
Pagi itu jam 06.00
"Sya bangun nak sudah siang kamu mau sekolahkan hari ini,cepat bangun,mandi terus sarapan" ucap ibu sambil menggoyangkan tubuhku.
"Hoaam,iya bu 5 menit lagi ya aku masih ngantuk" jawabku sambil membenamkan wajahku didalam selimut.
"Ini udah siang sya nanti ayah marah loh" timbalnya dengan nada yang agak tinggi.
Ketika mendengar kata ayah aku langsung bangun dan bergegas mandi.
30 menit kemudian kami sudah akan berangkat ke sekolah,aku membawa mobilku,dan adik ku diantar supir karena dia masih dibawah umur. Kak kania tidak tinggal di rumah dia tinggal di apartemen yang dekat dengan kantor karena jarak rumah ke kantor memang jauh.
SEKOLAH
"Bukk" buku yang sedang aku bawa terjatuh.
"Lo bisa liat gak sih,buta ya lo orang segede gini ditabrak" omel ku pada orang yang menabrak ku.
Dia menatapku dengan tatapan dingin dan lalu pergi begitu saja tanpa meminta maaf.
"Dasar brengsek" teriak ku yang diikuti tatapan semua siswa.
Sesampainya dikelas aku pun langsung duduk dan memainkan ponselku.
__ADS_1
"Sya lo kenapa kok bete gitu muka lo?" tanya sifa
"Kesel banget gue sama si brengsek itu,bukannya minta maaf malah pergi" jawab ku dengan penuh kekesalan.
" teet,teet,teet" bel masuk berbunyi dan semua siswa langsung masuk kelas.
"Sya udah ngerjain tugas pak soni belum?" tanya sifa,
"Emang ada tugas ya?" tanyaku bingung
"Ih ada ****,nih cepetan kerjain mumpung belum ada guru masuk" ucap sifa sambil menyodorkan bukunya.
Dengan cepat aku mengeluarkan buku ku dan menulis semua tugas hari ini.
"teet,teet,teet,teet" bel istirahat pun berbunyi,aku langsung menarik tangan sifa ke kantin.
Seperti biasa kami duduk di kursi dekat pojokan karena itu kursi paling aman menurutku. Sifa pergi memesan makanan yang biasa kita pesan. Tak jauh dari kursi ku aku melihat laki² yang menabrak ku tadi.
"Itu siapa fa?" sambil menunjuk ke arah pria tadi
"Oh itu reyhan cowok paling populer disekolah ini,yang disampingnya temi teman baik nya dia kelas 3 IPS 1" jawab sifa dengan jelas.
"Oh jadi si brengsek itu namanya reyhan,awas aja kalo ketemu lagi bakal gue cincang tuh orang dasar gak punya sopan santun" ucapku dalam hati.
__ADS_1
Tak lama makanan yang kami pesan sudah datang,aku pun mulai makan karena memang sudah lapar.
"Sorry" ucap seorang pria yang berada di depanku.
Aku pun melihat ke arah suara itu dan ya dia adalah reyhan si brengsek itu seketika semua cewek yang ada di sana menatap tajam kepadaku.
"Ya" jawabku singkat sambil melanjutkan makan.
Dia pun pergi entah kemana dan semua orang langsung mengalihkan pandangannya pada reyhan.
Sifa yang dari tadi duduk di sampingku hanya terdiam seakan semuanya adalah keajaiban. Ya pantas saja karena seorang Reyhan mana ada dekat bahkan bicara dengan seorang cewek dengan sikapnya yang cuek dan dingin itu.
"Lo harus jelasin sama gue semuanya" ucap sifa dengan tatapan yang penuh tanda tanya.
15 menit aku sudah menjelaskan semuanya pada sifa dan dia hanya diam dan sesekali tertawa,entah apa yang lucu dari itu. "Kenapa?" tanyaku pada sifa "Gak apa apa" jawab sifa singkat
ini rayhan ya
ini raisya ya temen temen.
__ADS_1