
Aku bersama Risqi mengikuti sebuah pesta dikota. Sebuah kebetulan bahwa temannya Risqi yang memiliki pesta itu adalah seorang keturunan Naga. Pesta tersebut berlangsung meriah. Ada tarian hingga pentas musik. Tentu saja Aku turut dalam acara itu. Tak salah kelelahan kemudian menerpa Aku dan temanku itu.
Ketika Aku kehausan, tuan rumah kemudian menghadirkan kopi. Masing-masing kemudian mendapatkan secangkir kopi. Ketika akan minum Aku terkejut dan kaget. Tiba-tiba Rizqi dipukul oleh si temannya Risqi. Namun suasana gembira menjadikan Aku tidak menghiraukan hal tersebut. Haus pun dirasakan Aku. Aku kemudian akan meminum kopi yang disajikan tadi. Kejadian serupa datang. Aku kembali dipukul. Tentu saja Aku kesakitan. Dan ternyata pukulan tersebut berlangsung berkali-kali sampai akhirnya Aku pulang, siang hari ini juga.
Saat pulang Aku berfikir. “Jahat benar sifat si temannya Risqi itu, main pukul seenaknya saja. Minumnya seperti binatang. sifat seperti jangan dibiarkan berlangsung di kota Cacingan?” Aku kemudian memutar otak.
Keesokan harinya Aku langsung ke Rumah Pamanku Presiden E. Aku telah mempunyai solusi bagaimana membalas kelakuan si Temannya Risqi. Aku langsung menghadap Pamanku Presiden E,“Pamanku, ternyata di Kota Cacingan Paman ini ada suatu permainan yang belum pernah Aku kenal, sangat aneh,” ujarku memulai pembicaraan.
__ADS_1
Mendengar penuturan Aku, Pamanku Presiden E balik bertanya “Di mana tempatnya Keponakanku Ali? Tapi ingat kamu jangan mempermainkan aku.”“ ditambahkan nya lagi , Di tepi hutan sana Pamanku Presiden E,” Aku menjelaskan.” Baiklah nanti malam kita melihat ke sana,” balas Pamanku Presiden E.
“Boleh Pamanku Presiden E, Tapi ada syaratnya Pamanku Presiden E harus memakai baju biasa dan kita hanya pergi berdua saja supaya menimbulkan rasa curiga,” bicaraku dengan bersemangat.Tentu syarat ini menimbulkan kecurigaan Pamanku Presiden E sambil berbicara“ Wahai Keponakanku Ali jangan mempermainkan aku. Nanti tahu balasannya.“ Tidak, Pamanku Prsiden E” bicaraku.
Mereka berdua sepakat pergi setelah shalat Isya. Maka berangkatlah keduanya ke rumah temannya Risqi. Dan benar , setelah sampai di sana mereka mendapati pesat yang cukup meriah. Aku dan Pamanku Presiden E dipersilakan duduk. Tak lupa Pamanku Presiden E, di suruh menari. Tapi kemudian ditolak Pamanku Presiden E. Karena hal itu pula Pamanku Presiden E kemudian dipukul pipi kiri dan kanannya. Kejadian ini membuat Pamanku Presiden E sadar bahwa dirinya dikerjai oleh Aku. Namun apa daya Pamanku Presiden E hanya berdua dengan Aku tanpa para pengawal. Maka kemudian Pamanku Presiden E memenuhi ajakan temannya Risqi itu untuk menari. Tak lama badan Pamanku Presiden E penuh dengan keringat. Rasa hauspun memenuhi kerongkongan Pamanku Presiden E, Setelah kehausan barulah kopi datang dan disajikan. Melihat hal ini Aku tahu apa yang akan terjadi. Aku keluar dengan alasan ingin kencing. Maka tinggalah Pamanku Presiden E sendirian.
__ADS_1
Sementara itu Pamanku Presiden E, yang ditinggal sendiri merasakan hal yang sama dengan Aku. Tatkala akan minum kopi, Pamanku Presiden E dipukul oleh temannya Risqi itu. Begitu juga ketika akan mengangkat lagi cangkir dengan piringnya, maka pukulan mengenai Pamanku Presiden E lagi. Namun Pamanku Presiden E hanya diam saja. Sesaat kemudian dilihatnya Temannya Risqi itu minum seperti binatang yaitu menghirup sambil ketawa-ketawa.
“Apa boleh buat . Aku seorang diri, dan tak mungkin melawan temannya Risqi sebanyak itu,”bicara Pamanku Presiden E dengan sangat marah. Setelah larut malam Pamanku Presiden E kemudian pulang ke Rumah dengan berjalan kaki seorang diri. Pamanku Presiden E berfikir Aku lolos juga mengerjai Pamanku Presiden E.
Keesokan harinya, Pamanku Presiden E memerintahkan seorang pelayan memanggil Aku. Setelah datang, Pamanku Presiden E langsung memarahi “Aku apa yang kamu lakukan tadi malam sungguh mempermalukan Aku. Apa alasanmu sehingga engkau berbuat begitu,” kata Pamanku Presiden E.
“Maaf, Pamanku Presiden E. Alasan Aku adalah ingin memberikan laporan yang jujur bahwa ada sesuatu yang tidak benar di masyarakat. Aku bingung mau melaporkannya bagaimana karena malam sebelumnya Aku mendapatkan perlakuan yang sama. Apabila Aku bicara jujur secara jujur, takut Pamanku Presiden E tidak percaya. Biar Pamanku Presiden E sendiri yang melihat langsung perilaku rakyat yang seperti itu.”
__ADS_1
Mendengar jawabanku tersebut Pamanku Presiden E tidak dapat berbicara lagi. Setelah itu Pamanku Presiden E langsung memerintahkan menjemput si Temannya Risqi dan menghukumnya..