menikahimu.'


" Bener Dar..." Marisa tersenyum bahagia mendengarnya.


Darius memgangguk.


" Eh tapi masak kita nikah sementara kamu belum bekerja? Trus kita mau makan apa? "


" Itu nanti biar papaku yang urus. Pokoknya aku mau langsung nikahin kamu. Hmmm..." Darius tampak berfikir.


" Kenapa Dar?" Tanay Marisa.


" Kamu seperti ragu untuk kunikahi, apa karena aku gak berkerja yaa... "


" Gak kok... Aku bahagia kalau kamu mau nikahin aku, walaupun kamu belum bekerja. Sekarang aja aku mau." Kata Marisa menantang.


" Wah kalau sekarang pastilah orangtua ku dan orangtuamu gak bakalan merestui pernikahan kita. Kamu sabar yaa, aku akan nikahin ku saat aku dah jadi sarjana. Tunggu aku yaa...".


" Iyaa sayang... Aku akan menunggumu."


Marisa sudah tak bersedih lagi, bergajti dengan wajah bahagia.

__ADS_1


Darius tak menyinggung kejadian tadi siang bersama Ria. Namun Darius berjanji untuk tak akan memgulangi itu lagi. Darius akan lebih membatasi diri perihal hubungannya dengan Ria.


Darius ngobrol lama dengan Marisa.. Mereka melepas rindu walaupun hanya lewat telepon dan VC.


__ADS_2