
Esok hari sepulang kerja.
Izumi mengantar ayumi pulang terlebih dahulu untuk membawa pakaian ganti. Setelah itu mereka berdua pergi ke rumah izumi. Tidak lupa, mereka berhenti d supermarket karna Ayumi ingin membeli buah buahan untuk ibu Izumi.
Saat ayumi sedang memilih buah buahan, dia melihat izumi memberikan uang d kasir, lalu dia mengambil sebuah plastik yg di berikan oleh kasir itu. Ayumi sedikit curiga, kalau izumi membeli p*****n.
"Apa yg dia beli? Pengaman kah? ". Gumamnya.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan. Ayumi ingin menanyakan soal tadi, tapi dia ragu. Namun akhirnya, dia menanyakannya.
Ayumi :"kau. .membeli apa tadi? ". Tanya nya.
Izumi :"tidak ada, hanya sebuah vitamin". Ucapnya.
Ayumi :"vitamin? Untuk apa? ". Tanya nya lg.
Izumi :"ah hehe". Izumi hanya tersenyum dan tdk menjawab.
Ayumi :"izumi-kun, aku. . tdk mau melakukan itu". Ucapnya.
Izumi :"knp? ". Tanya nya.
Ayumi jd semakin yakin dgn apa yg akan izumi lakukan padanya. Untuk pertama kalinya, ayumi meragukan Izumi. Mengingat kata katanya yg menyebutkan bahwa dia blm siap untuk menikah.
"apa yg akan dia lakukan padaku? ". Gelisah nya.
**
Tak berapa lama, ayumi sampai d rumah izumi. Ibu Izumi menyambutnya dgn suka duka.
Mereka mengobrol d ruang tengah, sampai akhirnya ayumi disuruh ke kamarnya untuk istirahat. Ayumi sudah mandi d rumahnya, jadi dia tdk perlu mandi d rumah izumi.
*
Saat malam hari. Mereka sedang makan malam bersama. Lalu ibu izumi memulai obrolan ke yg lebih serius.
Ibu :"jadi, kapan kalian akan menikah? ". Tanya nya.
Ayumi :"izumi-kun, blm yakin padaku". Ucapnya.
__ADS_1
Izumi :"bukan begitu, hanya saja aku blm siap". Ucapnya. Kata itu yg selalu dia ucapkan dan yg membuat ayumi ragu.
Ibu :"jangan seperti itu, usia kalian terbilang cukup dewasa untuk menikah ". Ucapnya.
Ibu izumi menasehati mereka berdua, sedangkan ayumi terus memikirkan tentang apa yg akan terjadi padanya nanti.
Setelah selesai dgn makan malam. Ibu menyuruh mereka untuk tidur lebih awal. Dan ayumi menurutinya, dia pergi ke kamarnya yg biasa dia tempati saat menginap. Lalu Izumi ke kamarnya.Ayumi merasa lega karna, izumi tdk tidur dgnnya. Tapi. .
*kreeek*. Seseorg membuka pintu.
Ayumi :"izumi-kun, ada apa? ". Tanya nya.
Izumi :"iie, hanya mengantar minuman saja".
"Minuman? Masaka. . ". Kagetnya. Ayumi curiga dgn minuman itu.
Izumi :"ibu membuatkannya untuk mu". Ucapnya. Kemudian duduk d ranjang bersama ayumi.
Ayumi :"tapi, aku sedang tdk haus. Dan lg, perutku sedikit kekenyangan". Alasannya.
Izumi :"setidaknya, minumlah sedikit". Pintanya.
Izumi terdiam, tak lama dia meminum minuman itu. Dan tiba tiba dia langsung mencium Ayumi..
Ayumi :"mmmhhh? ". Kagetnya saat merasakan sesuatu mengalir d tenggorokannya. Izumi memasukan minuman itu ke Ayumi lewat mulutnya.
Izumi melepaskan ciuman itu lalu tersenyum. Mereka terdiam cukup lama.
"Minuman apa yg izumi berikan padaku? Aku sangat takut". Gelisah nya lg.
***
Beberapa puluh menit kemudian, ayumi merasakan sesuatu yg berbeda dgn tubuhnya. Izumi menyadari itu, lalu dia memegang dada Ayumi. Sontak Ayumi menggeliat.
Ayumi :"da. . dame". Tolaknya sambil menahan sesuatu.
Ayumi melihat ke arah Izumi yg sedang tersenyum.
"Masaka. . apa minuman itu dicampur obat pera*****g? ". Gumam ayumi.
__ADS_1
Izumi semakin berani, dia mendorong tubuh ayumi lalu menc*umi lehernya. Ayumi hanya terdiam menikmati. Hatinya ingin menolak, tapi tubuhnya tdk bisa d kendalikan.
Ayumi :"kenapa kau melakukan ini? Padahal kau tdk berniat menikahi ku". Tanyanya.
Izumi :"aku akan menikahimu, nanti". Balas nya.
Izumi berusaha meluc*ti pakaian Ayumi, dan jg pakaiannya. Setelah itu, memulai aksinya. Izumi bahkan tdk meminta izin terlebih dahulu pada ayumi.
Ayumi :"aaah, yamete". Ucapnya. Namun izumi tdk mendengarkannya.
Izumi bermain sangat kasar, Ayumi sangat tidak nyaman. Belum lagi, Izumi sampai berani menyumpal mulut ayumi dgn sprei.
"Hidoi ". Gumam ayumi.
Sampai larut malam. Izumi tdk henti hentinya melakukan itu pada ayumi, dan ayumi hanya terdiam menerimanya. Beberapa kali lava menyembur, dan izumi tdk memakai pengaman.Ayumi tdk bisa berbicara karna gumpalan sprei d mulutnya.
Perlakuan Izumi sudah sangat melukai perasaan ayumi. Ayumi menangis, namun Izumi sama sekali tdk memperdulikannya.
*
Semakin malam, izumi berhenti. Dia melepas sprei yg ada d mulut Ayumi. Ayumi sedikit lega, dia pikir penderitaan nya sudah selesai. Tapi. .
Izumi :"sekali saja". Pintanya sambil menyodorkan chinchin nya pd ayumi.
Ayumi :"tidak mau". Tolaknya.
Izumi kemudian memegangi wajah ayumi, lalu membuka mulutnya kemudian memasukkannya. Ayumi tdk mengerti pd izumi saat itu.
"Kenapa . . kenapa kau melakukan ini padaku? Kau mencintai ku kan? ". Gumamnya dalam hati.
Tak lama, lava itu menyembur d mulut ayumi, ketika dia hendak memuntahkannya, izumi menutup mulut ayumi dgn tangannya.
Ayumi :"iie". Ucapnya.
Perlahan ayumi meneteskan air matanya. Lalu izumi membaringkan tubuhnya d samping Ayumi, lalu memeluknya.
Ayumi sangat kecewa padanya. Dia tdk mengerti cinta izumi kali ini. Hatinya merasa sangat sakit, bahkan izumi tdk meminta maaf setelah itu.
** * **
__ADS_1