Jannah Sang Bidadari

Jannah Sang Bidadari
Sahabat Pamanku Baihaqi


__ADS_3

Pada umur 9 di saat aku di rumah pamanku Za , datanglah sahabat pamanku bernama Baihaqi yang terkenal suka melawak dan jail . namun gaya bercanda Baihaqi banyak membuat lelucon atau tingkah konyol - bahkan kejahilan - hingga membuat pamanku Zs dan para sahabat pamanku tidak kuat menahan tawa . Yang menjadi target kejahilannya tidak hanya sahabat tapi juga Pamanku Za.



Cerita pertama ,, Baihaqi menghadiahi Pamanku jus leci .


Diceritakan bahwa suatu hari Baihaqi ingin menghadiahi Pamanku jus leci . Namun karena Baihaqi tidak memiliki uang , maka akhirnya Baihaqi menyuruh penjual jus leci untuk menghantarkan jus lecinya kepada Pamanku Za , sebagai hadiah kepada Pamanku .



“Nanti kamu minta juga uang harganya ,” bicara Baihaqi kepada penjual jus leci .



Saat itu Aku bersama Pamanku Za , penjual jus leci tersebut bicara sebagaimana yang diminta Baihaqi , Pamanku Za memberikan sejumlah uang kepada penjual jus leci itu . Jadilah Pamanku Za mendapatkan hadiah jus leci , sekaligus tagihan harganya .


Setelah kejadian itu , Pamanku Za memanggil Baihaqi . Pamanku menanyakan mengapa Baihaqi melakukan hal itu .



“Baihaqi ingin berbuat baik kepada Pamanku Za tapi Baihaqi tidak punya apa-apa jawab Baihaqi sehingga membuat Pamanku Za tersenyum .



Cerita kedua mengerjai Supianor dan


ada seorang kakek bernama Happy telah mencapai usia 100 tahun, dimana matanya tidak dapat melihat . Suatu hari dia Kakek Happy berdiri di salah satu sudut musholla dan hendak kencing, Aku yang terkejut dan berteriak “Mushola.! Mushola...!"

__ADS_1



Baihaqi lalu menuntunnya dengan tangannya kemudian Baikhaqi membungkuk dengan membawa orang itu di bagian lain dari musholla .


Setelah itu Baihaqi berbicara kepada Kakek Happy “Kencinglah disini ,” Baihaqi lalu bergegas pergi . Kakek Happy bersiap untuk buang air kecil , Aku yang melihat Kakek Happy hendak kencing , dimana posisinya masih didalam Musholla berteriak lagi Musholla..! Musholla..!



Aku terkejut dan berbicara, “Celaka! Siapakah yang membawa kamu, Kakek Happy ke tempat ini?”



Kakek Happy menjawab “Baihaqi .”




Maka berita itu sampai pada Baihaqi , lalu Baihaqi menunggu beberapa hari, kemudian datang kepada Kakek Happy di Musholla, dan



Baihaqi berbicara kepada Kakek Happy dengan suara yang diubah, “Apakah kamu menginginkan Baihaqi? “



Kakek Happy menjawab “Ya,”

__ADS_1


maka Baihaqi menuntunnya sehingga berhenti di belakang Supianor (yang sedang shalat), kemudian Baihaqi bicara “Di depanmu itu Baihaqi”


Maka kakek Happy memukulkan tongkat itu kepada Supianor pingsan . sementara Baihaqi melarikan diri..



Tidak hanya memaklumi Baihaqi , bahkan Pamanku Za mengganti kerugian akibat kejahilan yang dilakukan sahabat Paman Baihaqi itu . Selain cerita di atas , ada satu kejadian yang membuat Pamanku Za mengganti apa yang telah diperbuat Baihaqi . Meski demikian Pamanku tidak marah . Bahkan beliau tersenyum karena apa yang dilakukan Baihaqi memang ‘menggelitik .



Ceritanya suatu ketika Aku berkata kepada Baihaqi bahwa sudah lama tidak makan Sapi . Mereka lantas memiliki ide untuk menyembelih Sapi seseorang yang tengah bertamu kepada Pamanku Za . Baihaqi langsung saja menyambut ide tersebut . Sapi tamu Pamanku tersebut akhirnya jadi disembelih Baihaqi .



Tamu Pamanku yang mengetahui Sapinya disembelih tersebut langsung melaporkan kepada Pamanku Za . Setelah ditanya siapa yang melakukan ini ? Aku menjawab yang memiliki ide makan daging Sapi tersebut menjawab bahwa yang melakukan itu adalah Baihaqi . Salah seorang dari mereka lalu menunjukkan kepada Pamanku Za dan tamunya tempat persembunyian Baihaqi . Saat ditanya Pamanku mengapa melakukan itu jawaban Baihaqi malah membuat Pamanku tersenyum .




“Tanyakan saja kepada orang yang menunjukkan kepadamu tempat persembunyianku,” jawab Baihaqi .



Pamanku Za lalu memberikan ganti rugi kepada pemilik Sapi tersebut dengan jumlah yang lebih dari pada cukup..


__ADS_1



__ADS_2