JIWA MENCARI RAGA

JIWA MENCARI RAGA
Chapter 25~ Generasi ke-6 Kerajaan Bisnis Keluarga Fredrick (2)


__ADS_3

Hingga suatu hari ketiga bocah dari keluarga Fredrick hilang. Mereka diculik,...


Konspirasi jahat menargetkan generasi emas Keluarga Fredrick, Amman, Romeo dan Van Lyn. Dalam satu hari, satu demi satu dari ketiganya hilang secara misterius.


Kemarahan meledak dalam keluarga besar Fredrick. Pihak lain begitu busuk dan keji, menggunakan anak- anak dalam upaya balas dendam kepada mereka.


Lisa, sang nenek, terpaksa harus mendapat perawatan karena terserang jantung akibat kejadian itu. Wanita itu paling mencintai cucu- cucunya. Memikirkan bagaimana keadaan mereka membuat kewarasannya hilang. Itu berdampak besar pada kesehatannya.


Pencarian besar- besaran dilakukan. Berbagai pihak yang dicurigai diperiksa. Surat pengeledahan bergulir tiada henti untuk memeriksa setiap tempat.


Pihak kepolisian menggerakkan anggotanya tanpa mengenal lelah. Namun upaya keras itu tiada membuahkan hasil. Sudah tiga hari, dan anak- anak Keluarga Fredrick belum ditemukan.


" Ayah, tolong temukan mereka. Aku bisa mati jika terjadi sesuatu dengan anak- anakku." Isak tangis Venla begitu lirih terdengar di keheningan malam.


Betapa putus asanya dirinya saat itu. Pencarian belum menemukan titik terang sedikit pun. Seakan tiga anak- anaknya hilang ditelan bumi.


Mengantungkan harapan terakhir pada permohonannya saat ini. Bertentangan dengan semua perlawanannya.


Anak- anaknya lebih penting dari dirinya.


" Ayah pikir kau sudah melupakan ayahmu ini, Venla." Kalimat bernada sindiran terasa menusuk hati Venla, walau itu terucap dengan sangat lembut.


Mengingat bagaimana Venla melawan keras ayahnya beberapa tahun yang lalu, hingga memutuskan hubungan ayah- anak, membuatnya kian merasa bersedih. Ia tahu betapa ayahnya sangat mencintainya.


" Ayah, maafkan aku. Aku salah kepadamu."


Terdengar tarikan napas dalam di tempat lain. Kemarahan dan rasa kecewa terhadap keputusan putrinya seakan luruh begitu saja mendengar isakan penuh penderitaan itu.


" Pulanglah." Pria itu meminta dengan lembut, " Ayah akan mencari mereka untukmu."


Kepercayaan Venla terhadap ayahnya sangat besar. Dia sangat yakin anak- anaknya akan segera ditemukan jika ayahnya turun tangan.


Tapi, Venla tahu konsekuensi dibalik itu. Ada harga untuk keselamatan mereka. Ayahnya bukanlah orang tanpa pemikiran mendalam dalam melakukan sesuatu.

__ADS_1


Menguatkan hati, Venla menghapus air matanya, " Baiklah, ayah." Ia sudah mengambil keputusan. Saat ini di kepalanya hanyalah keselamatan ketiga anaknya. Selama mereka kembali ke rumah dengan aman, ia sudah bahagia. " Aku akan pulang ke rumah."


Keluarga besar Fredrick tidak pernah mengetahui identitas asli Venla, wanita cantik yang menjadi anggota keluarga mereka. Hanya karena cintanya pada Al Fredrick, ia rela meninggalkan keluarganya. Sanggup untuk menyakiti hati sang ayah yang sangat mencintainya.


Di suatu tempat, di Negara X, pria tua meletakkan ponsel di atas meja. Manik biru lautnya menatap lurus ke arah lembah hijau di depannya. Udara begitu sejuk dan menyegarkan. Sangat baik untuk kondisinya yang menua.


Pria itu adalah Alzar Agusta, ayah Venla Agusta.


Delapan tahun sudah ia terpisah dari putrinya. Hanya Tuhan yang tahu betapa ia sangat berduka.


Rumah terlalu sepi tanpa Venla,...


Alzar hanya menginginkan putrinya kembali ke sisinya. Akhirnya,...


Akhirnya, drama penculikan yang melelahkan banyak pihak berakhir. Kurang dari 24 jam keesokan harinya, menjelang sore hari lebih tepatnya, tiga sosok bocah berdiri di depan gerbang Keluarga Fredrick. Mereka adalah Amman, Romeo, dan Van Lyn.


Selain kelelahan, pada dasarnya mereka baik- baik saja.


Dunia bisnis seperti dunia liar fauna. Hewan akan saling berburu makanan. Seakan memiliki kejujuran, ringan hati, dan bahkan moralitas bukanlah hal yang penting. Semua cara dan siasat dianggap benar. Meski cara dan siasat itu busuk bahkan kejam.


Nyatanya, ini bukan hanya menyangkut masalah makanan. Ada yang disebut harga diri, untuk sebagian orang, lebih penting dari segalanya.


Keluarga Fredrick tahu bagaimana kejamnya dunia bisnis. Mereka lengah dalam penjagaan terhadap anak- anak, yang berakibat sangat fatal.


Dalang dibalik penculikan itu pada akhirnya terungkap. Sayangnya hal itu berbarengan dengan perginya Venla dari rumah Keluarga Fredrick pada suatu malam.


Venla mencium bibir Al lembut. Suaminya itu sangat tampan, ia sangat suka menatapnya ketika sedang tidur. Mereka berhubungan **** dengan penuh gairah selama beberapa jam. Al sangat bersemangat menyetubuhinya, seakan hal itu adalah yang pertama kalinya bagi mereka.


Mereka saling mencintai. Berikrar untuk selalu bersama hingga maut memisahkan. Tapi, sepertinya Venla harus menjadi yang pertama menghianati sumpah itu.


Karena cinta, mereka bersama. Karena cinta juga, mereka harus berpisah,...


Aldabaran hanya menemukan sepucuk surat terselip di bawah bantal keesokan hari.

__ADS_1


Tulisan tangan Venla sangat rapi dan begitu indah. Terurai dengan singkat dan jelas, hal- hal penting yang ingin ia sampaikan.


Ada dua poin penting yang tertulis di sana. Pertama, Venla memberitahu Al siapa dalang dibalik penculikan putra putri mereka. Musuh tersembunyi jauh lebih berbahaya daripada musuh yang nyata. Jadi, ia mengingatkan Al untuk lebih waspada dan berhati- hati.


Poin kedua, Venla mengatakan bahwa cintanya kepada Al senantiasa abadi hingga maut memisahkan. Hanya saja ia tak bisa menemani Al sampai akhir.


Dan untuk tiga buah cinta mereka, Venla ingin Al menyampaikan kepada anak- anak mereka ia sangat mencintai mereka.


Perpisahan itu menghancurkan Al dan ketiga anaknya. Bertahun- tahun kemudian mereka masih menyimpan tanda tanya besar di hati mereka akan kepergian Venla.


Putra putri Aldabaran tumbuh besar dengan kepahitan di hati mereka. Mereka belum sepenuhnya memahami alasan kepergian sang ibu.


" Ada alasan kenapa ibu kalian pergi meninggalkan kita." Al selalu menanamkan keyakinan penuh kepada ketiga anaknya tiap kali mereka jatuh dalam kesedihan. " Namun satu hal yang harus selalu kalian ingat, Ibu kalian mencintai kalian. Dia mencintai ayah."


Waktu bergerak dengan cepat. Tahun demi tahun berganti. Kerajaan Bisnis Keluarga Fredrick semakin berdiri dengan kokoh dan merambah ke banyak negara. Amman dan Romeo, sudah menjadi pilar kuat yang dapat diandalkan keluarga.


Berita kedatangan Alzar telah disebarluaskan, sehingga begitu ia tiba di ruangan yang dituju, pintu ruangan itu otomatis terbuka. Penjaga di pintu menyambutnya penuh hormat,


" Selamat pagi, Tuan Muda Alzar!"


" Hm." Alzar diam sejenak di ambang pintu. Mata elangnya menatap lekat sosok pria yang tergeletak di tengah ruangan. Penampilannya sangat mengenaskan. Sekujur tubuhnya basah bermandikan darah.


Dalam empat langkah, Alzar sudah tiba di depan pria mengenaskan itu. Dengan sepatunya, ia menyodok kepala pria itu. Tidak ada gerakan sebagai reaksi.


" Apakah dia sudah membuka mulutnya?"


" Belum, Tuan Muda,..."


" Ck! Bajingan ini hanya membuat repot saja. Buat dia bicara hari ini. Jika belum dapat informasi apa- apa dalam dua jam, potong jarinya satu demi satu."


" Baik, Tuan Muda Alzar!"


💮💮💮

__ADS_1


__ADS_2