
Aku kan cuma bercanda”bicara Santriwati Tk SDR Gila.
“Sama sekali gak lucu, kamu pikir air mata aku ini, air mata terharu apa? karena ‘bercandaan’ kamu yang katanya lucu. Apa sih mau kamu?” bicaraku.
“Aku mau kita pacaran”bicara Santriwati Tk SDR Gila tegas.
Astagfirullah, apa yang barusan aku dengar? tubuhku lemas seakan tak percaya apa yang dibicarakan oleh Santriwati Tk SDR Gila, Santriwati yang sering menggangguku dan membuatku sedih menginginkan aku jadi kekasihnya?bicaraku.
“Denger gak?” Ulang Santriwati Tk SDR Gila.
“Kamu jangan bercanda lagi! Ini sama sekali gak lucu bicaraku.
“Aku lagi gak bercanda, aku suka sama kamu semenjak pertama kali masuk Pesantren Kilat. Apa kamu nggak merasa?” tanya Santriwati Tk SDR Gila.
“kamu itu menyebalkan, mana mungkin aku merasa”bicaraku.
“Aku melakukan itu karena aku pingin ngobrol sama kamu, tapi yang kamu lakukan lagi-lagi beristigfar lalu diam dan terus seperti itu, makanya aku semakin jahat” jelas Santriwati Tk SDR Gila, sungguh tidak masuk akal alasannya itu.
Mengapa dia tidak mengobrol biasa saja? Aku juga pasti akan menjawab, “Tapi kamu berlebihan, padahal bicara saja biasa. Aku juga pasti akan jawab”bicaraku.
“Kamu itu terlalu diam, jadi aku kira kamu tidak akan jawab bila aku ajak ngobrol dan kamu juga seorang Cowok muslim yang beragama kuat, pasti kamu tahu langgaran terhadap yang bukan mahramnya”
“Nah kalau kamu sudah tahu, pasti kamu juga tahu apa jawabanku. belajarlah dan berperilakulah dengan baik, dan tegakkanlah agama, tutuplah aurat kerena menutup aurat adalah ciri orang tak gila sedangkan kamu memanggilku dengan orang gila, apa kamu sadar diri kamu itu gila atau apa? Setelah kamu memahaminya Maka cowok yang lebih baik pasti akan datang juga untukmu. Aku menunggu jodohku yang halal dari Allah, bicaraku sambil mau meninggalkan Santriwati Tk SDR Gila.
Bila aku nanti berubah dan aku jodoh kamu, Insyallah aku menghapal Al-Qur'an 30 Juz . apa kamu mau melamar aku?bicara Santriwati Tk SDR Gila..
Insyallah, Jika kalau kamu memang jodohku maka berubahlah bicaraku. Jodoh itu bisa berubah selama berusaha dan menjadikan diri yang terbaik, semoga lelaki jodoh kamu lebih baik dari pada aku dan Assalamuallaikum” bicaraku.
Waalaikum salam bicara Santriwati Tk SDR Gila.
keesokan hari nya, Hari - hari seperti biasa, dan pada saat ustad salah satu mata pelajaran, saat pertama kalinya masuk.
__ADS_1
Ustad langsung memberikan tugas membikin syair dan mempresentasikanya di depan teman - teman. Dan ketakutan terbesar aku adalah berbicara di depan orang banyak.
Dan pada saat itu, aku mendapat giliran pertama untuk membuat syair dan membacanya
Banyak kata - kata yang baru aku dengar, waktu minta dikerjakan tugas ini. Aku tidak mengetahuinya.Dan sama ustad tidak di jelaskan secara rinci atau materinya pun masih asing bagiku.
Aku bertanya kepada temanku T “kapan mau dikerjakan tugasnya? ayo kita kumpul dimana?”
“sudah tenang saja…”,bicara Temanku T.
Aku pun tenang karena salah satu dari kami ada yang bisa megerjakan. Dan aku tidak tahu apa - apa, aku tinggal belajar sama temanku T.
Setelah belajar syair sama temanku T, tak lama Syair aku pun jadi . Aku pun pulang ke rumah untuk dipelajari dan di bacakan besok.
Keesokan harinya sudah aku persiapkan dengan matang-matang syairku. Entah setan dari mana yang mengambil percaya diriku, Syair yang sudah aku persiapkan sebelumnya hilang begitu saja.
Didalam kelas,
Ustad bicara “Ali maju.
Aku seperti hendak menghadapi kematian. Keringat dingin mulai bercucuran, mulut semakin gagap mengucapkan kata dan pandanganku pun sangat sulit untuk fokus.
Aku pun maju lalu membacakan syairku dalam ingatanku.
syair memiliki hak cipta dan dilindungi.
Guruku
Karya: IR. A. Jannah
Bagimu guruku ini hanyalah syair
Tapi dalam hati jasamu terukir
Kadang wajahmu begitu sangar
__ADS_1
Saat kami saling bertengkar
Aku kata guru itu penat
Mengajar tak seberapa tapi penuh berkat
Wahai guruku salam hormat
setiap ilmu yang tak dapat disekat
Orang Tuaku
Karya IR. A. Jannah
Untukmu tercintaku ibu
Tiada penawar seindah senyuman ibu
Suci ikhlas pengorbananmu ibu
Tiada ternilai jasa baikmu ibu
Untukmu ayah tercinta
Namamu di hatiku selalu bergelora
Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
kaulah cahaya hidupku orang tuaku
ku tak bisa hidup tanpa orang tuaku
Pelukan hangatmu dan cintamu menuntunku
Agar aku kuat menjalani hidupku
Walaupun aku selesai membaca syair bikenanku, bagiku Satu jam pelajaran seraya satu tahun lamanya. Waktupun berlalu dengan sangat lambat sekali, “perasaanku”. Ternyata sekian lama pelajaran setelah selesai, aku merasa lega.
__ADS_1