Jodoh Terbaik

Jodoh Terbaik
Makan Siang Bersama


__ADS_3

Di sekolah


*Tet,tet,tet,* bel masuk berbunyi dan semua siswa langsung masuk ke kelas masing masing.


"Eh lo tau gak,katanya ada guru baru yang gantiin wali kelas kita loh" ucap sifa


"Katanya lagi dia cowok,ganteng pula" Sambungnya


"Aiiishh lo gak denger cowok dan ganteng pasti nomor 1 emang the best lo" ucapku sambil menoyor kepala sifa


"Ihh elo jangan noyor kepala gue dong" ucap sifa kesal


Tak lama datang lah lelaki tampan dengan senyum manis yang mengembang memperkenalkan dirinya



"Selamat pagi anak anak,perkenalkan nama saya Hendar Pratama wali kelas kalian yang baru" ujarnya


"Pagi pak hendar" jawab anak anak dengan kompak


Setelah memperkenalkan diri sekarang giliran murid murid yang memperkenalkan diri mereka masing masing masing.


2 jam kemudian


*Tet,tet,tet,tet* bel istirahat berbunyi dan semua siswa berdesakan untuk keluar kelas. Terdengar suara anak anak perempuan yang bersorak diluar kelas ku. Aku pun hanya diam dan mulai mengeluarkan kotak makanan yang tadi aku bawa.


Niat ku ingin menitipkannya pada temi agar bisa dimakan reyhan.


Sifa yang berlari keluar melihat keributan yang ada langsung terdiam dan menghampiriku sambil berbisik


"Suami lo diluar tuh" ucapnya


Aku pun kaget dan melihat keluar,dan benar saja ternyata reyhan sedang berjalan menuju kelas ku. Aku langsung kembali dan duduk di kursi ku. Pak hendar yang melihat tingkah anak anak langsung keluar sambil menggelengkan kepala.

__ADS_1


Sesampainya reyhan di kelas dia langsung menghampiriku dan membalikan kursi depanku agar menghadap wajahku.


"Mana makan siangnya" ucap reyhan sambil menyodorkan tangan nya


Aku pun langsung memberikan kotak makanan yang ku simpan tadi.


"Ayo makan,dan kalian keluar semua" ujar reyhan dengan tatapan tajam


Aku pun langsung memakan sandwich yang tadi pagi aku buat. Dan aku melihat reyhan yang tersenyum penuh kemenangan.


"Kenapa kesini sih,nanti kan jadi rame di forum sekolah" ucap ku kesal


"Ya biarin aja siapa yang berani mengusik kita akan tau akibatnya" jawab reyhan dengan nada tidak senang


"Baik lah baiklah" ucap ku mengalah


Kami pun melanjutkan makan tanpa bicara sesekali aku melirik ke arah reyhan.


"Bener ini suami gue,kok ganteng banget sih" ujar ku dalam hati



"Jam 15.00 kalo mau pulang dan istirahat juga gak apa apa ko aku bisa pulang bareng sifa atau naik bus" jawabku


"Paling aku pulang dulu dan ngerjain proyek kantor terus jemput kamu" ujarnya


"Kalo cape gak usah maksain" saran ku


"Gak cape ko,nanti aku jemput depan sekolah ya" tawar reyhan


"Jangan,di halte bus depan aja"ucap ku


30 menit kemudian

__ADS_1


*tet,tet,tet* bel masuk berbunyi dan anak anak masuk kedalam kelas,reyhan pun langsung pergi meninggalkan kelas ku dan kembali ke kelasnya


" Gilaaa suami lo nyeremin abiss" ucap sifa mengagetkan ku


"Gue juga takut sendiri njiir kaya mau makan orang. Ahhahaha"jawabku sambil tertawa


Bel pulang berbunyi


Aku keluar kelas setelah kelas sepi karena aku males desak desakan. Sambil keluar gerbang aku dan sifa asik bicara dan tiba tiba ada perempuan yang menghalangi jalan kami. Dia langsung mengancam ku



"Lo raisya kan kelas 11...?" tanya perempuan itu dengan nada marah


"Iya siapa ya,terus ada perlu apa?" tanya ku bingung karena baru pertama melihat perempuan ini


"Gue janet,teman masa kecilnya reyhan dan gue liat liat reyhan deket sama lo. Ada hubungan apa lo? tanya janet ketus


" Gak ada hubungan apa apa" jawab ku singkat


"Eh maksud lo apa sih hah ngalangin jalan kita" ucap sifa dengan nada tinggi


"Lo gak usah ikut campur ya ini urusan gue sama dia" jawab janet sambil menunjuk ke arah ku dan sifa


"Gue peringatin lo,jangan deket deket sama reyhan lagi. Gue cinta pertamanya reyhan jadi gue tau reyhan pasti belum bisa move on dari gue" ujarnya sambil mendorongku


Aku yang saat itu tidak seimbang langsung jatuh karena dorongan janet lumayan keras,lutut ku pun sedikit sobek dan berdarah karena aku jatuh tepat dibawah besi tajam penyangga pot bunga. Sifa yang melihatku langsung membantuku untuk berdiri karena memang kaki ku sakit banget.


"Mending lo pikir baik baik kalo mau nyelakain sahabat gue. Dan satu lagi NGACA lo,emang reyhan masih mau sama lo" ucap sifa tegas yang membopongku ke area parkiran mobil.


"Makasih fa,tolong anterin gue ke halte depan ya katanya reyhan mau jemput gue" ucapku dengan nada meringis menahan sakit


"Kita ke rumah sakit dulu nanti gue telpon suami lo" jawab sifa panik karena darah yang keluar semakin banyak

__ADS_1


Tanpa menunggu persetujuan ku sifa langsung tancap gas menelpon tante nya yang bekerja di rumah sakit


__ADS_2