
Aku makin tertarik, Aku tak tahan melihat kecerdikan Singa Ajaib dan keajaiban Kucing Besar itu. Aku sudah berada ditengah keramaian para penonton, kerena banyak penonton, sang pemilik Singa Ajaib menawarkan sebuah hadiah yang besar bagi siapa saja yang sanggup membuat Singa itu Makan. Tak heran banyak diantara penonton maju satu persatu. Mereka dengan berbagai cara untuk membuat Singa itu Makan, tapi gagal. Binatang itu Singa tetap tak mau Makan.
Melihat kegigihan Singa itu, Aku semakin penasaran.
Aku pun bertanya kepada Singa: Apa kamu mau kubunuh?kalau takut Makanlah , Makanan itu. Singa masih tak mau Makan.
Aku bertanya lagi kepada Singa: Apakah Kamu takut sama pemilik kamu? Singa mulai ragu.
Aku bertanya lagi kepada Singa:Bila Kamu tetap diam, tak mau Makan, maka Aku akan melaporkan kepada pemilik kamu. Aku mulai mengancam Singa. Akhirnya singa mau Makan.
Atas keberhasilanku membuat Singa itu Makan, Maka banyak mendapat Uang. Sangat marah sekali pemilik Singa itu, hingga pemilik Singa itu menyiksa Singa yang malang itu. Pemilik Singa itu sangat malu.
Hari berikutnya, pemilik Singa datang lagi dan kembali adanya keramaian massa. Dan pemilik Singa mengumumkan barang siapa yang bisa membuat Singanya berlari akan diberi hadiah. Dan barang siapa gagal akan membayar uang?
Saat-saat yang dinantikan tiba, kini banyak para penonton mencoba, harus sanggup membuat Singa itu berlari. Maka sama seperti hari sebelumnya, semakin banyak yang mencoba, Semakin banyak yang gagal . Membuat Singa itu berlari.
Setelah tak adalagi yang mencobanya, maka Akupun mencobanya.
Aku bertanya kepada Singa: Apakah Kamu berani sama pemilik kamu?
Singa: Mengangguk ,kerena binatang Singa itu begitu kuat pendirian.
__ADS_1
Maka Aku mengeluarkan bungkusan kecil berisi minyak pijat sangat panas.
Aku bertanya lagi kepada Singa: Tahukah kamu fungsi minyak pijat ini?
Singa: Mengangguk.
Aku bertanya lagi kepada Singa: Bolehkah Aku menggosok keselakangan kamu dengan minyak pijat yang sangat panas ini?
Singa: Mengangguk.
Aku bertanya lagi kepada Singa: Bolehkah Aku menggosok keselakangan kamu dengan semua minyak pijat yang sangat panas ini? Aku mengancam Singa. Jika enggak mau, Aku gosokkan minyak pijat yang sangat panas ini keselanggan kamu, maka berlarilah lalu kembali mundur lagi.
Singa itu ketakutan . Dan rupanya Binatang Singa lupa akan ancaman Pemiliknya. Sehingga Binatang Singa itu berlari lalu kembali mundur beberapa langkah.
Aku akhirnya memenangkan sayembara itu meruntuhkan kegigihan Binatang Singa yang dianggap cerdik.
Setelah menang Aku pulang kerumahku tetapi ditengah jalan aku bertemu pengawal Pamanku Presiden E . Mereka disuruh oleh Pamanku Presiden E untuk mengundang Aku besok malam ke Rumah Pamanku Presiden E. Setelah pesan disampaikan oleh pengawal Pamanku Presiden E, Pengawal itu pulang kembali ke Rumah Pamanku Presiden E.
__ADS_1
Pada malam hari Di Rumah Pamanku Presiden E, Pamanku Presiden E sedang melakukan diskusi untuk menjebakku supaya Aku mengambil botol Arak dan dihukum kerena membawa Arak. Padahal tidak perbolehkan untuk membawa Arak. Bahwa esok siang semua orang akan mengambil botol yang sudah di sediakan akan dan Ali akan mengambil botol bentuk sama tapi ada merah sedikit supaya Pamanku Presiden E dan yang lainya tidak salah ambil Minuman arak.
Pada esok harinya Aku pun pergi kerumah Pamanku Presiden E untuk memenuhi undangannya. Tak lama sesudah Aku sampai acara di mulai dan Pamanku Presiden E mengumumkan bahwa setiap orang harus mengambil sebuah botol. Jika beruntung botol itu berisi hadiah akan tetapi dilarang berisi Arak.
Maka mereka semua mengambil botol dan Aku hanya bisa mengambil bagian yang ada saja. Aku memegang botol tersebut. Kemudian Pamanku Presiden E menyuruh membuka barang siapa yang berwarna merah? Akan di berikan hadiah bila memberikan penjelasan.
Akhirnya yang mendapat botol ada merahnya adalah Aku.
Lalu Aku diberikan pertanyaan.
Apa yang di dalam botol itu? Pamanku Presiden E bicara.
Lalu Aku menjawab Air putih.
Pamanku Presiden E: apakah kamu yakin, keponakanku, Ali?di dalam itu air putih padahal dari luar saja warnanya merah.
Aku bicara: Aku percaya kepada Pamanku Presiden E kerena tak akan ada Arak di rumah Pamanku Presiden E.
Maka aku jawab ini Air putih. Jika ini Arak maka Pamanku Presiden E akan dihukum semua orang dengan sangat berat dari pada diriku kerena Aku hanyalah orang biasa sedangkan Pamanku Presiden E adalah seorang pemimpin. Air putih yang merah merona, awalnya Air putih ini cuman putih dan bersih saja tapi saat melihat Pamanku Presiden E yang sangat gagah dan tampan, Air putih ini menjadi tersipu-sipu malu dan menjadi merah merona. Jawabku
__ADS_1
Mendengar jawabanku, Pamanku Presiden E akhirnya ketawa dan meninggalkan sambil geleng-geleng kepala. Pamanku Presiden E padahal tahu bahwa yang didalam itu berisi Arak, kerena jawabanku membuat Pamanku Presiden E bahagia Aku akhirnya diberikan hadiah sejumlah uang yang cukup banyak..