
Malam hari, ayumi menghampiri nawaki yg sedang memasak d dapur.
Ayumi :"dimana ibumu? ". Tanya nya.
Nawaki :"dia pergi ke rumah pamanku". Ucapnya.
Ayumi :"souka, kau mempunyai adik? Atau kakak? Lalu dimana ayahmu? ". Tanya nya.
Nawaki :"aku hanya tinggal berdua bersama ibuku". Jawabnya.
Ayumi :"souka, jadi kita tinggal berdua ya drumah". Ucapnya.
Nawaki :"ya".
Ayumi :"hah? Cotto matte. Kita hanya berdua disini. Aaaah. . bagaimana ini? ". Kagetnya.
Nawaki :"kau tenang saja, aku tdk akan berbuat macam macam padamu". Ucapnya.
Nawaki kemudian duduk d kursi makan, dan mengajak ayumi untuk ikut makan bersamanya.
Ayumi :"gommen ne, aku merepotkan kalian". Ucapnya.
Nawaki :"iie, daijoubu ". Ucapnya.
Kemudian mereka menyantap makanan bersama. Ayumi merasa bersalah pada keluarga itu. Mereka sedang kesusahan ditambah dirinya yg menumpang hidup.
*
Setelah makan malam selesai, nawaki duduk d sofa depan televisi.
Ayumi :"boleh aku. . ikut menonton tv? ". Tanya nya.
Nawaki :"ya, duduklah". Pintanya. Ayumi kemudian duduk.
Mereka menonton televisi bersama. Sesekali nawaki melirik ayumi.
__ADS_1
"Kawaii ". Gumamnya.
Nawaki :"namamu? ". Tanya nya.
Ayumi :"ayumi wulandari desu. Saya, dari Indonesia ".
Nawaki :"hah? Hontou ni? Kau org luar? ". Tanya nya tdk percaya.
Ayumi :"ya, aku pernah bersekolah 2 tahun d sini, dan baru kembali beberapa bulan lalu karna pekerjaan". Ungkapnya.
Nawaki :"naruhodo. . besok aku akan mengajakmu ke rumah bibiku, lumayan jauh sih. Tapi dia punya ponsel dan jg telepon rumah, kau bisa minjamnya. ". Usulnya.
Ayumi :"hontou ni? Ya ya, besok kita kesana ya". Ucapnya bersemangat.
Nawaki :"tapi. . luka mu? ".
Ayumi :"daijoubu.. Aku baik baik saja". Ucapnya sambil tersenyum.
Mereka melanjutkan menonton tv. Tak berapa lama ayumi ketiduran, nawaki yg melihat itu lalu menggendong tubuh ayumi dgn sangat hati hati. .
** *
Dgn perjuangan mereka, akhirnya mereka sampai. Nawaki meminta ijin untuk memakai telpon dan ponsel bibinya. Tapi bibinya bilang ponselnya sedang d bawa oleh suaminya. Jadi ayumi harus menggunakan telpon itu.
"Aku tdk mengingat nomor telpon rumah. . bagaimana ini. . nomor kantor, ya benar. Nomor kantorku tdk terlalu susah d ingatkan". Gumamnya.
Ayumi mulai menekan tombolnya, lalu menekan tombol memanggil.
*tuuut. . tuuuut*. menyambung. Tak lama. .
"Ya hallo". Ucap resepsionis kantor ayumi.
Ayumi :"ah nona, ini aku ayumi. . Ayumi Wulandari, bisa kau sambungkan telpon ini ke direktur 1 atau direktur 2. ". Pintanya.
"Baik, tunggu. . . ".
__ADS_1
*tuuut. . tuuut*. Telpon terputus karna tiba tiba saja lampu padam.
Bibi :"disini sedang terjadi pemadaman untuk sementara, gommen ne bibi tdk mengatakan sebelumnya". Ucapnya.
Ayumi :"souka, daijoubu. Arigatou sudah membantuku". Ucapnya.
**
Sedangkan di kantor ayumi. .
"Direktur 1, baru saja seseorg menelpon, dia mengaku sebagai nona ayumi sekretaris anda". Beritahu resepsionis itu pada haruki.
Haruki :"hontou ni? Sambungkan telponnya". Pintanya.
"Sumimasen, telpon telah terputus beberapa menit lalu". Ucapnya. Lalu menutup telpon.
Haruki :"kusooo!!!!! ". Sesalnya.
Haruki kemudian beritahukan info itu pada izumi , ken dan Yuuki. Mereka terkejut dan tdk percaya.
Yuuki :"berikan nomornya, aku akan meminta polisi untuk melacaknya". Pinta nya.
Haruki :"aku akan mengirim nomornya". Ucapnya.
Izumi :"apa. . ini sungguhan? Tapi ini sudah terlalu lama". Ucapnya.
Haruki :"jika kau tdk mau membantu tak apa, hiduplah dgn rasa penyesalan seumur hidupmu". Omelnya.
Izumi :"bu-bukan begitu. . aku hanya, blm mempercayai itu".
Ken :"yosh. . ayo". Ajaknya. .
Mereka jadi bersemangat kembali. Harapan kembali muncul dalam hati mereka. Yuuki blm memberitahu akane karna kabar itu masih harus d buktikan kebenarannya. Dia tdk ingin memberi harapan palsu pada akane.
** * **
__ADS_1