
Pagi ini Marisa menunggu Darius untuk menjemputnya, karena semalam Darius menelpon akan berangkat sekolah bareng.
"Sayang... Jam berapa Nak Darius mau jemput kamu? Ini sudah jam 7 lebih lho. Kamu gak terlambat? " Ibu duduk di depan Marisa setelah selesai menyapu halaman.
Marisa menarik nafas dan menggidik kan bahunya tanda tak tahu.
Hmmm.... Ibu menggela nafas.
"Ris... Kamu tu ma Nak Darius pacaran seperti apa si? Sebentar baik sebentar berantem. Trus kamu tu kalau sudah berantem ma Darius pasti sakit kepala lah kalau gak sakit perut lah. Hmmm...."
"Udah ah... Mama ni masak sih pagi-pagi aku diceramahin sih...Hmmm..." Marisa memonyongkan mulutnya.
" Sayang.... Mamah sayang ma kamu... Mama gak mau kamu tu kecewa terus ganggu sekolahmu. Baik-baik yaa sayang..." Mamah menasehati Marisa.
" Iyaa Mah..." Marisa memeluk mamanya
Tak berapa lama akhirnya Darius datang juga.
Mereka berpamitan pada Mamah akan berangkat ke sekolah.
" Ris... Sorry aku telat. Mamah tadi marah yaa.."
" Iyaa gak apa-apa. Telat dikit, bisa kita jos. Oh iyaa mamah gak marah cuma pesen mamah besok darengnya pagian supaya gak buru-buru." Kata Marisa.
"Okey.... Aku usahakan."
Motorpun melaju lebih kencang kebetulan Darius mengambil jalur pintas yang lebih lengang.
Sekitar 15 menit kami sudah sampai di sekolah.
" Ris, nanti pulangnya tunggu aku yaa..." Kata Darius saat di parkiran dan Marisa mengangguk.
__ADS_1
Tak sengaja Marisa melihat Dinda sedang memarkir motornya 3 blok dari motor Darius yang di parkir. Sepertinya Darius tidak melihat Dinda.
Setelah selesai parkir Datius menghampirku.
" Yuk."
Aku menggandeng lengan Darius, lanjut jalan menuju kelas.
Kelas Marisa dan Darius berhadapan.
" Ris, udah yaa... nanti tunggu aku pulangnya di sini aja yaa." Kata Darius sebelum mereka berpisah.
Marisa mengangguk.
Di pintu kelas, Arman berdiri dengan tatapan kesal.
" Hmm... Berangkat bareng Darius yaa.' Kata Arman.
" Pantes telat. Hmmm..." Arman menyedekapkan kedua tangannya.
Marisa diam dan berusaha untuk masuk kelas dulu.
Belum juga Marisa duduk, HP nya bergetar tanda pesan masuk. Pesan dibuka karena ternyata dari Darius.
" Ris, ngapain tu Arman?!!!" Ditambahin dengan emot marah. Isi pesan Darius.
Marisa tersenyum dan membalas pesan Darius.
" Gak ada sayangku.... Dia cuma menyapa biasa aja. Love love you...."
Masuk balasan " Ooh yaa...Inget jangan macem-macem! Aku gak suka!!!"
__ADS_1
" Siap....Udah dulu yaa...aku giliran piket hari ini. Aku bantu Nina bersihin kelas dulu. Sampe nanti yaa..."
Marisa sampai di bangkunya dan langsung menaruh tasnya.
" Nin... sorry aku telat. Aku sapu lorong bagian ujung tu yaah...." Marisa mnyapa Nina yang sedang sibuk menyapu.
" Iyaa Ris... Bagian sini dah beres."
Marisa mrnyapu dan membersihkan meja guru.
"Ris...Ne coklat buat kamu." Arman mengeluarkan coklat dan memberikannya padaku.
" Makasih. Tapi bisa tolong pegangin dulu Ar. Tanganku masih kotor ne." Kata Marisa yang masih menyelesaikan mrnyapu.
Arman memperhatikan Marisa.
Setelah selesai menyapu, Marisa mencuci tangannya kemudian balik ke tempat duduknya.
Arman mengikutinya kemudian memberikan coklat itu ke Marisa. " Thanks Ar."
Arman duduk di depan Marisa.
" Ris... Nanti malam,kamu ikut kan ke acara ultahnya Asri?" Tanya Arman
" Iyaa... Aku ikut, aku dah janjian ma Nina untuk berangkat bareng soalnya aku gak tahu tumah Asri."
" Kalau gitu gimana kalau aku jemput aja."
" Kayaknya gak bisa deh Ar. Soalnya aku kan harus jemput Nanik, Nanik nebeng di aku. Udah...Kita berangkat bareng aja, nanti ketemu di rumah Nina. Gitu aja Ar."
"Ooh gitu...Okey..."
__ADS_1
Jam pelajaran dimulai berbunyi. Pak gurupun datang, dan kelaspun menjadi hening, hanya suara pak guru terdengar menjelaskan.