Jangan Menangis

Jangan Menangis
Ria Sadar


__ADS_3

Darius menginap di rumah sakit, itu permintaan kakak Ria. Biar adabyang menemani.


Darius menatap wajah tirus Ria yang putih bersih. Ada perasaan iba dalam hati Darius.


Sekitar jam 11 malam saat Darius mngelus rambut Ria tiba-tiba Ria secara perlahan membuka matanya.


Darius kaget bukan maen.


" Ri...syukurlah kamu dah sadar."


Ria tersenyum lemah.


Anton, kakak Ria yang tadinya tidur langsung bangun dan menghampiri Ria saat mendengar Darius berbicara.


" Dek... Kamu dah sadar? Yaa Tuhan... Makasi Tuhan..." Anton langsung mencium kepala Ria.


"Kak... Maafin adek yaa... adek ngerepotin semua. Kamu kapan balik ke sini Dar?" Ria menatap Darius.


" Aku baru nyampe Bandung kemarin malam Ri."


" Maafin aku yaa Dar... Liburanmu jadi terganggu karena aku. " Ria meneteskan air mata.


Darius menghapus air mata Ria.


" Sudah jangan nangis Ri.... Yang penting sekarang kamu dah sadar, aku senang banget. Semua nungguin kamu Ri. "


Ria mengangguk.

__ADS_1


Kemudian Anton memanggil Suster dan memberitahukan keadaan Ria yang baru saja sadar.


Suster langsung memeriksa keadaan Ria kemudian melaporkan keadaan Ria ke dokter.


Mama dan Papah Ria juga dikabari Anton kalau Ria sudah sadar. Mamah dan papah sangat bahagia.


Keesokan harinya mamah diantar papah datang ke rumah sakit pagi-pagi sekali. Mamah langsung memeluk Ria.


Papah Ria tak lama karena harus segera ke kantor. Anton berangkat bersama Papahnya menggunakan mobil masing-masing.


Tinggallah Darius dan Mamah yabg menemani Ria di rumah sakit.


Ria merasa bahagia sekali melihat laki-laki yang dipujanya ada di dekatnya.


Sebenarnya Darius tak tenang, karena Darius yang ingin menelpon Marisa malamnya tak jadi telepon karena keadaan yang tak mengijinkan.


" Nak Darius... Kalau nak Darius mau balik dulu gak pa-pa balik lah dulu. Nanti siang atau sore balik lagi ke sini. "


" Iyaa... tapi sarapan dulu yaa .. Tante sudah siapkan dari rumah."


Darius kemudian sarapan nasi goreng.


Selesai makan Darius pamit untuk pulang dulu dan berjanji nanti sore balik lagi ke rumah sakit.


Setelah bersalaman dengan mamah Ria, Dariuspun pulang. Namun sorenya Darius sudah balik lagi ke rumah sakit.


Tadi waktu perjalanan ke rumah sakit, Darius menyempatkan diri menelpon Marisa. Darius meminta maaf karena semalam tak jadi menelpon, karena keadaan tak memungkinkan.

__ADS_1


Marisa mengerti keadaan Darius. Dan tak marah sedikitpun, bahkan Marisa bahagia karena Ria sudah sadar dan keadaannya membaik.


Darius masuk kamar inap Ria dengan senyum manisnya. Ria menyambutnya.


" Dar... Sini Dar ..." Darius langsung mendekat ke tempat tidur Ria.


" Sudah enakan Ri?"


" Aku dah membaik Dar. Kata mamah nanti sore atau besok pagi aku sudah diperbolehkan pulang."


"Wah syukurlah Ri... Makanya sekarang kamu habisin tu buburnya biar ada tenagamu. Yaa.. Ne aku suapin." Kata Darius sambil menyuapi Ria.


Ria tampak bahagia sekali, dia makan dengan lahapnya.


Mamah Ria yang melihat Ria penuh cinta menatap Darius , tersemyum.


" Anakku sudah bukan anak kecil lagi. Sembuhkanlah dia Tuhanku. " Mamah Ria menitikkan air mata.


" Dek... Mamah tinggal dulu bentar yaaĆ  ..." Mamah Ria keluar membeli camilan.


Tinggalah Darius dan Ria berdua.


" Dar... Maafin aku yaa ..Aku gak enak ma cewekmu. Pasti dia marah dan kesal ma aku yaa..."


" Gak pa-pa Ri... Yang penting kamu sehat. Dan Cewekku gak marah sedikitpun. "


" Ooh iyaa... Cewekmu gak marah?"

__ADS_1


" Iyaa... Udah, kita bahas yang lain aja yaa... Sekarang kamu harus semangat untuk benar-benar sembuh. OK .."


Ria tersenyum dan mengangguk.


__ADS_2