
Disekolah
Setelah sampai sekolah reyhan memarkirkan mobilnya di tempat parkiran pribadi nya. Dia pun masuk ke dalam sekolah,tiba tiba janet sudah menunggu reyhan di depan gerbang.
"Rey tunggu" ucap janet
"Kenapa??" jawab reyhan ketus
"Kamu kenapa sih kok berubah banget kita kan temenan dari kecil bahkan kita pernah pacaran rey" seru janet dengan nada sedikit tinggi
"Terus kenapa lo ngedorong raisya?" tanya reyhan menahan amarah
"Gue gak suka sama cewek kegatelan kaya dia,dia itu murahan rey sama siapa aja di deketin" jawab janet kesal
*Plakkk* suara tamparan yang mendarat di pipi janet,semua siswa memandangi mereka. Reyhan pun menarik janet ke aula sekolah yang pasti saat ini kosong.
"Kalo gue denger lo nyentuh raisya,lo bakal rasain akibatnya" ancam reyhan
"Rey,lo kenapa nampar gue. Seberapa penting cewek ****** itu dimata lo. Gue temen lo rey..." oceh janet
"Lo pengen tau seberapa penting raisya di mata gue,yang pasti gue rela ngorbanin segalanya buat dia..." jawab reyhan marah
Reyhan pun pergi meninggalkan janet,janet hanya diam membeku mendengar perkataan reyhan. Yang pasti dulu ketika mereka pacaran reyhan tidak pernah memperlakukannya seperti itu. Hati nya mulai panas dan dia makin benci pada raisya.
Janet pun pergi dari aula dan masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama sifa pun masuk ke dalam kamar mandi dan langsung meneruskan pembicaraan nya di telpon.
📞
"Iya mah jadi raisya itu anak angkat om sanjaya,dan parahnya lagi kakak nya si kania benci banget sama raisya"
"Masa sih? Kamu harus hibur dia,dia kan sahabat kamu temenin dia. kasian banget "
"Iya mah,udah dulu ya aku mau masuk kelas"
__ADS_1
Sifa pun keluar dari kamar mandi dan janet tersenyum bahagia karena dia bisa memanfaatkan situasi raisya sekarang. Dia pun keluar dan masuk ke dalam kelas nya. Dia dan reyhan memang satu kelas tapi karena sifat reyhan yang cuek dan dingin jadi janet tidak terlalu dekat.
Sepulang sekolah
Bel sekolah berbunyi dan reyhan pun keluar kelas langsung menuju ke parkiran mobil. Dia tidak sabar untuk menjemput istrinya di rumah sakit. Sebelum ke rumah sakit reyhan membeli makanan dan cemilan agar raisya tidak bosan ketika di jalan nanti. Dia pun mampir ke supermarket terlebih dulu.
45 menit kemudian
Reyhan sampai di rumah sakit,memarkirkan mobilnya dan menuju ruangan raisya. Ketika masuk raisya dan mami nya sedang tertidur pulas,reyhan pun mendekati raisya dan mencium kening nya.
"Aku pulang sayang" ucap reyhan
"Hmmm" jawab raisya sambil membuka matanya
"Udah pulang mas.??" tanyaku
"Iya baru nyampe,kamu masih ngantuk??" tanya balik reyhan
"Enggak kok,aku pengen pulang" rengek ku
"Kamu udah pulang rey??" tanya sofia
"Udah mi baru aja,sekarang mau ke administrasi ngurus semua nya. Raisya mau pulang hari ini" jawab reyhan
"Semua nya udah mami bayar kalo mau pulang ayo beres beres dulu rey" ajak sofia
Reyhan dan sofia pun langsung membereskan barang barang mereka dan turun menuju parkiran mobil. Raisya yang duduk di kursi roda begitu senang melihat suaminya begitu perhatian dan cekatan.
"Mas raisya boleh sekolah gak??" tanya ku dengan suara pelan
"Belum boleh,kata dokter tunggu 3 hari lagi kalo masih sakit harus di cek lagi" jawab reyhan
"Yahhh bakal ketinggalan pelajaran dong mas" ucap ku sedih
__ADS_1
"Aku gak mau kamu tambah sakit sayang" jawab reyhan khawatir
"Iya deh mas,makasih yah udah ngurusin aku" ucapku
30 menit kemudian
Kami sudah sampai di apartemen reyhan mengeluarkan kursi roda dan membantu ku duduk di kursi roda. Reyhan pun membuka bagasi dan membawa semua barang barang yang tadi. Kami pun mulai masuk ke dalan apartemen,kami tinggal di apartemen Southgate tower altuera lantai 7.
Reyhan menekan pintu lift dan kami pun masuk ke dalam lift.
"Mas aku laper" ujar ku
"Pesan online aja ya,kamu mau apa?" tanya reyhan
"Mmm kayanya ayam bakar madu enak mas sama jus mangga ya" jawabku senang
"Reyhan yang melihatku bahagia langsung tersenyum dan mengacak ngacak rambut ku.
" Ih mas jangan di acak acak dong"ucap ku sambil memonyongkan bibir ku
"Gemeeshhh banget" jawab reyhan
Reyhan oun mulai mengeluarkan ponselnya dan memesan makanan yang tadi aku inginkan. Tak lama pintu lift pun terbuka kami pun keluar dan berjalan menuju kamar apartemen kami. Sesampainya di dalam rumah reyhan meletakan tas yang di bawanya dan merebah kan tubuhnya.
"Mas aku juga cape" ujar ku
Reyhan pun membantuku naik ke atas kasur dan membaringkan tubuh ku .
20 menit kemudian
Bel rumah oun berbunyi dan reyhan membuka kan pintu dan membayar pesanan kami. Dia langsung membuka kantong kresek dan mengambil kota makanan dan menyuapi ku. Aku oun mulai duduk dan menerima suapan reyhan.
__ADS_1
Reyhan tak pernah mengeluh walaupun aku manja,ke kanak-kanakan dan itu membuat ku mulai jatuh cinta pada nya.