
Ayumi kembali lagi ke ruangannya, sebelumnya dia telah menyeka air matanya.
*kreeek*.
Haruki :"bagaimana?. . apa yg dia. . kata. . . kan". Ucapnya semakin pelan saat melihat ayumi yg seperti sudah menangis.
Ayumi :"dia. . tidak mengatakan apapun". Ucapnya lalu duduk d tempatnya.
Haruki :"kau mengenalnya? Maksudku. . kau pasti melihat nya kan? Mereka memang. . sering seperti itu, banyak karyawan yg sudah mengetahuinya. Tapi. . knp kau menangis? Kau mengenal mereka? ". Tanya nya.
Ayumi :"ah tidak. . aku hanya. . gugup saja". Ucapnya berbohong.
Haruki :"naru hodo. . hmm. . sebenarnya direktur 2 itu org yg baik, tapi. . setelah wanita itu bekerja dgnnya, namanya mulai tercoreng. . tapi karna kecerdasan nya dia bisa bertahan d kantor ini". Ungkap ya.
Ayumi :"souka. . ". Ucapnya cuek.
Haruki tdk tahu apa yg terjadi pada ayumi, tapi dia tdk ingin ikut campur.
***
Pekerjaan berlanjut. Hati Ayumi maupun Izumi tdk tenang. Izumi ingin bertemu dgn ayumi untuk menjelaskan yg terjadi, namun pekerjaan yg menumpuk membuatnya tdk bisa menginggalkan ruangannya begitu saja.
"Cintaku. . sudah hilang". Gumam ayumi. Hatinya hancur.
__ADS_1
* *
Jarum jam menunjukan pukul 4 sore. Haruki sudah menyuruh ayumi pulang karna keadaannya yg kurang baik. Haruki jg memaklumi karna ini hari pertama ayumi bekerja.
Ayumi menyetujuinya dan dia pun pulang lebih awal. Matanya tak henti meneteskan air mata. Sakit, sangat sakit dirasakannya. Di dalam bus, ayumi terus melamun. Tapi dia menguatkan diri, dia mengingat ibu dan adiknya yg dia tinggalkan.
Beberapa menit menempuh perjalanan, ayumi pun sampai d rumah bu akane yg saat ini menjadi tempat tinggalnya. Dia memasuki rumahnya, dan langsung pergi ke kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya, memeluk guling lalu menangis.
"Kenapa? . . kenapa izumi? ". Gumamnya sambil menangis. Dia menumpahkan semua kesedihannya, semua rasa sakitnya saat itu.
**
Setengah jam kemudian, jam pulang bagi pegawai kantor. Izumi menunggu d depan ruangan Haruki, dia ingin menemui Ayumi. Dia tdk tahu harus mengatakan apa padanya nanti. Sebenarnya izumi tahu kalau ayumi ada d kota itu karna ibunya memberitahu nya, tapi dia tdk menyangka akan bertemu dalam keadaan seperti itu.
Haruki :"direktur 2?". Ucapnya saat melihat izumi.
Izumi :"jangan panggil aku seperti itu. . hmm. . aku dengar kau memiliki sekretaris baru ya? Boleh aku melihatnya? ". Tanyanya sambil melihat lihat ke dalam ruangan. Izumi berpura pura tdk mengenal ayumi d depan Haruki.
Haruki :"hey dia tdk ada, dia sudah pulang setengah jam yg lalu". Ungkap nya.
Izumi :"sudah pulang? Kenapa? ". Tanya nya.
Haruki :"sepertinya dia sedang tdk baik baik saja, aku memaklumi nya karna ini hari pertamanya kerja". Ucapnya.
__ADS_1
Izumi :"hmm. . kau tau alamat rumahnya? ". Tanya nya lg.
Haruki :"heey ada apa ini? Kau tertarik padanya? Ingatlah. . kau sudah memiliki pacar". Ucapnya.
Izumi :"bu-bukan begitu".
Haruki :"sudahlah. . aku pulang dulu. Ja". Ucapnya yg kemudian pergi meninggalkan izumi.
Izumi terdiam. Dia tdk tahu harus mencari Ayumi kemana lg. Dia hanya harus menunggu sampai esok bertemu lg. Akhirnya izumi pun pulang.
*
Malam hari, izumi tdk bisa menahannya lg, dia menghubungi pihak resepsionis untuk meminta alamat ayumi tinggal, tapi demi privasi karyawan, pihak resepsionis tdk memberikannya.
"Kusooo. . apa yg harus ku lakukan. ". Gerutunya.
Izumi :"bahkan di awal pertemuan, aku malah memberikannya rasa sakit. Laki laki macam apa aku ini". Kesal nya.
Izumi merebahkan tubuhnya, ingin sekali dia memeluk tubuh ayumi.
*
Izumi dan eliza memang berpacaran, tapi hati izumi hanya untuk ayumi. Dia dgn eliza hanya untuk bersenang senang saja. Walau begitu, belum sekalipun izumi tidur dgn eliza.
__ADS_1
***