Jodoh Sang CEO Muda

Jodoh Sang CEO Muda
Resepsi


__ADS_3

Tepat pukul delapan malam, aula tempat diadakannya resepsi sudah dipenuhi para tamu undangan. Letha dan Ale sudah berada di tempat acara tepat pukul lima sore. Mereka di tempatkan di kamar yang berbeda untuk dirias.


Kini Ale tengah menunggu Letha yang sedang dijemput Angga di ruang riasnya. Jantungnya berdebar tidak karuan, seperti seorang ABG yang tengah menunggu gebetannya untuk kencan.


Para tamu berdecak kagum dengan aula yang disulap menjadi taman bunga. Letha pernah berangan-angan jika kelak dia menikah, dia ingin semua tempat dihias dengan banyaknya bunga-bunga hidup. Jalan yang nantinya akan dilalui Letha sudah dihiasi dengan bunga mawar merah, begitupun dengan area pelaminan yang sudah dipenuhi dengan taburan bunga, seperti karpet merah yang menghiasi lantai.


Sosok Letha yang dibalut gaun mewah nan elegan tampak memasuki aula, tangannya bergelayut di tangan Angga. Dengan anggun dia berjalan bak seorang putri, senyuman tidak surut menghiasi wajah cantiknya.


Dari jauh Ale bisa melihat kedatangan sang istri, dia tersenyum dan menatap kagum dengan ciptaan Tuhan yang ada di depannya itu. Dengan sabar dia menunggu sang istri yang berjalan lambat, gaunnya sungguh berat dan panjang, membuat dia kesulitan untuk berjalan.


Semua tamu undangan menatap kagum pada sosok Letha yang selalu tampil tomboy tanpa riasan, kini dia terlihat anggun dan makin cantik. Mereka tidak percaya kalau Letha akan secantik ini setelah dirias. Beberapa orang yang selalu mencibirnya saat di kantor kini hanya bisa diam tidak bersuara, mereka menatap Letha kagum.


Letha kini sudah sampai di atas pelaminan bersama Ale, tangannya menggenggam tangan Ale yang tadi diulurkan. Senyum bahagia Ale menyambut kedatangan sang istri tercinta.


"Kamu cantik, Sayang," puji Ale di balik telinga Letha.


"Dan kamu tampak gagah sekali," balas Letha dengan berbisik.


"Yakin, aku gagah? Kamu kan belum merasakan kegagahanku." Wajah Letha memerah. Sungguh Ale masih tetap menyebalkan baginya. Bisa-bisanya dia berkata begitu di tempat umum walaupun suaranya pelan.


Letha mencubit tangan Ale dan matanya melotot tajam, memberinya kode keras agar tidak terus menggodanya. Ale tidak menghiraukan kekesalan sang istri. Dia meraih bahu Letha lalu mengecup keningnya dengan penuh cinta. Adegan romantis itu tentu saja tidak lepas dari pandangan para tamu undangan, beberapa tamu wanita yang masih single berteriak dalam hati karena cemburu dengan sikap Ale yang terlihat begitu mencintai Letha.


Ada beberapa pengusaha muda yang tampak kecewa melihat Letha berdiri di pelaminan dan terlihat bahagia. Mereka adalah orang-orang yang pernah dikenalkan Anggun padanya. Kebetulan mereka adalah tamunya Alvonso dan sebagian lagi adalah rekan bisnis Alvonso yang mengagumi Letha dan sudah jatuh cinta pada sosok Letha yang istimewa karena berbeda dari wanita lainnya.


"Letha terlihat bahagia, kan? Ale satu-satunya pria yang bisa memberi kebahagiaan untuk Letha," ucap Anggun pada Marni dan Romlah.


"Ya, Letha terlihat bahagia. Semoga kebahagiaan mereka langgeng sampai tua." Para wanita itu pun berpelukan. Mereka bahagia melihat Letha kembali tersenyum lepas.


Terlihat para tamu menyalami sepasang pengantin yang berbahagia itu. Mereka juga mendoakan untuk kebahagiaan rumah tangga mereka. Aula tempat diadakannya resepsi kini sudah dipenuhi dengan para tamu undangan, mereka tampak asyik berbincang dengan rekan-rekan yang sudah mereka kenal. Makanan dan minuman menjadi teman mereka berbincang.


Berkali-kali Ale menatap Letha, takut sang istri kelelahan. Bukan hanya sekali dia mengajak Letha istirahat, tetapi Letha menolak dengan alasan tidak enak dengan para tamu, apalagi mereka bukan tamu sembarangan. Kebanyakan tamu yang hadir adalah para pejabat dan kolega Alvonso.


"Jangan memaksakan, kalau lelah kita istirahat dulu," usul Ale pada sang istri.


"Ya. Nanti aku bilang sama kamu kalau aku lelah." Jawaban Letha membuat Ale mengalah dan diam. Dia juga tidak mau kalau harus berdebat dan memaksanya istirahat.


"Baiklah, aku hanya gak mau kamu kelelahan. " Ale memilih mengalah. Dia akan memantau terus Letha dan tidak akan meninggalkan sang istri sendirian.


Semakin malam suasana resepsi makin ramai. Para tamu undangan mendapat hiburan dari beberapa penyanyi ibukota. Terlihat semua tamu begitu menikmati acaranya, termasuk para sahabat Letha.


Di tengah-tengah acara, Ale meminta izin untuk turun dari pelaminan dan meminta dua sahabat Letha untuk menemani istrinya di pelaminan. Dia tidak mengatakan mau kemana dan Letha juga tidak bertanya. Kini Letha tengah sibuk mengagumi apa yang sudah Ale siapkan untuk pernikahan mereka dengan dua sahabatnya. Letha juga mengungkapkan rasa bahagianya pada mereka.


"Kami ikut bahagia kalau kamu bahagia." Mereka pun saling berpelukan.


"Terima kasih untuk semuanya. Kalian selalu ada saat aku membutuhkan. Kalian sahabat tersegalanya," ucap Letha dengan air mata kebahagiaan.


Percakapan mereka terhenti kala lampu di aula tiba-tiba padam, tetapi tidak lama lampu sorot menyala dan mengarah ke atas panggung yang tadi dipakai para penyanyi ibukota menghibur para tamu. Seseorang tampak duduk di depan sebuah piano.


"Ale? Ngapain dia di sana?" tanya Letha.


Letha bisa melihat kedua sahabatnya tidak terkejut dengan keberadaan suaminya di atas panggung. Dia yakin, mereka tahu apa yang akan Ale lakukan.


Dari tempatnya berdiri, Ale akan menyanyikan sebuah lagu untuk istrinya tercinta. Musikpun terdengar, diiringi suara Ale yang merdu.

__ADS_1


If I had to live my life without you near me


The days would all be empty


The nights would seem so long


With you I see forever, oh, so clearly


I might have been in love before


But it never felt this strong


Our dreams are young and we both know


They'll take us where we want to go


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


If the road ahead is not so easy


Our love will lead the way for us


Like a guiding star


I'll be there for you if you should need me


You don't have to change a thing


I love you just the way you are


So come with me and share the view


I'll help you see forever too


Hold me now, touch me now


I don't want to live without you

__ADS_1


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


One thing you can be sure of


I'll never ask for more than your love


Nothing's gonna change my love for you


You oughta know by now how much I love you


The world may change my whole life through


But nothing's gonna change my love for


Nothing's gonna change my love for you


Tepuk tangan terdengar menggema di aula. Mereka baru tahu kalau Ale memiliki suara yang merdu termasuk Letha. Hanya Beno saja yang tahu Ale pandai bernyanyi. Alvonso dan Rasmina saja tidak tahu kalau putranya memiliki suara yang begitu merdu.


Tidak lama Ale tampak berdiri, lalu berjalan ke tengah panggung yang sudah tersedia kursi. Tampak seseorang memberikannya sebuah gitar dan Ale meraihnya lalu duduk.

__ADS_1


Terdengar suara petikan dari gitar pertanda lagu kedua akan dinyanyikan. Sebuah lagu berjudul SEMPURNA mengalun indah, Letha makin meleleh mendengar Ale menyanyikan lagu favoritnya itu.


Lagu itu adalah ungkapan isi hati Ale untuk Letha.


__ADS_2