
Di Rumah keluarga Sanjaya
Jam menunjukan pukul 15.00
"Assalamualaikum bu?" ucapku sambil masuk ke dalam rumah dan langsung naik ke kamar ku.
"Huh,hari ini cukup capek banget mana tugas banyak lagi" gumam ku.
Aku pun mulai merebahkan tubuhku di atas kasur berukuran besar yang sangat nyaman,dan aku pun mulai tertidur.
Tak terasa jam menunjukan pukul 19.00
"Bangun kak,ganti baju terus mandi kita makan malam bersama diluar" ucap ibu sambil menggoyangkan tubuhku agar bangun.
Aku pun bangun dan mandi,selesai mandi aku memakai baju sambil merias diriku agar terlihat fresh. Aku tidak jago dandan aku hanya tau dandanan yang sederhana yang cocok untuk wajahku. Aku memakai dress putih di atas lutut dengan rambut terikat setengah dan setengahnya lagi terurai.
Aku pun turun dan menghampiri ayah,ibu,dan raka yang sudah siap untuk berangkat.
"Ayo yah aku udah siap" ucap ku pada ayah dan kami pun berjalan menuju mobil yang sudah siap didepan rumah.
30 menit kemudian
"Kita makan disini ya sekalian ayah kenalin sama teman ayah" ucap ayah.
Kami pun masuk ke restoran pilihan ayah,disalah satu ruangan kami sekeluarga sudah ditunggu oleh seseorang.
Kami pun duduk,ayah pun menjabat tangan sahabatnya itu dan ayah mulai memperkenalkan kami.
" Kenalin nan,ini istriku namanya sonia,ini anak kedua ku namanya Raisya ,dan ini anak bungsuku namanya Raka" ujar ayah sembari tersenyum lebar.
__ADS_1
"Halo om tante,senang bertemu dengan kalian" ucapku sambil tersenyum.
Ibu pun tersenyum ketika diperkenalkan ayah,
"Iya sayang tante dan om juga senang akhirnya bisa ketemu dengan kamu" jawab tante yang di depanku.
"Sekarang giliran ku memperkenalkan keluargaku jay,saya Hanan Aditama,ini istri saya sofia" ucap hanan.
Tak lama datanglah seorang laki laki muda dan duduk didepan kami
"Ini anak saya namanya Reyhan" sambungnya lagi.
"Lo kok disini?" ucap aku dan reyhan bersamaan.
Semua orang pun tertuju pada kami,
"Kalian saling kenal?" tanya tante sofia pada kami.
Semua pun tersenyum penuh misteri.
15 menit kemudian
Makanan yang kami pesan sudah datang,kami pun mulai makan tanpa bicara. Selesai makan om hanan memberitahu kami tentang sesuatu yang penting
"Sebenarnya kami mengadakan makan malam ini karena kami berencana menjodohkan kalian berdua" ucap om hanan yang membuat aku menjadi diam seribu kata.
Aku pun melirik ayah dan ibu
"Yah?" panggilku pada ayah dan ayah hanya mengangguk.
"Kok dijodohin pi,katanya cuma makan malam doang?" tanya reyhan seakan tak setuju dengan ucapan papi nya.
__ADS_1
Aku pun hanya bisa tertunduk dan diam seketika air mataku jatuh.
" Ini gak adil kenapa harus aku yang dijodohkan,aku masih punya mimpi dan cita² yang belum tercapai" dalam hatiku.
Ayah dan om hanan sedang membicarakan bisnis,ibu dan tante sofia juga sibuk dengan urusan mereka. Aku hanya diam dan memainkan ponselku sedangkan reyhan pergi keluar entah kemana.
Di kediaman Aditama
"Pi aku gak mau dijodohkan,aku punya pilihan ku sendiri ini bukan jaman siti nurbaya pi" ucap reyhan dengan nada tinggi.
"Kamu gak mau dijodohkan? Jangan harap kamu jadi anak kami lagi,perlu kamu tahu ya rey keluarga kita punya hutang budi pada keluarga sanjaya kalo bukan gara² mereka keluarga aditama tidak akan seperti ini" jawab hanan panjang lebar.
Reyhan pun naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya,lalu dia merebahkan tubuhnya karena merasa kecewa dengan keputusan papi nya tentang perjodohan yang tiba² itu
"Haish" ucap reyhan sambil melempar guling disampingnya.
Secara dia mau tidak mau harus mengikuti kemauan papi nya itu.
Dikediaman Sanjaya
Aku mendekati ayah sambil merangkul tangannya.
"Yah,ayah yakin mau menjodohkan raisya sama anaknya om hanan? Ayah udah mikirin masa depan raisya kaya gimana kalo nikah muda,raisya masih mau sekolah yah..." ucapku pada ayah.
Ayah hanya diam tapi langsung melepaskan tanganku dan berkata
"Kamu anak ayah,ayah udah memikirkan semuanya" jawabnya singkat.
"Yah raisya gak mau,tolong yah..." rengek ku pada ayah agar membatalkan perjodohan ini,tapi ayah menatapku seakan tidak ingin dibantah.
Aku pun hanya bisa diam,dan melirik ke arah ibu dan ibu hanya mengangguk menandakan seakan ibu setuju.
__ADS_1