
Marisa duduk di meja belajarnya. Ia berusaha konsentrasi ke buku yang sedang dibaca, namun tak bisa.
Marisa masih kepikiran kata-kata Darius di pantai tadi. Marisa tak ingin terjadi apa-apa di Ria. " Aku harus membujuk Darius untuk balik ke Bandung besok." Bathin Marisa.
Namun di satu sisi, Marisa masih kangen ma Darius.
"Huh!!!! " Marisa menghela nafas kasar.
Marisa mengambil handphonenya dan memandangi foto-foto yang tadi diambilnya saat di pantai bersama Darius.
Marisa memuji ketampanan kekasihnya. Betapa tidak, Darius yang tak hanya tampan tapi postur tubuhnya yang tinggi, tegap dan mempunyai dada yang bidang pastilah membuat perempuan tertarik untuk menjadi kekasihnya.
Telpon pun berdering, panggilan dari Darius. Marisa menerima panggilannya.
" Ris... Kamu belum tidur?"
" Belum Dar...Ada apa?"
" Aku kangen Ris, besok kita lari pagi mau yaa...Kita ke gelanggang."
"Hmmm... Mau gak yaa..." Marisa tersenyum.
" Ayolah.... Pokoknya besok pagi-pagi aku jemput kamu. Aku mau setiap saat dekat kamu. Okey..."
Marisa tertawa. " Wah, ini maksa namanya. Dar, ne aku tidurnya aja dah tlat, aku gak tahu aku bisa gak bangun pagi besok."
" Pokoknya besok aku ke sana, aku yang bangunin. Udah, sekarang kita tidur yaa... Biar besok bangun pagi dan fresh." Dah yaa... I love youuu... mmmmuach..."
" Hmmm iyaa yaa, aku usahain. I love you too... " Telponpun berakhir.
Marisa dan Darius kemudian tidur.
Pagi-pagi buta, Darius sudah sampai di rumah Marisa.
Mama Marisa bangunnya pagi banget, jadi saat Darius menekan bel, mama sudah membukakan ya pintu.
Mama mempersilahkan Darius duduk setelah Darius mengutarakan niatnya untuk ngajak Marisa olah raga pagi ke gelanggang.
__ADS_1
Saat mama membangunkan, marisa sontak kaget dan langsung melihat jam dinding.
" Duh mah, Darius dah datang yaa?"
"iyaa sayang... Sana buruan siap-siap."
Marisa langsung masuk kamar mandi kemudian bersiap. Marisa memakai setelan celana training dan kaos putih lengan panjang.
Setelah siap, Marisa langsung ke ruang tamu.
" Wah... beneran dah siap... aku juga dah siap kok. " Kata Marisa menyapa Darius.
Darius memandang kekasihnya.
Mereka berpamitan ke mama Marisa kemudian mereka pergi menuju gelanggang olahraga yang letaknya cukup jauh dari rumah Marisa.
Diperjalanan, di atas motor. Marisa memeluk Darius, dan Darius menggenggam tangan Marisa.
" Mimpiin aku gak semalam?'
Marisa menggeleng." Kamu?'
Marisa tertawa ... " Iiih bohong..."
" Gak beneran, aku mimpi menikahimu. Aku berharap aku cepet kelar kuliah biar bisa ceoet cari kerja trus kita menikah deh. Kamu doa juga yaa sayang..."
" "Iyaa Dar....aku usahakan 1,5 tahun lagi aku bisa wisuda. Aku juga pingin cari duit dulu. Kamu juga gitu... Kerja, kumpulin duit dulu biar kita tu gak ngerepotin orang tua. Nah, klo fah mapan barulah kita menikah."
" Lama dong. Aku maunya kita tamaat kuliah kita langsung nikah. Gitu aja."
Perdebatan seputar rencana pernikahan membuat tak terasa akhirnya Marisa dan Darius sampai di gelanggang.
Setelah memarkir motornya, mereka joging berdua. Detelah 4 putaran, Marisa sudah mulai lelah. Sementara Darius masih sanggup melanjutkan.
" Ris, kalau kamu capek ,dah istirahat aja di sini. Iyaa..."
Marisa menggeleng. " Aku mau ikut kamu.Jogingnya dilambatinn aja yaa .."
__ADS_1
" Iya sayangku..." Darius tersenyum.
Meraka lanjut joging.
Handphone Darius berbunyi, ada panggilan dari Ria.
Darius menghela nafas.
" Angkatlah...Mungkin penting." Kata Marisa.
Darius menatap Marisa, Marisa refleks mencium pipi Darius.
Dariuspun mengangkat telpon Ria, namun dispeaker supaya Marisa juga dengar.
" iyaa haloo Ria..."
" Nak... Ini om, papahnya Ria. Nak Darius di mana?"
Marisa dan Darius berpandangan.
" Ooh Om... Mat pagi Om. Darius lagi mudik Om. Gimana Om?"
" Hmm kapan balik Nak..."
" Seminggu lagi Om, soalnya ada urusan. Ada apa Om?"
" Om minta tolong, baliklah ke Bandung besok nak.. Ria masuk RS semalam. Tolong yaa Nak."
Darius terdiam.
" Nak Darius...Om minta tolong Nak. Om takut terjadi apa-apa pada Ria. Tolonglah..." Papah Ria memohon.
Marisa memberi kode mengangguk, agar Darius mengiyakan Papah Ria.
" Hmm nanti sy kabari lagi yaa Om.."
" Iyaa Nak.. Tolong yaa..."
__ADS_1
Telponpun berakhir.