
*brak*. Ayumi membanting pintu kamar sesampainya.
"Ada apa lagi dgn macan betina itu? ". gumam Yuuki terheran.
Didalam kamar, ayumi menangis. . dia tdk menerima perlakuan Yuji padanya. Bagaimanapun, itu tdk baik apalagi itu d tempat umum.
**
Keesokan harinya, ayumi terbangun dengan mata yg hampir bengkak karna menangis semalaman. Dia menatap ponselnya.
"150 panggilan tdk terjawab, Yuji senpai. . ". Gumam nya saat melihat ponselnya.
Ayumi menaruh ponselnya dan memejamkan mata kembali.
**
*tok. . tok. . tok*. Suara mengetuk pintu.
Yuuki :"yummi-chan, bangunlah. . ini sudah siang kau bisa terlambat ke sekolah". Ucapnya d luar kamar ayumi yg membuat ayumi terbangun.
Ayumi berjalan menghampiri pintu dan membukanya.
Ayumi :"niisan, kau bisa telpon senseiku? Katakan padanya kalau aku sedang sakit dan tdk ke sekolah dulu". Suruh nya.
Yuuki :"apa yg terjadi, semalam kau kenapa? Mata mu. . matamu bengkak seperti ini? Katakan padaku". Ucapnya.
Ayumi :"iie, aku hanya. . sedang ingin sendiri. Dan soal mataku ini. . aku menangis karna merindukan keluarga ku disana".
__ADS_1
Yuuki :"kau berbohong. Alasan mu itu tdk masuk akal "
Ayumi :"Niisan, sungguh. . aku sedang tdk enak badan skrg dan aku ingin drumah dulu". Ucapnya.
Yuuki terdiam menatap ayumi, dia tdk tahu apa yg terjadi tadi malam.
Yuuki :"baiklah, aku akan menelpon sensei mu". Ujarnya.
Ayumi kembali ke kamarnya, dan Yuuki menelpon sensei ayumi. Setelah itu, Yuuki pergi ke kantornya.
**
Ayumi kembali berbaring dan memeluk bantal. Dia tidak ingin ke sekolah karna tdk ingin bertemu dgn Yuji. Dia sangat kecewa padanya. Dengan mudahnya Yuji terhasut hanya lewat sebuah foto. Walaupun ayumi sudah menjelaskannya tapi Yuji tetap cemburu dan melakukan hal memalukan yg membuat ayumi kecewa.
"Hidoi. . aku membencimu, senpai". Gumam nya.
**
Dia pergi ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya. Lalu ke dapur untuk memasak. Dia ingin melupakan kejadian kemarin.
"Apa aku sudah keterlaluan sampai tdk mau ke sekolah? Apa aku egois?. . saat ketua menyentuh nya, aku tdk semarah ini. Lalu senpai, dan aku. . . tapi. . tapi itu berbeda, senpai melakukannya d tempat umum dan sedikit memaksaku, sedangkan ketua. . dia tidak sengaja kan? Aaaah. . aku sangat muak dgn semua ini". Gerutunya sambil memasak.
Tak lama, makanan sudah siap, dan ayumi menyantap nya.
Saat itu pukul 10, di sekolah mungkin saat jam istirahat. Ayumi sedikit menyesali perbuatannya yg tdk pergi ke sekolah. Dan jg, dia takut kalau bu akane sampai tau dan memarahinya.
"Tentu saja ibu tau, pasti niisan sudah memberitahunya. . aaaah. . baka. . kenapa aku seperti ini? Aku, pergi sejauh ini untuk mengejar impianku bersekolah d Jepang, lalu hanya karna seorg pria. . aku tdk pergi k sekolah. . payah. . dasar payah". Omelnya pada dirinya.
__ADS_1
**
Setelah itu, ayumi membuat teh dan membawa cemilan lalu duduk d sofa ruang tengah.
*kring kring. . kriiing kriiing*. Telpon masuk k ponsel ayumi.
"shin-chan". Ucapnya lalu menerima telpon dr shin.
Ayumi :"hallo. . "
Shin :"hallo. . ayumi-chan, kau baik baik saja? kata sensei kau sakit?gommen, aku tadi tdk sempat menjemputmu karna aku kesiangan dan aku kira kau sudah berangkat duluan". Tanya nya cemas.
Ayumi :"ah ya, aku hanya sedikit pusing dan demam, tapi skrg sudah baikan. Daijoubu. . ".
Shin :"yokatta. . kau tdk ke sekolah hari ini dan aku sudah merasa kesepian. ".
Ayumi :"hontou ni? Besok aku akan sekolah kok".
Shin :"tentu saja. kau tahu, izumi tampak murung saat tau kau sakit". Ucapnya.
Ayumi :"souka. . biarkan saja". Ucapnya cuek.
Shin :"bagaimana kau ini, baiklah. . aku akan mengatakan padanya kalau kau baik baik saja".
Ayumi :"tdk usah".
Shin :"kau tenang saja. Aku tutup telpon nya ya. Ja mata ne, ayumi-chan ". Ucapnya kemudian menutup telpon.
__ADS_1
Ayumi menghela nafasnya lalu meminum teh nya.
* * *