Jangan Menangis

Jangan Menangis
Ria membaik


__ADS_3

Setelah memijit neneknya, Darius kembali ke kamarnya. Darius tak bisa tidur, dia memperhatikan langit-langit kamarnya.


" Kenapa jadi begini? Semua begitu tiba-tiba...Aku tak mungkin memenuhi keinginan orangyua Ria. Aku tak mencintainya, aku hanya mencintai Marisa." Darius berkata dalam hati.


Perang bathin berkecamuk dalam hatinya. Di satu sisi, Darius kasihan melihat keadaan Ria namun di satu sisi Darius tak mungkin menikahi orang yang tak dicintainya.


Darius kemudian mengambil handphonenya. Dipandanginya foto-foto nya bersama Marisa waktu di pantai. Darius senyum-senyum sendiri.


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, Darius ingin menelpon Marisa namun takut mengganggu jam istirahat Marisa. Apalagi dilihat dari waktu terakhir terlihat online 4 jam lalu.


Darius duduk di depan jendela kamarnya. Darius tak bisa tidur.


Perasaan rindu dekat dengan Marisa hangat menghampiri. Darius mengirim pesan ke Marisa," Aku rindu kamu Ris... Saat ini aku ingin di dekatmu."


Darius mengirim pesannya ke Marisa kemudian lanjut duduk menatap langit yang semakin gelap. Malam semakin larut, akhirnya Darius tertidur sambil duduk bersandar.


Di seberang sana ....


Marisa bangun subuh-subuh, dan melihat handphonenya. Ada pesan masuk, tampak di notifikasinya.


Marisa membuka pesannya, ternyata dari Darius. Marisa tersenyum senang, dan membuka pesan Darius. Marisa tersenyum senang namun sekaligus kepikiran.


Marisa langsung membalas pesan Darius.

__ADS_1


" Maafin aku yaa Dar .. Semalam aku cepet tidurnya, aku ngantuk banget... Love you..."


Setelah pesan dikirim, Marisa membantu ibunya bersih-bersih rumah kemudian bersiap untuk kuliah. Karena ada kuliah pagi.


Darius bangun kesiangan. Baru bangun, Ia langsung membuka pesan di handphone nya.


Darius merasa seneng karena ada pesan dari Marisa. Darius senyum-senyum sendiri membacanya. Kemudian ia lanjut mandi dan bersiap ke kampus.


Selesai kuliah, Darius langsung ke rumah sakit. Mamah Ria menyambut Darius dengan senyuman. Darius langsung menuju tempat tidur Ria, dan tersenyum.


" Dah siang.... Ayoo semangat, bangun...Aku dah dateng nih." Bisik Darius di telinga Ria.


Mamah tersenyum lihatnya, mamah melihat ketulusan Darius menyayangi anaknya Ria. Mamah tahu kalau Darius sayang ke Ria hanya sebatas hubungan sahabat. Mamah menghela nafas.


Sekitar jam 1, Ria terbangun.


" Ma... Aku haus..."


" Wah kamu dah bangun rupanya...Ne minumlah" Darius yang mendengar Ria memanggil mamanya minta minum langsung bangun dan mengambilkan air minum untuk Ria.


Ria tersenyum dan menatap Darius.


" Kamu nggak kuliah ya...." tanya Ria.

__ADS_1


" aku kuliah jam 10.00 tadi Ri... pulang kuliah aku langsung deh samperin kamu ke sini." Darius tersenyum. Ria tersenyum juga.


" Makasih yaa..."


Anton datang kemudian duduk di sebelah mamanya. Anton pun tak lupa menyapa Darius. Setelah ngobrol dengan Anton sebentar mamah langsung pulang untuk istirahat.


Anton melihat ketulusan Darius merasa terharu.


Darius menyuapi Ria makan. Mereka ngobrol bertiga.


Hari berlalu, ini sudah hari ke 9 Ria dirawat di rumah sakit. Keadaan Ria semakin membaik


Mamah dan Papah Ria sangat bahagia melihat Ria sudah bisa tertawa saat Darius menceritakan hal-hal


lucu yang terjadi tadi pagi di kampus.


" Makanya Ri... Ayooo cepet sembuh dong...Biar kita bisa ke kampus bareng. Temen-temen kangen ma kamu." Kata Darius memberi semangat ke Ria.


Ria tersenyum.


" Aku janji, kalau kamu sembuh, aku bakal jemput kamu berangkat kuliah setiap hari. ";


" Bener yaa... Janji."

__ADS_1


" Janji!"


__ADS_2