
Tiga hari kemudian
Aku membangun kan reyhan yang masih tertidur pulas karena hari ini libur sekolah kami. Karena reyhan tak kunjung bangun aku pun pergi ke dapur untuk memasak. Karena hari ini jadwal belanja dan didalam kulkas sudah tidak ada lagi makanan dan sayuran untuk di masak aku pun pergi ke atas mandi dan langsung belanja ke pasar.
1 jam kemudian
*** Pasar
Aku membeli bebeapa ikan,daging,buah buahan,sayuran dan bahan makanan lainnya. Setelah selesai belanja aku pergi ke toko buku membeli beberapa resep makanan yang ingin aku pelajari.
***Apartemen
Aku langsung masuk ke dalam rumah dan melihat jam menunjukan pukul 08.00 aku pun mengeluarkan bahan makanan dan memasak sup iga
Setelah selesai masak aku membangunkan reyhan dan mengajaknya makan.
"Mas bangun udah siang" ucap ku sambil menggoyangkan badan nya
"Apa sih masih pagi yang" jawab reyhan
"Bangun cepat mas ini udah siang" ujar ku sambil membalikan badan nya
Reyhan pun bangun dengan malas dan mulai mandi. Aku yang menunggunya di kamar sambil memainkan ponsel.
*Ting*
Suara ponsel raisya berbunyi dan dilihatnya ternyata pesan dari sifa.
π© "Hari ini makan malam bareng yu sekalian gue kenalin pacar gue"
π¨ "Gak tau nih gue sih pengen tapi suami gueπ"
π© "Paksa aja bisa kali,udah lama nih semenjak lo nikah jarang
hangout"
π¨ "Gue usahain ya tapi gak janji"
π© " Gue tunggu kabar baik dari lo yaπ"
Setelah selesai reyhan pun mendekati ku dan memegang tangan ku dan kami pun turun untuk makan. Kau menyiapkan nasi dan sup di piring reyhan,dan kami pun makan bersama. Selesai makan dan mencuci piring kotor aku pun mulai membersihkan rumah,sedangkan reyhan mengerjakan pekerjaan nya di ruang tamu.
Aku pun menghampiri reyhan,duduk di sampingnya dan memberanikan bertanya kepada reyhan. Dalam hati ku sebenarnya nyali ku ciut takut kalau reyhan tidak akan mengizinkan ku.
"Mas sifa ngajak kita double date,gimana?" tanya ku ragu
__ADS_1
"Gak mau aku sibuk hari ini,kalo kamu mau pergi ya tinggal pergi" jawab reyhan dingin
"Ya udah aku juga gak bakal pergi" ujar ku sedikit kecewa
Aku pun mengeluarkan ponselku dan mengirim pesan kepada sifa
π¨ "Suami gue gak ngizinin sorry fa,dia lagi sibuk bangetπ₯Ί"
π© "Ya udah lain kali harus bisa ya"
π¨ "Ok sorry ya gue jadi gak enak"
π© "Apaan sih lo kaya ke siapa aja"
Aku pun meninggalkan reyhan yang masih sibuk dan masuk ke dalam kamar. Aku mengeluarkan laptop yang ku bawa dari rumah lama ku,lalu aku menonton film favorit ku,tak terasa aku pun tertidur.
Reyhan yang melihat ku tertidur langsung menutup laptop,menyimpannya dan membenarkan posisi ku.
Dia pun merebahkan tubuhnya pada sandaran kasur,membuka laptopnya dan mencari sesuatu.
***Malam hari
Aku bangun dari tidur ku dan melihat reyhan yang tidak ada dikamar,aku pikir dia masih belum selesai mengerjakan pekerjaannya. Aku pun masuk ke dalam kamar mandi dan siapa sangka reyhan ada di didalam dan hanya menggunakan handuk kecil yang melingkar di bagian bawah tubuhnya,aku pun diam melihat postur tubuh reyhan yang begitu sempurna. Dadanya yang berotot dan perut sixpack,reyhan pun mendekatiku merangkul tubuhku dan mencium bibirku.
Aku yang tersadar dari lamunanku langsung mendorong reyhan,dan reyhan pun menatapku dengan tatapan yang tidak senang,dan aku pun hanya menunduk tanpa melihat wajah reyhan.
"Kenapa?" jawabku penasaran
"Kita makan di luar,dandan yang cantik" ujar nya sambil keluar kamar mandi
Setelah selesai mandi aku pun membuka lemari,memilih pakaian yang cocok untuk aku pakai malam ini. Aku pun menggunakan baju putih yang atas dan lengan transparan dan rok putih di atas lutut,rambutku di ikat dan ditambah riasan yang tidak terlalu tebal.
Setelah siap aku pun keluar dari kamar dan melihat reyhan yang duduk di sofa memakai kaos putih dengan tulisan didepan nya dan dibalut jas hitam tak lupa kacamata yang dia pakai. Sungguh dia terlihat begitu sempurna dan tampan.
Aku pun menggelengkan kepala dan menegurnya.
"Mas" ucap ku yang mengagetkan nya
"Cantik" seru reyhan yang terus melihatku
"Ayo kata nya mau makan" ajak ku yang membuat reyhan tersadar dari rasa kagum nya
Reyhan pun menggenggam tangan ku dan kami pun keluar dari apartemen dan menuju parkiran.
__ADS_1
***Di dalam mobil
"Mas kita mau kemana?" tanyaku penasaran
"Nanti juga kamu tau" jawab reyhan tanpa memberi tau tujuan kami.
90 menit kemudian
Kami sampai di salah satu pantai dan reyhan kembali menggenggam tanganku dan nampak lah sebuah meja dan kursi yang dihias dan begitu cantik dipenuhi lampu. Aku pun hanya menutup mulut ku dengan kedua tanganku,tanpa terasa air mata ku terjatuh begitu saja.
"Apa kamu suka??" tanya reyhan
"Aku suka,suka banget mas" jawab ku sambil melihat reyhan
Reyhan yang saat itu melihatku menangis langsung mengusap air mataku dan menuntun ku berjalan ke arah meja yang akan kami tempati. Kami pun duduk dan datang lah beberapa pelayan dan memberikan makanan kepada kami.
"Aku menolak makan malam bersama sifa karena ingin memberikan kamu kejutan" ucap reyhan mencium tangan ku.
"Terima kasih mas,aku bahagia bisa kenal dan menikah dengan kamu" jawabku
"Aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan membahagiakan mu selamanya" sambung reyhan penuh cinta.
Kami pun mulai makan dan reyhan menyuapi ku beberapa kali. Makanan terakhir pun datang. Aku kira itu makanan biasa tapi ketika tudung saji nya aku buka aku begitu kaget ternyata itu adalah kalung berlian dengan bentuk hati,dengan berlian langka berwarna biru dan berat sekitar 15 karat.
"Mas ini bagus banget" ucapku merasa kagum
"Sini aku bantu pasang" seru reyhan
"Mas kamu gak salah beli ini,ini kan mahal banget. Aku tau loh harga berlian ini mas" ucap ku pada reyhan
"Aku kerja keras untuk kamu,nikmati saja" tutur reyhan
"Mas ini 200 milyar lebih kamu gak sayang uang nya?" tanya ku
"Enggak lah asal kamu bahagia,aku akan terus membahagiakan kamu" jawab reyhan
Aku pun memeluk tubuh reyhan,reyhan pun membalas pelukan ku.
"Aku cinta kamu mas,terima kasih udah melindungi aku,membahagiakan aku,menjaga ku" ucapku
"Aku juga sangat sangat mencintai mu sayang,bahagia terus ya"
Aku pun melepaskan pelukanku dan reyhan mengajak ku berdansa. Kami pun berdansa dan terbawa suasana sampai lupa jika hari sudah semakin malam,dan kami pun pulang.
__ADS_1