Jannah Sang Bidadari

Jannah Sang Bidadari
Tanggal 3 Januari Pertemuan Dan Melihat Jannah Dengan Lelaki Lain


__ADS_3

Semua berawal dari ketidaksengajaan itu, yang tanpa sengaja Aku menjatuhkan hatiku kepada seseorang yang baru aku kenal. Aku tidak pernah berfikir untuk mempunyai rasa kepadanya namun Allah berkehendak lain.



“Jannah” yang tanpa sadar merubah hidupku yang sempat kelam dan penuh dengan kesedihan kerena jauh dari Paman berserta keluargaku. Sejak pisah dengan keluargaku, Aku merasa sangat sulit membuka hati untuk orang lain, sulit untuk jatuh cinta dengan wanita rindu kepada keluargaku dan Pamanku Z.



Namun semua berubah sejak Aku berada dalam satu sekolah Mts untuk pertama kali aku melihatnya, saat itu tidak ada sedikitpun terbesit di hatinku untuk mencintai Jannah, yang Aku pikirkan hanya bagaimana Aku dapat sekolah Di Mts itu.



Kamu di sini ya, dek ”bicaraku kepada Jannah yang tengah membereskan tempat duduknya.



“oh iya kaka” jawab Jannah dengan tersenyum.



Sejak saat itu aku mulai mengenal Jannah yang sekarang sebagai teman disekolahku, namun hanya beberapa bulan aku bersama jannah satu lokal, aku dipindahkan ke lokal lain untuk dibimbing di sana.



Saat itu perasaan belum muncul di hatiku, Aku masih merasakan pedihku masa lalu yang telah memberi Jannah luka namun tak berdarah di masa MI. Hingga suatu ketika aku mendengar cerita mengenai Jannah dan agama yang Jannah miliki. Aku sempat merasa terpukau akan cerita dari salah seorang teman lama Jannah.



“cie jadi lo suka nih ya sama Jannah” bicara C yang mengejekku.


“ih suka dari mana kenal aja baru berapa hari” jawabku dengan wajah memerah.



Sejak saat itu perlahan aku mulai memperhatikan ke arah Jannah, terkadang aku mencuri pandangan untuk melihat tingkah Jannah, sesekali aku tersenyum melihat tingkah konyol itu.



Hari-hari Aku lalui dengan terus memperhatikan Jannah, terlalu sering Aku memperhatikan Jannah membuatku menganggumi Jannah, hingga tanpa sadar muncul rasa yang awalnya tak dimengerti itu apa, dan tak tau pasti sejak kapan rasa itu menghuni hatiku, rasa yang mampu membuatku sakit hatiku, saat aku melihat Jannah dengan Lelaki lain, hingga akhirnya aku meyakinkan hati apakah aku benar-benar telah jatuh hati pada Jannah, dan ternyata benar aku jatuh cinta dengan Jannah.



“astagfirullah” bicaraku dengan meneteskan airmata.



syair hak cipta dan dilindungi




Kesedihanku



Karya: IR. A. Jannah



Bulan pelit cahayanya untuk dinikmati sendiri


Bumi semakin beku dalam sepi

__ADS_1


Seakan kesedihan antri untuk mengisi hari


Sekilas senyuman Jannah pencegah erosi hati 



Bagai angin malam yg berhembus kencang


Yang menggema pada dinding-dinding


Kesedihanku itu datang tanpa ku undang


Ku ingin cintaku sekuat karang



Seakan menyentuh hingga menusuk kalbu


Yang membuat hati menjadi bisu


Hati Jannah yang selalu membeku


Kepada aku yang selalu menunggu



Saat kulihat senyum bidadariku


Sembunyikan romansa dengan bidadariku


Ku pegang bunga ternyata berduri


Saat ku rasakan ujian ilahi



Asal ku lihat senyuman bidadariku disana


Tanpa kabar ataupun sapa


buat selintas sepi dalam dada



sementara kita asyik bermain duri


kitapun dapat membunuh diri


Aku lemas dalam fikiranku sendiri


mencari solusi sedang hati memakan diri




Aku kembali mengingat rasa sakitnya di masa aku tidak ingin hatiku kembali terluka, dan aku tidak ingin cinta Jannah merusak iman dan ketakwaanku.



“kenapa lo Ali?” bicara Jannah,, dengan ramah dan senyuman .


“gua gak papa kok Jannah. bicaraku dengan tersenyum menyembunyikan perasaanku..

__ADS_1



Lagi-lagi aku harus berbohong untuk menyembunyikan perasaanku, aku tidak berani untuk bicara dengan orang lain mengenai hatiku, dalam sujud aku selalu berserah diri, bercerita dan bersimpuh meminta petunjuk ilahi akan rasaku dan tanpa sadar airmata itu selalu keluar saat aku menyebut nama Jannah dalam doaku.



Tidak banyak yang dipinta aku hanya minta agar tidak jatuh di hati yang salah dan agar cinta ini tidak merusak iman dan takwaku.



“dek” bicaraku, Jannah dengan tersenyum di depan mushola.



“iya kak, duluan ya kak” jawab Jannah.


Dengan cepat aku berjalan meninggalkan Jannah lagi-lagi jantung terasa seperti bedug lebaran rasa senang yang bercampur takut akan luka dan pedihnya cinta.


“mau nomer siapa Ali? Nomor togel ya” ujar teman lain E.



“sembarangan aja bukanlah, aku cuma mau mastiin kalo wa dan we chatnya aktif” jawabku dengan nada pelan.



“wa siapa yang aktif” bicara Temanku E, dengan rasa penasaran.



Namun aku selalu menyembunyikan semuanya dengan rapi tanpa memberitahu siapapun tentang perasaanku, malam harinya Aku kembali terbangun dari tidurku dan selalu melaksanakan shalat malam, namun setelah shalat aku selalu bermimpi yang sama setiap malam, mimpi yang menurutku begitu aneh tetapi mau tidak mau aku harus menyampaikan mimpi itu kepada Jannah.



“mimpi apa ini ya allah, kenapa harus bermimpi ini? Apakah yang harus aku sampaikan kepada Jannah, hamba tidak ingin Jannah tahu tentang perasaan hamba”bicaraku di atas ranjang saat pagi hari dengan air mata yang perlahan menetes.



Aku menyeka airmata itu dan bangun untuk shalat subuh dan bersiap untuk sekolah. Di lokal setelah pulang aku menyempatkan diri untuk menemui Jannah dengan perasaan yang amat sangat membuatku merasa panas dingin, aku memberanikan diri untuk bicara.



1 pertanyaan berhasil terjawab, sama siapa kamu semalam? dan siapa orang itu? bicaraku.



jannah bicara: Aku semalam sama seorang lelaki dan lelaki itu adalah adek dari pamanku Zc yaitu Pamanku Yb oleh jannah . namun 2 pertanyaan dalam mimpi itu belum terjawab.


Aku merasa sedikit lega namun aku kaget ketika Jannah mampu menjawab pertanyaan itu, bagaimana bisa Jannah menjawabnya sedangkan itu hanya pertanyaan untuk test kejujuran.



“kak nanti lagi ya soalnya udah dekat ashar mau pulang” bicara Jannah yang membereskan tempat duduknya.



“iya dek enggak papa nanti besok jangan dilupain ya, aku masih ada 2 pertanyaan lagi soalnya” jawabku dengan nada sedikit kecewa



Aku pun pulang meninggalkan Jannah yang sedang membereskan duduknya bersiap-siap untuk ke rumah, lagi-lagi hatiku bertanya


“ya allah apa aku harus jatuh cinta dengan nya? Sedangkan Jannah tidak mencintaiku” Aku memikirkan sambil berjalan menuju parkiran kendaraan untuk kembali ke asramaku..

__ADS_1




__ADS_2