
Setelah makan aku membaringkan tubuhku dan membaca beberapa novel yang ada di laci kamar kami. Seharian ini reyhan terus saja bekerja menghadap komputer, aku pun menyuruhnya untuk beristirahat tetapi tak pernah didengarnya.
"Aduh sakit... " teriakku kesakitan
Reyhan pun menghampiriku dan menanyakan di bagian mana rasa sakitnya.
"Kakiku kram.... " ujar ku
"Kakinya dilurusin yang... " perintah reyhan dan langsung membantuku meluruskan kakiku
Reyhan mulai memijat kakiku sambil mengajakku mengobrol agar aku tak bosan. Tiba-tiba perutku merasa sakit aku pun mengerang kesakitan.
"Aww sakit, perutku sakit... " teriakku sambil memegang tangan reyhan dengan kuat
"Kita ke rumah sakit sekarang, kamu sabar ya.... " reyhan yang begitu khawatir langsung menggendongku dan membawaku keluar dari apartemen.
------
Sesampainya di rumah sakit reyhan langsung membaringkan ku di ranjang pasien dan memanggil perawat. Beberapa perawat langsung datang dan membawaku ke ruang IGD.
__ADS_1
Setelah pemeriksaan sekitar 15 menit dokter keluar dan mengajak reyhan bicara di ruangannya.
"Istri saya kenapa dok...??!! " tanya reyhan tak sabar
"Kandungan isteri anda bermasalah, kita harus segera mengeluarkan janin yang ada didalam rahim istri anda.. " ucap dokter yang membuat reyhan terdiam.
"Apa tidak ada cara lain dok...??!! " tanya reyhan dengan penuh harapan
"Sayangnya tidak. Jika istri anda memaksa untuk mempertahankan janin saya tidak bisa menjamin keselamatan istri anda... " balas dokter
Setelah selesai berbicara reyhan pun segera keruangan dimana istrinya dirawat. Dia hanya duduk dan mencerna semua perkataan dokter, hatinya begitu sakit bagaimana jika istrinya mengetahui ini.
Reyhan terkejut dengan sentuhan hangat dari tangan milik istrinya itu, beberapa kali reyhan mencium tangan mungil istrinya. Wajahnya sendu, hatinya hancur, pikirannya kacau tetapi dia mencoba tersenyum dihadapan istri yang sangat dia sayangi.
Reyhan pun perlahan mulai menjelaskan apa yang diperintahkan dokter.
"Sya.. Aku tahu kamu sayang sama anak kita, tapi aku juga gak mau kehilangan kamu... " ucap reyhan dengan suara yang lirih
"Maksudnya apa mas, tentu aku sayang anak kita dan kamu tidak akan kehilanganku... " balas raisya yang masih bingung dengan perkataan reyhan
__ADS_1
"Kandungan kamu mengalami masalah dan kita harus merelakan anak kita sayang... " seketika reyhan langsung memeluk tubuh istrinya yang masih terbaring di ranjang pasien.
Raisya diam dan menutup mulut dengan kedua tangannya. Air matanya mengalir keluar dari pelupuk mata yang membanjiri pipinya, dia menggeleng-geleng kan kepalanya.
"Aku gak mau kehilangan anak kita, aku mau mempertahankan kehamilan ini... " teriak raisya
Reyhan mencoba menenangkan raisya sambil mengelus rambutnya yang terurai.
"Kamu harus tenang, aku gak mau kehilangan kamu... " ucap reyhan
"Kalau kamu gak mau kehilangan aku, kamu harusnya ngerti maksud aku mas... " balas raisya dengan suara yang lemah
"Kita bisa mencoba lagi, sya... " Reyhan terus menggenggam tangan raisya dan menciumi keningnya.
"Biarkan aku mencoba, kalau aku tidak kuat aku setuju dengan pilihanmu... " ucapku dengan serius
Reyhan pun terdiam sejenak dan mencoba memberi kesempatan pada istrinya, dia pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Reyhan dan raisya saling berpelukan dan menguatkan satu sama lainnya. Raisya ingin memberikan yang terbaik kepada suaminya walaupun itu sangat menyakitkan dia akan tetap menahannya.
__ADS_1