
***Rumah Sakit
Reyhan yang masih setia menunggu istri nya sadar terus duduk sambil memegang tangan istri kesayangan nya. Dia memberi tahu temi kalau besok dia tidak akan masuk sekolah,dia pun menjelaskan keadaan istri nya itu.Tak lama temi pun datang dengan membawa kopi panas,dia tahu pasti reyhan kelelahan menunggu raisya sadar.
"Istirahat dulu rey,biar istri lo gue yang tungguin" ucap temi
"Gak usah gue pengen terus disisi dia tem,gue gak bisa jagain dia ini udah ke dua kali nya dia terluka" jawab reyhan lesu
Temi yang mengerti perasaan reyhan hanya bisa diam,dia pun menanyakan siapa yang melakukan ini semua. Reyhan terdiam sejenak karena dia masih merasa sakit hati dengan perlakuan janet dan kania,dia tau betul kalau istri nya hanya anak angkat tapi dia begitu menyayanginya tanpa ragu.
Jam sudah menunjukan pukul 03.00 reyhan yang tertidur di samping ranjang dan temi yang tertidur di sofa. Raisya perlahan membuka mata nya melihat disekelilingnya yang tampak tak asing,dia pun mengalihkan pandangan nya ke arah samping kanan ranjang nya.
"Mas" ucap raisya dengan suara yang begitu lemah
Reyhan seketika bangun dan melihat istri nya yang sudah sadar,dia pun menekan tombol merah di dinding samping ranjang. Tak lama dokter dan perawat pun datang dan memeriksa raisya.
"Pasien masih harus istirahat pak" ucap dokter
"Terima kasih dok" jawab reyhan
__ADS_1
Dokter pun pergi meninggalkan ruangan raisya,tinggal raisya dan reyhan yang terus memandangi istri nya tak percaya. Dia mulai mencium kening istri nya dengan lembut sambil mengeluarkan air mata nya.
"Kenapa nangis?"... tanya raisya
" Aku takut kamu kenapa kenapa sayang,aku gak bisa bayangin gimana kalo aku tanpa kamu" jawab reyhan
"Aku udah sembuh mas,maaf udah bikin kamu khawatir...." ujar raisya menggenggam erat tangan reyhan.
"Aku yang salah gak bisa jaga kamu sesuai janji aku" sesal reyhan
"Udah mas jangan menyalahkan diri sendiri,bantu aku benerin ranjang mas aku mau duduk" pinta ku dan reyhan pun langsung membenarkan posisi ranjang nya
**1 BULAN KEMUDIAN
Pagi hari**
Kesehatan raisya sudah pulih dan libur sekolah pun sudah di mulai sejak kemarin,raisya yang masih ingat janji nya kalau dia ingin pergi berlibur ke pantai terus merengek kepada reyhan.
Reyhan tak bisa menolak keinginan istri nya walau pun dia sebenarnya sangat sibuk dengan pekerjaan kantor keluarga nya dan perusahaan kecil milik nya sendiri.
__ADS_1
Raisya yang sudah tidak sabar mengeluarkan koper milik nya dan reyhan,dia mulai packing karena mereka harus pergi pagi ini juga.
Reyhan pun membawa koper yang berisi pakaian nya,dan koper istri nya.Raisya mengenakan jumpsuit celana pendek putih dengan kerah sabrina dan reyhan mengenakan kaos putih di balut kemeja putih dan celana hitam pendek,tak lupa rambut ku aku ikat.
Kami pun turun dari apartemen dan menuju parkiran,selama perjalanan aku melihat sekeliling. Tiba tiba aku merasa mual dan ingin muntah,aku menyuruh reyhan menepi karena aku tak bisa menahan nya lagi. Aku keluar mobil dan langsung memuntahkan isi perut ku,karena kami belum makan dan hanya minum susu jadi aku hanya memuntahkan cairan.
Reyhan yang melihatku terus memijit leher belakang ku agar aku memuntahkan semua nya,setelah itu dia memberikan ku minum. Sebenarnya reyhan menyuruhku untuk membatalkan acara hari ini tapi karena aku ngotot ingin pergi dia pun langsung menjalankan kembali mobil nya. Di tengah perjalanan aku tiba tiba ingin makan kerang hijau saus padang,reyhan pun langsung mencari tempat makan seafood yang dekat dengan minimarket. Selah 15 menit akhir nya kami menemukan tempat makan yang reyhan inginkan,aku pun mulai memesan makanan yang aku inginkan sedangkan reyhan pergi ke minimarket membeli obat obatan
Setelah reyhan datang disusul makanan yang aku pesan juga sudah datang,kami mulai makan tanpa suara.
Setelah selesai makan aku merasa ingin muntah dan pergi ke toilet,reyhan begitu khawatir melihat aku yang terus terusan muntah dia pun memberikan obat yang tadi dia beli,aku pun mulai meminum nya.
"Nanti kita cari dokter ya dijalan" usul reyhan yang tak tega melihat ku
"Iya mas,aku juga udah lemes makanan nya udah di makan malah keluar lagi" jawab ku lemas
Aku yang saat itu pusing dan lemas hanya diam sejak keluar dari rumah makan,sesekali aku tertidur karena capek sekali
__ADS_1