
Dua tahun kemudian. Waktu terasa sangat singkat bagi Ayumi dan terasa sangat lama untuk izumi. Mereka mulai menjalani kehidupan masing masing.
Suatu pagi. .
*dor.. . dor.. . dor*. Seseorg mengetuk pintu kamar ayumi dgn sangat keras.
"Bangunlah. . apa kau akan tertidur sepanjang hari? ". Ucapnya.
Ayumi :"ya bu. . aku akan bangun". Timbalnya.
"Cih, ibu sangat bawel. . entah kenapa kehidupanku disini sangat terasa berat. Aaaaah, aku ingin kembali ke Jepang ". Ujarnya dalam hati.
Ayumi bangun dr tempat tidurnya, lalu keluar kamar. Dia berjalan ke kamar mandi.
Ibu :"kau blm mendapatkan pekerjaan jg? ". Tanyanya.
Ayumi :"belum bu".
Ibu :"lalu apa gunanya ijazah dari Jepang itu? ". Tanya nya ketus.
Ayumi masuk k kamar mandi, dia tdk mendengarkan perkataan ibunya itu. Sebenarnya dia kasihan pada ibunya yg harus bekerja banting tulang membiayai nya dan 1 adik laki lakinya. Ayumi memiliki 1 kakak laki laki, namun dia sudah menikah dan mempunyai rumah sendiri.
"Aaaaah. . seseorg. . bawa aku ke Jepang". Gumamnya saat mandi.
Mencari pekerjaan di sana sangat sulit, ayumi sudah sangat muak. Di usianya yg menginjak umur 20 tahun, tapi dia belum memiliki pekerjaan.
**
Setelah menyantap sarapannya, ayumi bersiap untuk berkelana mencari pekerjaan. mendatangi pintu ke pintu perusahaan ternama Jepang, berharap keahliannya berbahasa Jepang dapat d terima. Namun, semua tdk berjalan lancar.
Ayumi berjalan di pinggir kota. Udara yg kotor dan panas matahari membuatnya hampir menyerah. Lalu dia berhenti di sebuah warung d pinggir jalan.
__ADS_1
"Bu Akane benar, pekerjaan ku dulu disana sudah bagus. Tapi aku malah meninggalkan nya. Aku sangat menyesal. Aku ingin menghubungi bu Akane lg. Tapi, nomornya ada d ponselku yg dulu di rampok. Aaaaah, aku harus bagaimana lg". Gerutunya.
Ayumi meneguk segelas air dingin menyegarkan ditengah suasana panas.
Tak lama, dia melihat seorg pria sedang berjalan dengan seorg wanita dan satu org anak kecil.
"Angga". Gumamnya.
Ayumi menyembunyikan wajahnya, dia tdk ingin kalau sampai angga melihatnya.
"Sudah lama sekali. Ternyata, kau sudah memiliki seorg anak. Hehe. . apa. . tdk sedikitpun kau memikirkanku? Org yg kau tinggalkan? Ah haha. . itu tdk mungkin, wajahnya terlihat sangat bahagia. ". Gumamnya.
*
Ayumi melanjutkan pencarian nya lg. Dia berjalan di pinggiran pabrik pabrik ternama. Sudah lebih dari 10 pabrik dia temui hari itu. Dia menyerah.
Ayumi hendak pulang ke rumahnya. Di perjalanan, dia berusaha mengingat nomor bu Akane. Tidak hanya bu Akane, Yuuki, shin, hana, bahkan izumi. . ayumi berusaha mengingat nomor mereka.
"Call". Gumamnya menekan tombol 'panggil'.
*tuuuut. . tuuuut. . tuuuut*. Suara ponselnya.
Ayumi :"terhubung? ".
Tak lama. . panggilan terhubung.
"Hallo. . siapa ini? ". Suara seseorg itu d ponsel ayumi dlm bahasa Jepang.
"itu. . suara Yuuki Niisan". Gumamnya kegirangan.
Ayumi :"Hallo. . dengan Yuuki kah? ". Tanya nya.
__ADS_1
"Ya. . ini dgn siapa? ". ungkap nya yg membuat ayumi sangat senang.
Ayumi :"Yuuki niisan, kau tdk mengenalku? ". Tanyanya.
Yuuki :"masaka. . ayumi kah?". Ucapnya.
Ayumi :"yokatta, akhirnya aku mengingat nomormu". Ucapnya.
Yuuki :"Ayumi-chan, ogenki desuka? (Apa kabar?) ".
Ayumi :"baik. Niisan dan ibu, apa kabar? ". Tanya nya balik.
Yuuki :"baik, kau kemana saja. Aku dan ibu berusaha menghubungi mu sejak lama. ". Tanya nya.
Ayumi :"gommen ne, ponselku di rampok oleh seseorg setiba ku di sini dulu, dan aku tdk mengingat nomor siapapun. ". ungkap nya.
Yuuki :"souka. Aku kira, kau sudah melupakan kami".
Ayumi :"itu tidak benar. . ibu, ada d rumah? ". Tanya nya.
Yuuki :"iie, dia sedang mengajar, seperti biasa. ".
Ayumi :"hmm niisan, aku akn menelponmu lg nanti ya. Aku akan pulang ke rumah dulu". Ucapnya.
Yuuki :"yaa. . akan aku tunggu ".
Ayumi :"Ja, mata ne". Ucapnya.
Ayumi menutup telpon nya, lalu pulang ke rumahnya. Hati nya sangat senang, dia memiliki peluang untuk kembali ke sana. Bertemu teman temannya, dan juga. . Izumi.
**
__ADS_1