
Pamanku Z sedang menunggu aku yaitu keponakaknya dihalte bus dan menunggu di sana sampai bus sekolahnya datang.
Tak lama, bus sekolah tersebut datang juga. Setelah memastikan keponakannya datang keluar dari bus, Pamanku dan aku pun bergegas pulang ke rumah sebelum itu ke rumah Pamanku Presiden dulu untuk memberitahu bahwa aku sudah kembali .
Setelah 30 menit, bel pintu rumah berbunyi. Ternyata, Ruqayah lah yang ada di depan pintu. Ruqayah sangat kaget, karena seingat Ruqayah sudah melihat pamannya masuk ke bus dan harusnya pamannya Ali tak pulang secepat ini.
Ketika pintu terbuka lebar, Ruqayah pun sadar bahwa Mobil keponakan abinya Presiden E yaitu pamannya ali Z . Tadi juga ada di depan rumah. Kemudian, Ruqayah bertanya kepada Pamanku Ali.
Ruqayah bicara“Kok pulang ke rumah dan tidak sekolah, pamanku Ali?”
PamakuAli pun menjawab, “Aku mau jenguk dulu, keponakanku Ruqayah. Sekolah sangat sulit, lama, dan membosankan. Aku tidak suka.”
Keponakanku Ruqayah hanya bisa menghela nafas melihatnya dan bicara, “pamanku Ali itulah yang namanya hidup. Selalu ada saja masalah yang datang menghampiri. Sekarang kembalilah ke mobil dan pergi ke sekolah”
Pamanku ali hanya bisa melongo. Tampaknya, keponakanku Ruqayah juga pamanku Z hanya ingin mengenalkan pelajaran hidup untuk aku supaya sadar bahwa setiap orang pasti mempunyai masalah.
Tak lama aku mendapat telpon untuk ke rumah sakit jadi aku tak jadi pulang ke sekolah Mts untuk sementara waktu . Sedangkan Pamanku yang lain selain pamanku Z, yang kenal dengan sahabatku yang sakit ini juga mau menjenguk tapi nanti setelah pekerjaannya selesai. Aku duluan pergi ke rumah sakit.
Aku mempunyai orang sahabat yang sudah sepuluh tahun . Tiba-tiba, salah satu dari mereka tampak sekarat.
Sebelum pergi meninggalkan dunia, Sahabatku membuat sebuah pengakuan kepadaku.
Sahabatku bicara “Aku mau membuat pengakuan sebelum aku mati. Aku telah selingkuh dengan tantemu selama lima tahun, dan anak perempuan pamanmu itu adalah anakku.”
__ADS_1
“Tenang, aku sudah tahu dan Pamanku sudah tahu juga, bahkan pamanku yang memberi tahuku . Kamu tak perlu mengkhawatirkan itu. Pergilah dengan tenang,” bicaraku , tak lama pamanku datang menjenguk sahabatku.
Pamanku bicara juga membuat sebuah pengakuan, “Aku ke sini juga mau mengaku, akulah yang menaruh racun di makananmu siang tadi.”makanya kamu sekarat.
Kenapa aku melakukan ini,, sebelumnya pamanku ingin membunuh kamu tapi setelah menerima telpon akhirnya, aku untuk meracunimu supaya merasakan hidup tak mau dan hanya menginginkan kematian. bicara Pamanku.
Pamanku mendapat sebuah panggilan telepon. Ternyata panggilan tersebut berasal dari rumah sakit.
“Pak, istri Anda mengalami kecelakaan serius. Ada kabar buruk dan kabar baik untuk Anda,” bicara dokter.
Dengan ragu-ragu, pria itu pun memutuskan mendengar kabar buruknya terlebih dahulu.
“Kabar buruknya, istri Anda mengalami koma.. Untuk bisa bertahan hidup, dia harus dirawat dan untuk sadar kembali sangat sulit”
Dokter menjawab, “ Aku hanya bercanda.”
Pamanku itupun merasa lega, dan dokter kembali melanjutkan bicaranya, “Sebenarnya, istri Anda sudah meninggal.” istriku meninggal maka kamu harus menemaninya di sana seperti halnya kamu sudah menemaninya didunia.
syair memiliki hak cipta dan dilindungi.
Rindu Meninggalkan Pengakuan
__ADS_1
karya: IR. A. Jannah
Hujannya sudah pergi
Rinduku pada enggan pergi
Bawalah rinduku hanyut untuk nanti
Tangisan menyuruak dalam dunia sunyi
Dalam sakit aku bisa merasakan pelangi
Melengkung indah membuat iri matahari
hujan kamu bilang penumbuh mimpi
lampu menyala yang kamu bilang dibisikkan oleh bumi
Kepada yang meninggalkan aku
Sekali lagi hujan berkah selalu membasahi aku
Mengharuskan penuh dengan tawaku,
Beberapa nama dalam hatiku
Banjir darah dan air mataku kamu anggap suatu kemerdekaan
Tak peduli seberapa keras aku mencari jalan penyelesaian
Setibanya disana kamu menyambut dengan tawa penghinaan
Sesal selalu berakhir demikian.
__ADS_1
Tak berapa lama sahabatku melakukan pengakuan , sahabatku pun meninggalkan dunia untuk selamanya dan dikuburkan dekat dengan kubur tanteku.