Jannah Sang Bidadari

Jannah Sang Bidadari
Penjual Bakso dan Ruqayah


__ADS_3

Pamanku Presiden E, takkan dapat melihat orang menjual bakso khas itu."kutambahkan bicaraku.



"Baiklah, kapan kita berangkat?"Pamanku Presiden E.



"Sekarang juga Pamanku Presiden E, supaya nanti sore kita sudah datang di perkampungan itu."bicaraku.



Demikianlah, Pamanku Presiden E dengan menyamar sebagai orang biasa mengikuti Aku ke perkampungan orang-orang Neraka kanibal. Aku mengajak masuk Pamanku Presiden E.


Ke rumah besar tempat orang-orang makan bakso. Di sana mereka membeli bakso.. Pamanku Presiden E memakan bakso tu dengan lahapnya.



"Betul kata kamu Keponakanku Ali, bakso ini memang lezat!"bicara Pamanku Presiden E setelah makan.



"Kenapa bakso kamu tidak kamu makan Keponakanku Ali"bicara Pamanku Presiden E.



"Aku masih kenyang," bicaraku sambil melirik dan berkedip ke arah penjual bakso..



Setelah makan, Pamanku Presiden E diajak ke tempat pohon rindang yang hawanya sejuk.



"Betul juga kata kamu, keponakanku Ali. Di sini hawanya memang sejuk dan segar .


Aku kok mengantuk sekali."bicara Pamanku Presiden E.



"Tunggu Pamanku Presiden E., jangan tidur dulu....Aku pamit mau buang air kecil di semar belukar sana."bicaraku.



"Baik, pergilah Keponakanku Ali!"bicara Pamanku Presiden E.



Baru saja Aku melangkah pergi, Pamanku Presiden E sudah tertidur, tapi Pamanku Presiden E segera terbangun lagi ketika mendengar suara bentakan keras.



"Hai orang gendut! Cepat bangun ! Atau kamu kami sembelih di tempat ini!" ternyata penjual bakso sudah berada di belakang Pamanku Presiden E dan menghunus pedang di arahkan ke leher Pamanku Presiden E



"Apa-apaan ini!" protes Pamanku Presiden E..



"Jangan banyak bicara! Cepat jalan !"bicara penjual bakso.

__ADS_1



Pamanku Presiden E mengikuti perintah penjual bakso itu dan akhirnya dimasukkan ke dalam penjara.



"Mengapa aku di penjara?"bicara Pamanku Presiden E.



"Besok kamu akan kami sembelih, daging kamu kami campur dengan tepung gandum dan jadilah pentol bakso abcde yang terkenal lezat, bicara penjual bakso.



"Astaga jadi yang kumakan tadi...?"bicara Pamanku Presiden E.



"Betul kau telah memakan bakso kami, bakso manusia, "bicara penjual bakso



"Hoekkkkk....!"Pamanku Presiden E. mau muntah tapi tak bisa.



"Sekarang tidurlah, berdoalah, sebab besok kamu akan mati, bicara penjual bakso.



"Tunggu...."bicara Pamanku Presiden E.



"Berapa penghasilan kamu sehari dari menjual bakso itu?"bicara Pamanku Presiden E.



"2.000.000!"bicara penjual bakso.


"Cuma segitu?"bicara Pamanku Presiden E.



"lya!"bicara penjual bakso.



"Aku bisa memberi kamu 8.000.000 hanya dengan menjual topi, bicara Pamanku Presiden E.



"Ah, masa?"bicara penjual bakso.



"Sekarang berikan aku bahan benang untuk membuat topi. Besok pagi boleh kamu coba menjual topi buatanku itu ke pasar. Hasilya boleh kamu miliki semua !" Penjual bakso itu ragu, penjual bakso berbalik melangkah pergi. Tak lama kemudian kembali lagi dengan bahan-bahan untuk membuat topi. Esok paginya Pamanku Presiden E menyerahkan sebuah topi yang bagus kepada penjual bakso.


Pamanku Presiden E berpesan," Juallah topi ini kepada Ruqayah di pulau Ma'wa."


__ADS_1


Penjual bakso itu menuruti saran Pamanku Presiden E , Ruqayah terkejut saat melihat seorang desa datang menemuinya.



"Mau apa kau?" tanya Ruqayah.



"Menjual topi ini, bicara penjual bakso..



" Ruqayah melirik, topi itu memang bagus. Ruqayah mencoba memeriksanya dan alangkah terkejutnya ketika melihat hiasan berupa huruf-huruf yang maknanya adalah surat dari Abiku Presiden E, yang ditujukan kepada dirinya.



"Berapa harga topi ini?"bicara Ruqayah.



"8.000.000 tak boleh kurang!"bicara penjual bakso.



"Baik aku beli !"bicara Ruqayah.



Penjual bakso itu langsung pulang dengan wajah ceria. Sama sekali penjual bakso tak tahu jika Ruqayah telah mengutus seorang prajurit untuk mengikuti langkah orang Desa.



Siangnya prajurit itu datang lagi ke Ruqayah dengan melaporkan lokasi perkampungan si penjual bakso. Ruqayah cepat bertidak sesuai pesan di surat Abiku Presiden E. Seribu orang tentara bersenjata lengkap dibawa ke perkampungan. Semua orang di kampung Neraka ditangkap sementara Abiku Presiden E berhasil diselamatkan.



"Untung kamu bertindak cepat, terlambat sedikit saja aku sudah jadi pentol bakso!"bicara Abiku Presiden E kepada anaknya Ruqayah.



"Semua ini gara-gara Pamanku Ali!"bicara Ruqayah..



"Benar! Salah Keponakanku Ali Tapi juga salah kamu, anakku Ruqayah! Kamu tak pernah memeriksa perkampungan Neraka bahwa penghuninya adalah orang-orang kanibal!" bicara Abiku Presiden E.



"Bagaimanapun, Pamanku Ali harus dihukum!"bicara Ruqayah.



Itu pasti!"bicara Abiku Presiden E



"Hukuman mati!"bicara Ruqayah.



" Ya, Hukuman mati untuk Keponakanku Ali, bicara Abiku Presiden E.

__ADS_1



Ya, kita coba apakah Pamanku Ali bisa meloloskan diri?"bicara Ruqayah..


__ADS_2