
Mendengar jawabanku, Pamanku Presiden E akhirnya ketawa dan meninggalkan sambil geleng-geleng kepala. Pamanku Presiden E padahal tahu bahwa yang didalam itu berisi Arak, kerena jawabanku membuat Pamanku Presiden E bahagia Aku akhirnya diberikan hadiah sejumlah uang yang cukup banyak.
Setelah pada hari itu Aku masak-Masak bersama teman-temanku. dan Mahater Disuruh Memetik Sayur Labu.
Kami mau masak-masak Aku, Hifzi dan Mahater tapi mau masak sayur manis kurang lengkap tanpa adanya labu, kerena ini di Rumahku tak jauh ada kebun. Maka Mahater disuruh memetik labu dikebun.
Yang bagus ngambil labunya, dikebun.bicara Hifzi
Pergilah Mahater kekebun dengan membawa pisau, untuk mengambil sayur labu. Setelah sampai dikebun, Mahater melihat kesana kemari kanan juga kiri mencari sayur labu yang besar. Akhirnya Mahater menemukan Labu yang besar. Diambilnya sayur labu tersebut, Mahater mencoba ngangkat sayur labu tersebut. Beratnya minta ampun munkin beratnya 7777kg.
Wah.. Enggak bakal keangkat sayur labunya, pikir Mahater. Akhirnya Mahater menghayutkan sayur Labu tersebut kesungai, sambil berpesan ke sayur Labu tersebut,
Hai Labu, kamu pulang duluan ya ke rumah? Bicara Mahater kepada Labu.
Setelah sampai di rumah, Mahater.
Aku bertanya kepada Mahater: Mahater dapat enggak sayur Labunya?
Mahater: Ya dapatlah, besar dan bagus lagi sayur Labunya.
Hifzi: Sekarang mana sayur Labunya?
Mahater: belum sampai ya, sayur Labunya? Kan tadi Aku hanyut kan kesungai tapi sebelumnya Aku sudah berpesan untuk pulang, duluan ke rumah.
Hifzi: Mana ada sayur bisa pulang sendirian sambil marah.
Mahater: bodohnya ae, sayur labunya. Sudah di beritahukan untuk pulang duluanke rumah, sambil turun dari rumah. Keesokan harinya Aku melihat Pamanku Syafruddin seringai membelai baju warna hitam.
__ADS_1
Kehilangan Baju Biru
Seharian ini Pamanku Syafrudin sering memakai baju warna hitam dan anehnya lagi Pamanku Syafruddin sering mengucapkan Alhamdulillah.
Akupun penasaran kerena tingkah laku Pamanku Syafruddin.
Aku: Pamanku Syafruddin, kenapa sekarang sering pakaian warna hitam?
Pamanku Syafruddin: Baju Biru Aku hilang.
Aku: Baju hilang kok sering mengucapkan syukur Alhamdulillah, bersyukurnya kerena apa?
Pamanku Syafruddin: Aku bersyukur kerena tidak pakai baju warna biru jika Aku pakai baju warna Biru. Bisa-bisa Aku juga ikut hilang bersama baju tersebut.
Ali, Pahri Dan Saukani pada saat umur 6 tahun.
Pahri: Aku kuat... Kalau tanding tinju, tak pernah kalah.
Ali: Aku lagi kuat.. Aku pernah hentikan Seekor Harimau ngamuk dengan senyuman manis ku.
Syafrudin: Kalian berdua tidak kuat, Aku yang kuat. Sudah 6 tahun berdiam didalam tanah, baru sekarang baru keluar lagi menemui Manusia.
Pada esok hari adalah kedatangan temanku Syarif dari pulau Perut ke Tempatku Surga Bidadari.
__ADS_1
mimpi Merusak Mobil
Suasana menjadi Ramai. Aku pada hari itu, menyuruh murid-murid Pamanku Zakaria untuk pulang dan datang kembali dengan membawa Cangkul, Kapak, Batu, Bensin dan Korek Api. Tentu saja para murid itu bingung, tetapi karena Aku yang menyuruh dan memberi perintah itu dilaksanakan juga.
Malam harinya, Aku bersama murid-murid Pamanku Zakaria tersebut datang ke rumah seorang Menteri.
Sesampainya di tempat Mentri, Aku menyuruh murid Pamanku Zakaria untuk menghancurkan Mobil milik Mentri. Tentu saja perbuatan Aku dan murid Paman Zakaria ini membuat heboh. Orang-orang yang ada disekitar Rumah Mentri, lari tunggang langgang. Mereka tidak berani mencegah. Bahkan Mentri pun hanya marah-marah namun tidak berbuat apa-apa.
Keesokan harinya Mentri melaporkan perusakan Mobilnya kepada Pamanku Presiden E. Menerima pengaduan ini, Pamanku Presiden E langsung memerintahkan pengawalnya untuk memanggil Aku, Ali.
“Keponakanku Ali, mengapa kamu merusak mobil Mentri ini, “ bicara Pamanku Presiden E.
“Maaf Pamanku Presiden E sebelum merusak Mobil Mentri ini, Aku bermimpi Mentri menyuruh Aku merusak mobil miliknya. Mobil itu tidak cocok baginya,” jawab Aku.
“kok bisa begitu Keponakanku Ali. Apakah boleh sebuah mimpi dijadikan perintah untuk dilakukan? Hukum negeri mana yang kamu pakai itu?” tanya sang Pamanku Presiden E.
Dengan tenang Aku menjawab, “ Aku juga memakai hukum Mentri.
Pamanku Presiden E.”“Hai Mentri benarkah kau mempunyai hukum seperti itu,” tanya Pamanku Presiden E ganti bertanya.
Mendengar pertanyaan Pamanku Presiden E, Mentri tidak berani menjawab. Wajahnya pucat tubuhnya gemetaran karena ketakutan. Kemudian Aku menjelaskan kepada Pamanku Presiden E, mengapa Aku merusak Mobil Mentri itu.
Aku menerangkan bahwa beberapa hari sebelumnya, ada Temanku Syarif yang datang ke Tempatku Surga Bidadari. Temanku Syarif itu membawa Mobil dan harta tetapi Mentri merampas harta benda juga Mobil Temanku Sayrif itu berdasarkan mimpinya, Mentri..
__ADS_1