
Walaupun aku selesai membaca syair bikenanku, bagiku Satu jam pelajaran seraya satu tahun lamanya. Waktupun berlalu dengan sangat lambat sekali, “perasaanku”. Ternyata sekian lama pelajaran setelah selesai, aku merasa lega.
Setelah beberapa Minggu Aku di Pesantren akhirnya aku pulang kerumah Pamanku Zakaria Surga Ma'wa. Aku pulang Pakai mobil bus, di dalam bus ada beberapa orang lagi.
Aku dan ustad duduk berhadapan di mobil yang membawa mereka dari Surga daun kembali ke Surga Ma'wa, aku dan ustad belum pernah bertemu sebelumnya, itulah sebabnya sepanjang perjalanan mereka tidak saling bercakap-cakap. Untuk mengusir kebosanan, Ustad bicara kepaku dengan bertanya siapa namaku?
Aku menjawab namaku Ali.
Pak ustad menawarkan sesuatu padaku ”Hai Ali, bagaimana kalau kita main tebak-tebakan?”
Aku diam saja sambil menatap pemandangan di luar jendela mobil. Hal ini membuat ustad menjadi gusar.
Bicara pak ustad, “Ali, ayo kita main tebak-tebakan! Aku akan mengajukan pertanyaan untuk kamu tebak. Kalau kamu tak bisa menjawabnya, kamu harus membayarku Rp10.000,- Tetapi kalau kamu bisa menjawabnya, aku bayar kamu Rp. 50.000,-” Aku mulai tertarik dengan tawaran itu.
Ustad melanjutkan, “Kemudian, kamu ajukan pertanyaan padaku. Kalau aku bisa menjawabnya, cukup kamu bayar aku
Rp. 10.000-. Tapi kalau aku tak bisa menjawabnya, aku bayar kamu Rp. 50.000,-. Bagaimana?”bicaraku, “Baik kalau begitu. Sekarang ajukan pertanyaanmu.” “Ok,” bicara ustad dengan cepat.
“Pertanyaanku, berapa jarak yang tepat antara langit dan bumi?”bicara ustad.
Aku tersenyum karena tak tahu apa jawabannya. Aku langsung mengambil uang sakuku dan menyerahkan Rp. 10.000,- pada Ustad. Dengan gembira Ustad menerima uang itu, “Nah, sekarang giliran kamu.” Aku berpikir sejenak, lalu bertanya,
“Binatang apa yang sewaktu mendaki gunung berkaki seratus. Tapi sewaktu turun gunung berkaki sepuluh?”
ustad lalu berpikir keras mencari jawabannya. Ustad melakukan coret-coretan perhitungan dengan kalkulatornya. Kemudian ustad mengeluarkan laptop, menghubungkannya dengan internet dan melakukan pencarian di berbagai situs ensiklopedi. Beberapa lama, ustad itu mencoba. Akhirnya ustad menyerah. Sambil berdiam sejenak ustad memberi uang Rp. 50.000,- padaku yang menerimanya dengan hati senang. “Hai, tunggu dulu!” ustad itu berteriak. “Aku tidak terima. Apa jawaban atas pertanyaan kamu tadi?” Aku tersenyum pada ustad. Dengan santai aku mengambil uang disaku celanaku dan menyerahkan
Rp.10.000 pada Ustad di mana sebenarnya Aku sendiri tidak tahu jawabannya.
Tak lama kemudian ada suami istri sedang ribut.
Pak ustad bicara ke Aku jika kamu dapat menyelesaikan masalah itu suami istri itu, aku akan memberi uang ke kamu sebesar 1.000.000 cek?
Aku menjawab bicara pak ustad : aku Insyallah akan menyelesaikan masalah itu.
Istrinya merasa khawatir… Istrinya pun bergegas memanggil ustad yang duduk di sampingku salah satu guru ngaji di kampung tetangga.
Atas panggilan istrinya, datanglah pak ustad dan aku ke tempat duduk suami istri berada.
“kamu siapa?” tanya suami.
“Benar kamu ustad? kalo benar kamu ustad…
Ini ustad.
__ADS_1
Sedangkan aku “ kenalan ustad , dari surga Ma'wa”
Ustad bicara: kamu dari mana ? Dan apa masalahnya coba ceritakan.
Istri bicara: Suami laki-laki yang beasal dari desa neraka , telah lima tahun menuntut ilmu di negeri neraka Suatu hari… suami nya mau kembali ke desaku . Istrinya merasa heran dengan perubahan yang terjadi pada diri sang suami . Yang dulunya rajin shalat… kini ga pernah lagi terlihat pergi ke masjid “ jangankan ke masjid… shalat di rumahpun enggak pernah”…
Ustad penasaran dan menanyakan kepada sang suami kenapa dia menjadi berubah. “suaminya !
merasa aneh sama kamu, suamiku!” bicara istrinya heran
“Aneh kenapa istriku!” Jawab suami.
“Kenapa sekarang kamu jarang shalat… jarang ngaji…. dan enggak pernah pergi ke masjid!” tambah ustad.
“Sekarang aku punya keyakinan baru dari negeri neraka jahannam sana istriku!” jawab suaminya dengan nada tinggi.
“Astaghfirullah….! kenapa kamu jadi begini?” Istrinya sedih.
Suami bicara: kamu percaya bahwa Allah itu ada, kamu pasti bisa menjawab pertanyaan aku. Tetapi kalau tidak bisa… tinggalkan saja agamamu itu!” suami menantang Aku…
“Kamu jangan yakin dulu… di surga saja, waktu saya kuliah… atasan aku paling pintar sekalipun tidak ada yang bisa menjawab” bicara suami dengan yakin.
“Kalau begitu… pertanyaan apa yang akan kamu tunjukan pada aku?” Tanya aku.
“Begini…
1. Kalau benar Allah itu ada, tunjukan wujud tuhan kepada aku.
2. Kalau benar manusia mempunyai takdir, apa itu takdir dan tunjukan pula pada aku.
3. Setan itu kan diciptakan dari Api, lalu kenapa Allah memasukan setan ke dalam neraka? bukankah neraka juga terbuat dari api? apakah setan akan merasa sakit dengan api? mengapa Allah tidak berfikir sampai kesitu?”
tiba-tiba aku menginjak kaki suami itu dengan keras.
“Aduh…. kenapa kamu menginjak kaki aku? kamu marah? kalau tidak bisa membuktikan jangan marah!” bicara suaminya.
Aku tersenyum. “Itu adalah jawaban dari ketiga pertanyaan kamu?
Suami : “Kalau kalah jangan marah…”
Aku : “Bagai mana rasa injakan kaki aku?
__ADS_1
Suami : “Sakit!”
Aku : “kamu percaya rasa sakit itu ada?”
Suami : “aku percaya!”
Aku : “Tunjukan wujud sakit itu pada aku”
Suami : “Aku tidak bisa menunjukan wujudnya”
Aku : “Itulah jawaban pertanyan pertama
kamu. Sesungguhnya Allah itu ada namun manusia tidak akan mampu melihat wujudnya”
Aku : “Apakah sebelum aku datang kamu berfikir akan merima injakan kaki dari aku hari ini?”
Suami: “Tidak!”
Aku : “itulah yang dinamakan takdir…” kutambahkan bicara Aku : “terbuat dari apa wajahku?”
Suami : “Kulit…”
Aku : “Terbuat dari apa hidung kamu?
Suami: “Kulit juga.”
Aku : “Bagaimana rasa injakan aku?”
Suami: “sakit!”
Aku : “Walaupun setan terbuat dari api dan neraka pun terbuat dari api… jika Allah berkehendak maka neraka merupakan tempat yang menyakitkan bagi setan”
Mendengar jawaban dariku … Suaminya terdiam juga istrinya mengucapkan terimakasih, dan pak ustad memberikan uang berupa cek sejuta kepadaku..
__ADS_1