
Darius masih bingung dengan pertanyaan papah Ria.
" Nak, maafkan Om kalau pertanyaan Om membuatmu kurang nyaman. Om hanya sedih melihat keadaan Ria. Om sangat khawatir dengan keadaan Ria." Papah Ria menatap jauh je depab dengan tatapan sedih.
" Gak pa-pa Om. Hmm...Hubungan saya ma Ria hanya teman biasa, sy dah menganggap Ria seperti adik saya sendiri."
Mendengar jawaban Darius, papah Ria tampak sedih. Papah Ria tahu kalau Ria mempunyai perasaan khusus ke Darius. Hubungan Ria dan papahnya sangat dekat, Ria sering ngobrol dengan Papahnya walaupun kadang hanya lewat telepon. Maklum papah Ria orang nya sibuk karena termasuk pengusaha sukses yang sedang naik daun.
" Nak... Om sangat menyayangi Ria. Om takut kehilangan dia." Papah Ria tak bisa menahan air matanya, akhirnya menetes.
Darius ikut sedih dan bisa merasakan kesedihan papah Ria.
" Nak, kalau Om punya permintaan padamu akankah kamu mau menurutinya?"
Darius mulai keluar keringat dingin. Darius hanya diam, ia tak berani menerka apa permintaan papah Ria.
" Nak..." Papah Ria menatap Darius.
" Iyaa Om..."
" Papah ingin minta tolong sama nak Darius, Om ingin membahagiakan Ria di akhir hidupnya. Karena tadi dokter mengatakan pada Om kalau keadaan Ria sangat parah dan mungkin tak lama lagi hidupnya." Papah Ria berkata sambil matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
Darius yang mendengar kata-kata papah Ria langsung terperanjat dan menatap papah Ria.
" Benarkah Om?"
Papah Ria mengangguk lemah.
Darius diam tak tahu harus berkata apa.
" Nak Darius, Om memohon padamu... Maukah kamu menikah dengan Ria?"
Darius kaget mendengar permintaan papah Ria.Darius masih menunduk dan tak tahu harus berkata apa.
" Maafkan permintaan Om ini nak... Om hanya ingin membahagiakan anak om. Om sangat menyayanginya."
" Om tahu itu, Ria yang menceritakannya pada Om. Hmmm... Maafkan permintaan Om... Lupakan Nak... Om tahu itu permintaan sulit untuk dipenuhi. Maafkan Om."
Papah Ria menghela nafas kasar.
" Om berharap smoga ada mukjizat untuk kesembuhan Ria. Yaa Tuhan sembuhkan lah anakku..."
Tiba-tiba terdengar mamah Ria berteriak dari dalam kamar Ria.
__ADS_1
" Papah...." teriak Mamah Ria.
Papah Ria langsung berlari masuk kamar Ria. Dariuspun ikut masuk
" Nak, tolong panggilkan suster jaga..." kata Papah Ria.
Darius langsung ke tempat suster jaga. Suster langsung ke kamar Ria diikuti Darius. Sementara suster yang satunya menelpon Dokter jantung yang menangani Ria.
Suster langsung memeriksa keadaan Ria. Kemudian tak lama dokter pun datang bersama suster dan langsung memeriksa keadaan Ria.
Kemudian dokter menyuktikkan obat ke dalam cairan infus Ria. Tak lama kemudian keadaan Ria stabil kembali.
Mamah Ria menangis tersedu-sedu, dan papah Ria berusaha menenangkannya. Sementara kakak Ria duduk sedih di luar ditemani Darius
" Dar... Tolong bahagia kan adikku. Aku tahu kamu gak cinta ma adikku, tapi kumohon tolong bahagiakan dia. Aku ingin melihatnya bahagia. "
Darius bingung dengan permintaan papah dan kakak Ria. Darius bingung, semua begitu tiba-tiba.
Aku harus bagaimana Tuhan... Bathin Darius.
" Dar... Tadi dokter memanggil papah dan mengatakan kalau Ria mungkin umurnya tak lama lagi. Aku tak tahu harus berbuat apa untuknya. Please aku mohon, kamu mau menikahi adikku. Aku tahu dia begitu menyayangimu."
__ADS_1
" Kak.... Semua begitu tiba-tiba...Aku minta maaf kak, beri aku waktu untuk memikirkannya." Darius menunduk.
Anton mengangguk...Kemudian keduanya membakar rokoknya masing-masing....