
Isteri: (Terisak-isak mengerang) “Sakitnya Yank”
Tapi kerana tidak dapat menahan sakit, isterinya tambah kuat mengerang.
suami: (Kuat sedikit suaranya) “Sabar Sayang! Tahan saja, besok baru cabut.”
Sejak dari tadi si mertua lelaki masih belum tidur. Dia memang terdengar anak perempuannya mengerang, tapi dia tidak peduli, biasalah malam pengantin fikirnya. Tapi kali ini dia sudah hilang sabar, karena anak perempuanya terus menerus mengerang kesakitan. Dia bangun, pergi ke kamar pengantin
Mertua: (Menendang pintu kamar pengantin dan berteriak) “Ada apa ini? Tak faham aku? Anak aku bisa mati kalau besok baru kamu cabut! CABUT SEKARANG JUGA!”
(Terkejutlah Fikri dan istrinya, pasangan pengantin itu).
istrinya fikri: (Sambil tersipu-sipu) “Ayahku, sakit gigi tak akan mati, lagipun mana ada klinik Gigi yang buka 24 jam?”
Tak lama mendengar itu ayahnya pergi keluar meninggalkan kamar anaknya itu, aku mendengar cerita ini aku sulit nahan ketawa.
Keesokan harinya, Mertuanya akan menyuruh pasangan anaknya Fikri dan istrinya bulan madu ke Surga adn jika Fikri tak dapat menebak yang akan digambar istrinya.
Tak lama istrinya Fikri menggambar di sebuah buku tulis yang sudah disediakan oleh ayahnya Fikri, selesai menggambar istrinya bertanya kepada suaminya gambar apa ini?
Fikri menjawab itu pantat !” Mendengar jawaban tersebut, istri nya tersebut menangis sambil setengah berlari mengadukan untuk mengadukan tebakan jawaban sumainya Fikri.
Melihat istrinya Fikri mau menangis , Ayahnya dari istri juga ada tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke kamar anaknya lalu dengan emosi ayah istrinya memarahi Fikri “fikri kamu sungguh berani-beraninya mempermainkan istrimu! Apa yang kamu lakukan terhadapnya ?!”bicara ayah istri Fikri.
Sesaat ruang kamar menjadi senyap, Fikri kadi bengong, ayah istrinya kemudian menoleh ke arah buku tulis , Ayahnya semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di buku “Ini sudah keterlaluan, kamu bahkan berani menggambar pantat di buku ini!” Mendengar ini istrinya ,wanita langsung pingsan. Kerena Fikri salah nebak maka Fikri harus bulan madu bersama istrinya ke surga adn..
Seorang fikri sedang berlibur ke Surga adn. Istrinya sedang dalam perjalanan bisnis ke Surga Ma'wa dan istrinya Fikri untuk bergabung pada keesokan harinya. Ketika sampai di hotel, pria itu memutuskan untuk mengirimkan SMS ke istrinya.
__ADS_1
Karena tidak berhasil menemukan kertas memo dimana fikri mencatat alamat istrinya tersebut, maka Fikri mencoba untuk sebisa-bisanya mengirimkan SMS ke istrinya. Sialnya, Fikri melupakan satu angka nomor tersebut melesat sms itu langsung menuju ke seorang wanita yang suaminya baru saja meninggal satu hari sebelumnya.
Saat wanita yang sedang berduka itu mengecek isi SMS tersebut, janda berteriak dengan hebat lalu jatuh ke lantai dan pingsan. Keluarganya segera berlari ke dalam ruangannya dan melihat isi sms tersebutlah.
“Istriku tercinta, Aku baru saja sampai. Segala sesuatu telah disiapkan untuk kedatanganmu besok.”.
Suami masih tak sadar bahwa SMS melesat dan Fikri pun istrihat di hotel. Setelah istrihat suami keluar kerena mau jalan-jalan.
Di dalam hotel
Ayah istrinya Fikri pun ikut pergi ke Surga Ma'wa. Beberapa hari setelah Fikri berangkat dan istrinya menyusul ke Surga Ma'wa sudah berada di sana. Ayahnya istri Fikri ikut sibuk mempersiapkan kamar hotel biar disamping menantuku Fikri.
Merasa kecapean Ayahnya istrinya fikri pergi kedalam hotel mencari tempat untuk beristirahat barang sejenak. Namun karena hotel yang Ayahnya istrinya fikri anaknya dan semua ruangan hotel terpakai dan tidak cukup untuk dipakai beristirahat. Lalu terlintas di pikiran ayah istrinya Fikri untuk beristirahat di ruangan kamar pengantin, “Mudah-mudahan aja mereka ga cepet-cepet masuk kamar” pikir ayah istrinya Fikri.
Setelah berada di kamar pengantin Ayahnya istrinya fikri merebahkan tubuhnya di ranjang pengantin. Ayahnya fikri merasakan ada sesuatu yang mengganjal di belakang tubuhnya. rupanya dompetnya yang berada di saku belakang celananya. Kemudian dompet itu ayahnya istrinya Fikri ambil dan menaruh di atas Dipan pengantin.
“Silakan istriku duluan!,” terdengar Fikri setelah istrinya sampai ke hotel.
“enggak duluan, kamu yank ”bicara istrinya Fikri.
“Eh perempuan harus didahulukan ”bicara Fikri .
“Ah sama aja !”bicara istrinya Fikri.
Akhirnya fikri pria, yang mengalah sambil memegang istrinya tercinta.
Setelah pintu ditutup rapat-rapat dan yakin sudah tidak ada celah sedikitpun lau Fikri merayu.
“Ee.. yank, boleh Kaka nanya?”bicara Fikri.
“Emang mau nanya apa yank?”bicara istrinya.
“hidung bagus banget ya, punya siapa?”tanya Fikri.
__ADS_1
“ya punya aku, kak!”bicara istrinya.
“Boleh ga buat, yank?”bicara Fikri.
“Ee.. Boleh deh”bicara istrinya.
“kalau bibirmu yang manis, boleh juga buat kakak?bicara fikri
“boleh, pokoknya sekarang semuanya milik adek, kakak boleh minta”bicara istrinya.
“Ooh kalo begitu, Ee.. anu… anu..”bicara fikri
“Anu apa kak?”bicara istrinya.
“Anu … Ee.. itu….. dom…pet boleh buat Kaka juga yank?,” belum sempet istrinya menjawab.
“Jangan !!!! itu dompet Ayah…!!!”bicara ayah istri Fikri.
Mereka terdiam aku yang ada disekitar kamar hotel pengen ketawa ha ha..
Setelah pindah hotel kerena terganggu maka kamar Fikri diserahkan sama ayahnya istrinya Fikri itu pun Meraka pergi diam-diam . Mereka pindah ke hotel orang tuanya Fikri dan orang tua nya udah melacak keberadaan anaknya, bahwa di dalam hotel Meraka maka mereka ikut pergi ke tempat Fikri dan istrinya.
Walau sedang bulan madu orang tua Fikri tetap ikutin Fikri dan istrinya sedang bulan madu bahkan tak di duga fikri dan istrinya , sebalah kamar mereka bagian kanan kamar ayah juga ibunya Fikri dan bagian kamar Fikri dan istrinya itulah tempatku kerena aku ikut juga biar liburan, bersama pamanku Z.
Fikri beberapa hari sudah bulan madu. Tapi sehabis menjalani pesta daerah tersebut. Pada malam itu mereka hanya mengisi malam dengan makan mie ayam di dalam kamar.
Sementara tanpa sepengetahuan Fikri dan istrinya, orang tua Fikri menguping dari kamar sebelah kanan lewat alat penyedap dan mendengarkan pembicaraan mereka.
Istri fikri: yank, sudah dikocok-kocok nggak keluar-keluar. (Sambil mengocok botol sambal)”
Fikri suami; “Jelas saja, lobangnya kekecilan, yank!”
Istrinya Fikri:: “Ya sudah, ujungnya aku potong saja, yank!”
__ADS_1
orang Tuanya Fikri langsung kaget, mendobrak pintu kamar hotel anaknya dan berteriak, “Jangan! dulu sudah pernah potong!!”