
Sepulang dari rumah raisya reyhan tidak pulang ke rumahnya tapi langsung pulang ke apartemennya.
Di apartemen
"Rey kok gak pulang sih? Terus barang barang kamu gimana" tanyaku pada reyhan
"Aku udah nyuruh pak anto buat nganterin barang barang nya,hari ini aku cape banget sya" jawab reyhan sambil merebahkan tubuhnya
"Mau minum teh hijau?" ujar ku yang melihat reyhan mulai memejamkan mata nya
"Boleh" jawab reyhan
Aku pun pergi ke dapur dan menyeduh kan teh hijau yang aku beli kemarin.
"Nih,kalo cape mending tidur aja rey" ujar ku
"Iya nanti,aku harus ngerjain berkas kantor dan bikin software lagi. Tolong ambilkan laptopku sya di meja kamar" titah reyhan
Aku pun pergi untuk mengambil laptop reyhan. Karena laptop nya tidak dimatikan aku membukanya dan terlihat jelas wallpaper laptopnya foto seorang wanita. Aku pun tidak banyak tanya dan langsung memberikan nya pada reyhan.
Reyhan yang melihat layar laptop terbuka langsung menutup kembali laptopnya. Aku pun pergi ke dapur untuk membuat kue brownies kesukaan ku. Aku yang pergi tanpa bicara membuat reyhan panik.
"Sya jangan salah faham sama foto di laptop ku dong" ujar reyhan
"Gak masalah itu kan hak kamu rey" jawabku ketus
"Dia cuma mantanku,aku belum sempat ganti foto nya" sambung reyhan
"Ya kalo memang masih sayang gak apa apa,silahkan aja. Tapi kalo gak bisa ngebuktiin kata katanya seenggaknya jangan ngasih harapan" ucapku yang membuat reyhan terdiam
"Kok aku kecewa banget ya reyhan masih nyimpen foto mantan nya" gumam ku dalam hati
__ADS_1
Reyhan pun mendekatiku dan memeluk ku,dan aku hanya diam tidak berkutik dalam pelukan reyhan. Rasa nyaman dan aman yang reyhan berikan membuatku tersadar kalo aku memang membutuhkan orang seperti reyhan.
"Reyhan tolong jangan pergi" ujar ku sambil meneteskan air mata
Reyhan yang melihatku menangis melepaskan pelukan ku dan mengangkat tubuhku ke atas meja dapur. Reyhan pun mengusap air mataku dan menatapku dalam,dia pun mendekatkan wajahnya padaku dan bibirku sudah bersentuhan dengan bibir reyhan.
"Kalo di cium harus merem" kata reyhan yang membuyarkan lamunanku
"Ih ko nyium sih" ucapku sambil mendorong reyhan
"Ya gak masalah dong kan kamu istri aku sekarang" jawab reyhan sambil cengengesan
"Turunin dong aku mau bikin kue nih" ujar ku sambil mengangkat tanganku ke pundak reyhan
Reyhan pun menurunkan ku,dan aku pun mulai membuat kue brownies. Reyhan yang dari tadi hanya memeluk ku dari belakang.
"Lepasin rey aku gak bisa leluasa kalau kamu nemplok gini" ujar ku
"Pengen liat istri masak masa gak boleh" jawab reyhan sedih
Reyhan pun pergi dan duduk sambil mengerjakan pekerjaan nya. Tak lama ponselnya bergetar.
*Ddrrrttt,ddrrrtt,drrrttt*
📞
"Halo mi,ada apa?"
"Kamu mau nyembunyiin menantu kesayangan mami ya,cepet pulang mami kangen sama raisya"
"Gak bisa mi nanti aja kalo libur sekolah kita ke rumah mami"
__ADS_1
"Ya udah kalo kamu gak mau kesini mami yang ke sana"
"Mi ngerti dong nanti juga reyhan bawa raisya pulang ko,sekarang reyhan lagi sibuk mi"
Reyhan pun memtuskan sambungan telepon nya. Kue yang aku buat pun sudah matang dan aku memberikan sepotong kue pada reyhan
"Gimana rasanya?" ucapku penasaran
"Enak👍" jawabnya singkat
Aku pun ikut memakan brownies yang tadi ku berikan. Ini pertama kali nya aku membuat brownies seperti ini dan untung nya tidak gagal.
Jam 17.00
Selesai makan kue tadi reyhan langsung tertidur. Aku melihat jam dan sudah pukul 5 sore lalu aku bersiap untuk masak. Hari ini aku masak nasi goreng seafood dan kepiting saus padang. Aku memang sengaja membeli banyak seafood karena reyhan menyukainya.
Setelah selesai memasak aku pun membangunkan reyhan.
"Rey bangun dulu kita makan dulu yu tadi kan cuma ganjal perut doang" ucap ku sambil menggoyangkan tubuh reyhan agar bagun
"Hmm iya" jawab reyhan sambil meregangkan otot otot nya
Kami pun mulai berjalan ke meja makan. Reyhan duduk tepat di depanku aku pun menyiapkan nasi,kepiting di piring reyhan dan kami pun mulai makan.
__ADS_1
Ini adalah apartemen yang kami tempati. Sungguh nyaman dan bagus. Walaupun tak sebesar rumah Aditama dan Sanjaya tapi cukup untuk kami berdua. Awalnya reyhan akan membelikan rumah baru dan besar tapi aku menolaknya karena teringat apartemen reyhan yang kosong.
Aku tidak ingin menghambur hambur kan uang lebih baik uang nya di tabung untuk kebutuhan lain karena kita tidak bisa selalu meminta kepada orang tua. Dan reyhan pun menyetujuinya akhirnya kami tinggal di tempat yang indah ini.