JIWA MENCARI RAGA

JIWA MENCARI RAGA
Chapter 13 Keahlian David


__ADS_3

"...., Seseorang sudah melecehkan saya di resto anda, dan anda tidak bertindak apa- apa?" Tatapan dingin Enggar memerangkap pupil hitam David, mengirim badai es yang membekukan tubuhnya." Apakah Anda tidak peduli dengan reputasi tempat ini seandainya saya menghubungi polisi?"


" Eh, " Sukma David sempat tersesat sejenak, sebelum akhirnya kembali dengan paksa setelah mendengar kalimat menciutkan hati. Gadis itu dengan tenang memberikan ancaman kepadanya.


Bersama sahabat- sahabatnya, Enggar telah menjadi pelanggan resto dalam setahun belakangan ini. Para gadis itu kerap menyambangi resto setiap dua Minggu atau sebulan sekali bersama- sama. Mereka sudah memiliki meja keramat milik mereka sendiri dan selalu berkumpul di sana.


David adalah manajer resto yang berdedikasi tinggi. Pemilik telah mempercayakan resto itu kepadanya untuk ia kelola dan rawat. Hal besar seperti kepercayaan, tentu saja, akan ia jaga sepenuh hati.


Dalam bisnis, pelanggan adalah raja. Melayani mereka dengan sebaik- baiknya sudah menjadi keharusan. Keberadaan pelanggan, terutama yang loyal, merupakan berkah dan impian setiap pemilik bisnis. Tak terkecuali David.


Tentu saja, David memiliki keahlian di bidang itu.


Sebagian besar orang- orang yang datang ke restonya memiliki status tinggi dari berbagai golongan. Pebisnis lokal maupun luar paling mendominasi, walaupun tidak sedikit pula dari kalangan pejabat pemerintahan datang.


Selain makan biasanya para pelanggan yang datang juga membicarakan perihal bisnis mereka. Ada area yang memang khusus tersedia untuk pertemuan antara kolega seperti itu di sana.


David sadar, iklan terbaik dan tercepat adalah melalui mulut, sehingga ia memastikan untuk melayani semua yang datang sebaik mungkin. Bukan hanya menu makanan, tempat, tapi juga pelayanan. Semuanya harus sempurna.


Memberikan nilai lebih dalam setiap tindakannya kepada mereka, sehingga memberikan kesan mendalam di akhir kunjungan. Ia ingin menanamkan dalam pikiran mereka bahwa dengan berada dalam resto, bukan hanya perut mereka yang kenyang tapi juga pikiran mereka menjadi tenang.


Dua hal penting ini sangat dibutuhkan setiap orang namun jarang mereka dapatkan pada waktu yang bersamaan.


David mengenal dengan baik hampir semua pelanggan restonya. Berkaitan ini ia harus berterima kasih kepada salah satu staffnya yang bertugas mencari informasi setiap pelanggan mereka. Pekerjaannya cukup cepat dan akurat. Hampir 80% informasi mengenai pelanggan darinya mendekati kebenaran.


Tentu saja latar belakang Alzar dan juga Enggar, dua pelanggan yang sedang terlibat 'sesuatu', di depannya itu sudah ada dalam sakunya.

__ADS_1


Baik Alzar maupun gadis bernama Enggar, keduanya berasal dari keluarga besar dan berpengaruh. Mungkin mereka tidak saling mengenal reputasi keluarga mereka masing- masing saat terlibat konflik. Tugas David adalah untuk memberitahu mereka akan hal itu, sehingga dapat mencegah keduanya jatuh lebih dalam lagi dalam konflik.


Enggar, gadis cantik berwajah dingin itu. Ia adalah putri bungsu berusia 16 tahun. Tolong abaikan usianya yang masih remaja. Jangan sekali- kali meremehkan dirinya atau memandang sebelah mata padanya. Gadis itu bisa 'mengigit'. Dan dapat dipastikan, giginya amat sangat tajam!


Ingin mencoba bermain- main dengannya?Tunggu sebentar. Sedikit nasehat, berpikirlah dua kali sebelum melakukan hal itu.


" Oh, jangan Nona Enggar." Buru- buru David bergerak mendekat, sembari mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. Hanya tiga langkah sebelum ia berhenti persis di depan Alzar dan Enggar. " Tolong maafkan kelalaian saya, Nona Enggar." Lalu David menoleh ke Alzar. Sejenak ia terdiam, seperti sedang mempersiapkan diri.


Ya, Tuhan. Lindungilah hambaMu ini. Yang satu segalak macam, meski belia. Dan yang satu lagi, pangeran ibl*s. Kekerasan dan pembunuhan seperti makan dan minum baginya. Bagaimana pun juga, memihak salah satu dari mereka tidak memberikan keuntungan dan keselamatan bagi dirinya. Keduanya sangat pemarah dengan cara yang berbeda, dan juga pendendam.


" Tuan Muda Alzar, tolong lepaskan Nona Enggar. Dia adalah pelanggan saya. Menjaganya tetap nyaman adalah tugas saya." Terdiam sejenak hanya untuk mengambil napas, lalu melanjut, "Jika anda berdua memiliki masalah, mari kita selesaikan di ruangan saya. Kita bisa bicara dengan baik- baik untuk menyelesaikannya,.."


" David, " Alzar memotong, dan berkata," Aku merendahkan diriku di toilet kotor ini untuk memintanya menjadi kekasihku. Kau tahu, dia langsung menolakku tanpa berpikir panjang. Kau tahu bagaimana perasaanku saat ini?"


Semua orang saling bertukar pandang dalam diam.


Jadi, apa yang salah dengan itu?!


Enggar berhak menolak pernyataan cinta siapa pun, jika dia tidak menyukainya, bukan? Seakan Alzar akan menembak kepalanya jika gadis itu tidak mau menerima cintanya.


Saat semua orang berpikir jika Alzar terlalu berlebihan menyikapi penolakan Enggar. Anya sepertinya ingin mengomeli Alzar atau sepertinya memprotes, tapi David segera memberinya kode untuk diam.


Kalian tidak tahu Alzar sebaik aku, ujar David membatin. Alzar dapat melakukan apa pun sesuka hatinya. Menembakkan pistol di kepala karena cinta ditolak, jika ia mau, ia akan melakukannya tanpa ragu.


Mengingat dengan baik bagaimana tempramen Alzar selama ini. Terbiasa mendapatkan apa pun sepanjang hidupnya, satu penolakan akan menjadi tamparan memalukan baginya. Alzar bukan pemaaf, yang akan membiarkan pergi orang yang telah menjatuhkan harga dirinya.

__ADS_1


Tapi, ini juga sesuatu yang berbeda.


Alzar dapat berbuat sekehendak hatinya. Bermain kasar, memaksakan kehendak, atau jika dia ingin membun*h, ia dapat melakukan itu dengan orang lain. Tapi ia tidak dapat melakukan itu semua terhadap gadis ini.


Gadis ini, Enggar, juga bukan gadis dari keluarga biasa. Akan menjadi sulit jika sedikit saja menyinggung dirinya.


" Tuan Muda Alzar, " Memikirkan banyak hal dalam waktu singkat, David harus angkat jempol dengan caranya berpikir mengenai solusi sebuah masalah. Pemikiran cemerlang itu datang tiba- tiba.


" Hati manusia bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan. Terhadap gadis kecil, lakukan pendekatan secara perlahan, tidak seperti ini."


" Tapi aku tidak bisa terima,..."


" Aku bisa membantumu mencarikan jalan keluarnya," David memotong perkataan Alzar cepat, memberi tanda dengan tatapan matanya, agar Alzar tidak membantah.


Meskipun Alzar ingin memukuli David karena berani memotong kalimatnya, tapi tak urung ia mengikuti keinginan pria itu. Ia akan memberinya pelajaran jika David tidak memberikan solusi yang sesuai dengan keinginannya.


David bernapas lega karena Alzar mengikuti sarannya untuk diam.


" Jika Anda benar- benar tulus ingin menjalin hubungan dengan nona Enggar, lakukanlah dengan benar. Dan jika saya menjadi anda, saya akan melepaskannya."


Keheningan menyelimuti mereka, seusai David berbicara. Siapa mengira dalam diam, Alzar memikirkan perkataan David.


Mempertimbangkan banyak hal, pada akhirnya David ada benarnya. Setelah menghela napas panjang, akhirnya Alzar melepaskan tangan Enggar, meskipun itu dengan perasaan enggan dan berat hati.


" Baiklah." Matanya menatap Enggar dengan lembut. Kecemasan masih ada meskipun tidak lagi setebal awal. Ia sudah memahami sedikit kata- kata David. " David benar. Aku tidak berpikir tentang perasaanmu. Aku terlalu impulsif dan kekanak- Kanakan. Maafkan aku. Aku telah bersikap kurang ajar."

__ADS_1


Mundur selangkah, Enggar tak mengucapkan sepatah kata pun. Semua mata tertuju kepada dirinya, seolah menunggunya bersuara.


🌴🌴🌴


__ADS_2