
Mendengar penjelasanku, Temanku Ramadhan tersebut merasa kesal. Pamanku Presiden E, akhirnya memberikan hadiah berupa sekantung Emas kepadaku sedangkan Temanku Ramadhan masuk penjara sesuai perjanjian yang sudah disepakati.
Aku baru saja pulang dari Rumah Pamanku Presiden E setelah kejadian Temanku Ramadhan. Aku tidak langsung pulang ke rumah melainkan berjalan-jalan lebih dahulu ke desa Neraka. Ini memang sudah menjadi kebiasaanku yang suka mengetahui adat istiadat orang-orang Neraka. Pada suatu desa, Aku sempat melihat sebuah rumah besar yang dari luar terdengar suara seperti suara kerumunan puluhan orang. Aku tertarik, ingin melihat untuk apa orang-orang Neraka berkumpul di sana, ternyata di rumah besar itu adalah tempat orang Neraka menjual Bakso, abdef yaitu Bakso khas makanan para yang suka makan Bakso. Tapi Aku tidak segera masuk ke rumah besar itu, merasa lelah dan ingin beristirahat maka Aku terus berjalan ke arah pinggiran desa. Aku beristirahat di bawah sebatang pohon rindang. Aku merasa hawa di situ amat sejuk dan segar sehingga tidak berapa lama kemudian mengantuk dan tertidur di bawah pohon. Aku tak tahu berapa lama ia tertidur, tahu-tahu Aku merasa dilempar ke atas lantai tanah. Brak! Akupun bangun. "Kurang ajar! Siapa yang melemparku?" tanyaku heran sambil menengok kanan kiri.
Aku berada di sebuah ruangan pengap berjeruji besi. Seperti penjara.
"Hai keluarkan aku! Kenapa aku dipenjara di sini.!"Teriakku.
Tidak berapa lama kemudian muncul seorang desa Neraka bertubuh besar. Aku memperhatikan dengan seksama, Aku ingat orang inilah yang menjual! Bakso abcde di rumah besar di tengah desa Neraka "Jangan teriak-teriak, cepat makan ini !" kata orang Neraka samabil menyodorkan piring ke lubang ruangan. Aku tidak segera makan.
"Mengapa aku dipenjara?"bicaraku.
"Kamu akan kami sembelih dan akan kami jadikan campuran Daging Pentol ."bicara orang Neraka.
"Hah? Jadi yang kamu jual di tengah desa itu bubur manusia?"bicaraku.
"Tepat.... itulah makanan favorit kesukaan orang yang makan Bakso,bicara orang Neraka."
"Kami...? Jadi kalian sekampung suka makan daging manusia?"bicaraku
__ADS_1
"lya, termasuk daging kamu, sebab besok pagi kamu akan kami sembelih!"tambahan orang Neraka.
"Sejak kapan kalian makan daging manusia?" Bicaraku.
"Oh.., sejak lama .... setidaknya sebulan sekali kami makan daging manusia."bicara orang Neraka.
"Dari mana saja kalian dapatkan daging manusia?" Bicaraku.
"Kami tidak mencari ke mana-mana, hanya setiap kali ada orang masuk atau lewat di desa kami pasti kami tangkap dan akhirnya kami sembelih untuk dijadikan daging pentol.
Aku tentu saja tak berani makan bakso itu jangan-jangan bakso pentol manusia. Aku menahan lapar semalaman tak tidur, tubuhku yang kurus makin nampak kurus. Esok harinya, Orang Neraka itu datang lagi.
"Bersiaplah sebentar lagi kamu akan mati, bicara orang Neraka.
" Aku bicara ,"Tubuhku ini kurus, kalaupun kamu sembelih kamu tidak akan memperoleh daging yang banyak. Kalau kamu setuju nanti sore akan kubawakan temanku yang bertubuh gemuk. Dagingnya bisa kalian makan selama lima hari."
"Benarkah?" Bicara orang Neraka.
__ADS_1
"Aku tidak pernah bohong!" Orang Neraka itu diam sejenak, Orang Neraka menatap tajam kearahku. Entah kenapa akhirnya orang Neraka, itu rnempercayai dan melepaskan Aku.
Aku langsung pergi ke Rumah menghadap Pamanku Presiden E. Setelah berbasa-basi maka Pamanku Presiden E bertanya kepadaku.
"Ada apa Keponakanku Ali? Kamu datang tanpa kupanggil?" Pamanku Presiden E.
Aku baru saja pulang dari suatu desa yang aneh."bicaraku.
"Desa aneh, apa keanehannya?"bicaraku.
"Di desa tersebut ada orang menjual Bakso abcde yang khas dan sangat lezat. Di samping itu hawa di desa itu benar-benar sejuk dan segar."bicaraku.
"Aku ingin berkunjung ke desa itu. Pengawal! Siapkan pasukan!"bicara Pamanku Presiden E.
"Maaf Pamanku Presiden E, jangan membawa-bawa pengawal. Pamanku Presiden E harus menyamar jadi orang biasa."bicaraku.
"Tapi ini demi keselamatanku sebagai seorang bicara Pamanku Presiden E."
"Maaf Pamanku Presiden E,, jika bawa-bawa tentara maka orang sedesa akan ketakukan dan Pamanku Presiden E, takkan dapat melihat orang menjual bakso khas itu."kutambahkan bicaraku.
__ADS_1
"Baiklah, kapan kita berangkat, Keponakanku Ali?"Pamanku Presiden E...