
Di kediaman Aditama
Reyhan yang siap siap menggunakan jas silver dan sepatu putih.Dia menata rambutnya sembari tersenyum
"Akhirnya kamu bisa jadi milik ku sya" ucap nya dalam hati
Reyhan pun turun dan menghampiri mamih dan papih nya. Dia pun mengikuti ke dua orang tua nya dan mulai pergi ke rumah kediaman sanjaya.
Di Kediaman Sanjaya
Raisya memoleskan lipstik pink yang sama dengan warna bibir nya,mengikat rambutnya memakai sepatu high heels yang tingginya 8 cm. Dia menggunakan dress berwarna pink dengan bagian belakang yang lebih panjang dan bagian depan lebih pendek.
"Whooaaa cantiknya aku.." ucapnya pada dirinya sendiri sambil tertawa
Dia mulai ber-selfie dan mengirimkan foto nya pada sahabat nya itu. Tak butuh waktu lama sifa pun langsung menghubungi raisya
📞
"Ada acara apaan sya kok gak kasih tau gue"
"Rahasia..."
"Oh jadi gitu sama sahabat sendiri oke kalo gitu..."
"Yah kok marah sih fa,tapi lo jangan bilang bilang ya!"
"Iya masa gue sebarin sih lo kan sahabat gue"
"Gue mau tunangan fa.."
"Lo serius? sama siapa njiir? Lo hamil ya,**** sih gak pake pengaman..."
"Ih bukan,dasar **** ya mana ada gue hamil. Gue di jodohin sama kak reyhan..!"
"Bentar bentar,reyhan yang kakak kelas kita itu?"
__ADS_1
"Heem"
"Sumpah demi apa lo tunangan sama dia,tukeran posisi yu lo di Singapura gue disitu. Ahhhhh kok gue keduluan sih"
"Hehehe Maaf ya gue ambill..hahahah"
"Hahah ya udah semoga lo langgeng ya dan sorry gue gak bisa dateng tapi nanti kalo udah pulang gue bakal langsung ke rumah lo. Pengen nangis gue,ternyata sahabat gue yang **** ini udah ada yang punya"
"Elo kali yang ****,udah dulu ya nanti gue telpon lagi,bye"
Raisya pun memutuskan sambungan panggilan nya. Tak lama suara mobil sudah datang dan benar saja itu pasti keluarga Aditama.
*Tok,tok,tok*
"Non sudah ditunggu di bawah sama semua orang" ucap salah satu pelayan rumah. Aku pun membuka pintu dan mulai berjalan dan ibu pun langsung menyusul ku memegang tanganku. Semua orang hanya terdiam melihatku turun dari tangga.
"Aduh cantiknya menantu ku" ucap tante sofia padaku
"Makasih tante,tante juga gak kalah cantik" jawabku sambil melebarkan senyum bahagia
1 jam telah berlalu
Terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah,tak ku sangka ternyata yang datang adalah kak kania. Aku pun berdiri berniat untuk mengajak nya duduk tapi diluar rencana dia pun mulai mengatakan kata kata yang membuat kaget semua orang terutama aku.
*Prok,prok,prok* suara tepukan tangan kania membuat semua orang bingung
"Hebat banget ya lo,ANAK PUNGUT bisa bisa nya nikah dengan keluarga terpandang,pake pelet apa lo!!" ucapnya sinis sambil mendekatkan wajahnya padaku
"Maksud lo apa kak gue gak ngerti. Bu apa sih maksudnya?" tanya ku penuh pertanyaan
*PLAK* suara tangan sonia mendarat di pipi kania
"Oh jadi gini ya selama aku gak ada ibu berubah. Dan lo gak pantes pake nama keluarga SANJAYA,inget lo cuma anak pungut. Lo gak lebih dari sampah,orang tua lo itu membuktikan kalo lo anak yang gak diharapkan" maki kania sambil mencengkram pipi ku.
__ADS_1
Hatiku hancur,semua badan ku bergetar dan lemas,air mata ku tak henti henti nya keluar. Reyhan mulai menghampiriku dan memeluk ku,sedangkan ayah langsung membawa kania ke ruang kerjanya.
Di ruang kerja
*Plak* tamparan yang ayah berikan di pipi kania memberikan bekas merah
"Ayah gak pernah ngajarin kamu untuk membuka aib dan mempermalukan keluarga kita,kamu anak kebanggaan ayah" maki ayah
"Aku muak yah harus menganggap orang luar itu bagian dari kita,dan kenapa ayah malah menjodohkan dia dengan reyhan. Dia cuma wanita jala*g" geram kania
"Cukup kania,memang nya kamu mau dijodohkan,ayah bisa carikan laki laki yang lebih dari reyhan" ucap ayah sambil mengeratkan rahangnya menahan emosi.
Sedangkan reyhan mulai membantu ku untuk berdiri,melepaskan jas dan memakaikan nya padaku. Tante sofia pun membawa ibu duduk dan mengelus punggungnya.
"Sonia saat ini biarkan raisya tinggal dirumah kami saja,dan sekarang mereka pun sudah menjadi tunangan sebentar lagi mereka akan menikah kamu gak perlu khawatir" ujarnya yang coba menenangkan ibu
"Gak usah,rumah raisya disini dia gak perlu pergi kemana mana,dari kecil aku sudah merawatnya dengan baik" jawab ibu sambil menangis
Aku hanya tertunduk dan terus menangis reyhan pun memeluk ku dengan erat.
"Kamu masih punya aku,papi,mami yang sayang sama kamu jadi gak usah sedih sya" ucapnya sambil membelai kepala ku
Pelukan reyhan perlahan membuatku nyaman,aman dan aku pun mulai merasakan perasaan yang berbeda. Aku merasa terlindungi
"Kamu perisai ku rey,tempat ku mencurahkan segalanya. Pundak mu akan meringankan penderitaan ku. Reyhan terimakasih dan tetaplah seperti ini" ucapku lirih
"Aku akan menjadi orang pertama yang maju ketika orang lain menyakitimu termasuk keluargamu. Aku ingin menjagamu semampuku sya. Tempat mu bersandar disini" jawab reyhan sambil menepuk pundaknya.
"Bu raisya butuh waktu dan saat ini cuma reyhan yang mampu menjaga raisya bu" ucapku pada ibu tanpa melihatnya.
Ibu pun menghampiriku yang duduk di sofa panjang yang ada didepan ibu.
"Kamu yakin?" tanya ibu dengan nada lirih dan memeluk ku
Aku hanya mengangguk dan reyhan pun terus menggenggam tangan ku tanpa dilepas sedikit pun.
__ADS_1