
Sepanjang malam ayumi terus menangis, tubuhnya selalu gemetaran saat mengingat kembali peristiwa itu. Dia mencoba untuk menerima semua itu, tapi tidak bisa.
**
Waktu menunjukan pukul 4 pagi ,ayumi bangun dr tempat tidur. Dia memakai kembali pakaiannya dan membereskan barangnya. Setelah selesai, ayumi pun pergi ke bawah.
Perlahan sekali dia menuruni tangga merasakan setiap rasa sakit d badannya. Sesekali dia merasa mual.
Setibanya di bawah.
Ibu :"ayumi-chan, sudah bangun? ". Tanya nya. Lalu ibu Izumi melihat ayumi dgn mata lebam dan raut wajah yg tdk baik baik saja.
Ayumi :"ibu, gommen, aku harus pulang. . ada sesuatu penting yg tertinggal drumah". Alasannya.
Ibu :"kau baik baik saja? Tunggulah izumi bangun, biar dia mengantarmu ". Ucapnya.
Ayumi :"tidak. . tidak perlu, aku pulang dulu bu. Arigatou". Ucapnya.
Ibu izumi hanya menatap kepergian ayumi, dia tdk mengerti apa yg terjadi dengan mereka berdua.
"Apa. . mereka bertengkar? ". Gumam ibu izumi. Tak lama.
Ayumi :"uuo". Hendak m*ntah.
Ibu :"ayu-chan, kau baik baik saja? ". Tanya nya.
Ayumi :"y-ya, gommen. . ittekimasu". Ucapnya keluar dr rumah izumi.
Ibu :"itterashai ". Ucapnya pelan.
__ADS_1
Pagi itu juga, Ayumi kembali ke rumahnya dgn naik bus karna bus beroperasi 24jam nonstop. Rasa sakit yg masih dia rasakan. Ayumi merasa kalau badannya semakin lemas, semakin terasa sakit.
Saat itu, bus tdk ramai penumpang jadi ayumi sedikit lega. Setiap dia melihat seorg pria, dia selalu ketakutan.
*
Tak berapa lama, bus sampai. Ayumi keluar lalu berjalan ke rumahnya. Langkahnya sangat pelan, dia berjalan dgn tangan yg menutup mulutnya karna rasa mual. Lalu dia pun sampai.
*tok. . tok*. Mengetuk pintu rumahnya.
Tak lama pintu terbuka. .
Yuri :"ayumi-chan. sepagi ini? ". Herannya.
Ayumi :"ada berkas penting yg tertinggal, jd aku pulang dulu". Alasan nya.
Ayumi masuk ke dalam rumah dan berjalan menaiki tangga, dari situ yuri sudah merasakan keanehan pada ayumi. Dia jg seorg perempuan, dan pernah merasakannya. Tapi yuri tdk mau berburuk sangka pada ayumi.
Ayumi masuk k kamarnya, setelah itu dia menangis. Tangisan tanpa suara yg sangat menyakitkan.
"Kenapa? Kenapa? Kenapa? Apa salahku? Katakan? ". Gumamnya dalam tangisnya.
Kemudian ayumi membuka lemari pakaiannya, dan memasukan beberapa pakaian ke dalam tas laptop nya sehingga tdk akan ada yg berpikir bahwa didalam itu terdapat baju.
Lalu ayumi menulis sebuah surat, yang d taruh meja kerjanya. Dia sangat ingin sendiri, tanpa gangguan siapapun.
**
Hari mulai pagi, ayumi menuruni tangga dgn membawa tas laptopnya.
__ADS_1
Yuuki :"Ohayou ayumi-chan ". Sapa nya.
Ayumi :"hah? ". kagetnya dgn tatapan takut dan tubuhnya mulai gemetaran.
Yuuki :"ada apa? Kau sakit? ". Tanya nya sambil menghampiri ayumi.
Ayumi :"iie, jangan mendekat". Suruhnya.
Yuuki :"ke-kenapa? Kau baik baik saja? ". Tanya nya.
Ayumi :"y-ya". Balas nya.
Yuuki kembali duduk, dan ketika dia mengajak ayumi sarapan, ayumi menolaknya dan langsung pergi dr rumah. Raut wajah dan tingkah laku yg membuat Yuuki heran sekaligus khawatir. Tiba tiba. .
Yuri :"aaaah". Teriaknya sambil memegang perutnya.
Yuuki :"ada apa? ". Khawatir.
Yuri :"perutku sakit, sepertinya aku akan melahirkan ". Ujarnya.
Yuuki :"tidak mungkin, waktu nya masih lama kan". Tanya nya.
Yuri :"aku tdk tahu, perutku sakit sekali". Ucapnya.
Yuuki :"ayo ayo, kita k rumah sakit ya". Ucapnya. Yuuki membantu yuri berjalan kemobil, setelah itu mereka pergi ke rumah sakit.
Yuri akan melahirkan pagi itu, dan Yuuki menemaninya. Yuuki blm memberitahu ayumi dan ibunya, karna dia ingin fokus pd kelahiran anaknya dulu.
** * **
__ADS_1